OTT KPK di Banten–Jakarta: 9 Orang Dicokok, Rp900 Juta Uang Tunai Disita

Kamis, 18 Desember 2025 - 18:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Posnews/KPK)

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Posnews/KPK)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengguncang publik dengan menggelar operasi tangkap tangan (OTT) dengan mencokok 9 orang di wilayah Banten dan Jakarta.

Operasi senyap tersebut berlangsung pada Rabu, 17 Desember 2025, dan langsung menyeret sejumlah pihak lintas profesi.

Selanjutnya, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan tim antirasuah mengamankan sembilan orang dalam OTT tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para pihak yang ditangkap berasal dari unsur aparat penegak hukum, penasihat hukum, hingga pihak swasta.

Baca Juga :  Tragis, Bocah 4 Tahun di Lampung Diduga Dibunuh Ibu Kandungnya

“Sejak sore hingga malam hari, tim KPK mengamankan sembilan orang di wilayah Banten dan Jakarta. Di antaranya satu aparat penegak hukum, dua penasihat hukum, serta enam pihak swasta,” ujar Budi kepada awak media, Kamis (18/12/2025).

Tak hanya itu, penyidik KPK juga menyita barang bukti uang tunai dalam jumlah besar. Dari hasil penggeledahan, KPK mengamankan uang senilai sekitar Rp900 juta yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

“Selain mengamankan para pihak, tim juga menyita barang bukti berupa uang tunai sekitar Rp900 juta,” tegas Budi.

Baca Juga :  Diplomasi Identitas: Mengapa Kedekatan Budaya Lebih Kuat daripada Persekutuan Militer?

Meski OTT ini menyita perhatian luas, KPK belum mengumumkan status hukum para pihak yang ditangkap.

Saat ini, penyidik masih mendalami perkara melalui pemeriksaan intensif untuk mengungkap peran masing-masing pihak.

“Saat ini seluruh pihak yang diamankan masih menjalani pemeriksaan secara intensif. Status hukum, kronologi, serta konstruksi perkara akan kami sampaikan secara lengkap pada kesempatan berikutnya,” pungkas Budi. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Malam Merdeka Tetap Digelar, Kembang Api Ditunda untuk Hormati Korban Gempa
Menkum Temui Mualem, Otsus Aceh Ditargetkan Rampung Tahun Ini
Kasino Batam Digerebek! 197 Orang Diamankan, Uang Rp7,79 Miliar Disita
Kapolri Sigit: Kemerdekaan Harus Menghadirkan Rasa Aman dan Kesejahteraan
Tiga Menit untuk Indonesia, Masyarakat Diminta Hening Saat Detik Proklamasi
Emas Gelap dari Tambang Ilegal Diburu Bareskrim, Jejaknya Mengarah ke Dubai
Pemuda Bawa 530 Obat Keras Diciduk Brimob di Tanah Abang
Emas 2 Kg Disita, 2 WN India Diduga Terlibat Jaringan Dubai

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:23 WIB

Malam Merdeka Tetap Digelar, Kembang Api Ditunda untuk Hormati Korban Gempa

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:30 WIB

Menkum Temui Mualem, Otsus Aceh Ditargetkan Rampung Tahun Ini

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:41 WIB

Kapolri Sigit: Kemerdekaan Harus Menghadirkan Rasa Aman dan Kesejahteraan

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:23 WIB

Tiga Menit untuk Indonesia, Masyarakat Diminta Hening Saat Detik Proklamasi

Senin, 17 Agustus 2026 - 06:17 WIB

Emas Gelap dari Tambang Ilegal Diburu Bareskrim, Jejaknya Mengarah ke Dubai

Berita Terbaru

BNPB mencatat 68 orang meninggal dan 213 luka akibat gempa M 7 di NTT. Basarnas tetap siaga, sementara dua rumah sakit lapangan dikirim.

DAERAH

Gempa NTT Terkini: 68 Warga Meninggal, 213 Orang Luka

Senin, 17 Agu 2026 - 17:30 WIB

Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas. (Posnews/Kemenkum)

NASIONAL

Menkum Temui Mualem, Otsus Aceh Ditargetkan Rampung Tahun Ini

Senin, 17 Agu 2026 - 16:30 WIB