Trump Danai Studi Vaksin Bayi $1,6 Juta di Tengah Krisis Hepatitis B

Sabtu, 20 Desember 2025 - 10:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana pertemuan tingkat tinggi dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada akhir tahun 2026. Dok: Istimewa.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana pertemuan tingkat tinggi dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada akhir tahun 2026. Dok: Istimewa.

BISSAU, POSNEWS.CO.ID – Komunitas kesehatan global kembali terguncang oleh kontroversi etika medis. Pemerintahan Presiden Donald Trump mengumumkan pendanaan sebesar $1,6 juta untuk sebuah studi vaksinasi hepatitis B pada bayi baru lahir di Guinea-Bissau, Afrika Barat.

Sekilas, bantuan ini tampak mulia. Namun, para peneliti memiliki pandangan berbeda. Mereka menyebut langkah tersebut sebagai tindakan yang “sangat tidak etis” dan “berisiko ekstrem”.

Studi ini muncul menyusul perubahan kebijakan drastis di Amerika Serikat. Sebelumnya, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mengubah rekomendasi vaksin hepatitis B saat lahir. Kini, hal itu menjadi keputusan “individual”, bukan lagi kewajiban universal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perubahan ini merupakan bagian dari perombakan besar-besaran imunisasi anak. Menteri Kesehatan AS, Robert F. Kennedy Jr., memimpin langsung inisiatif tersebut. Faktanya, ia dikenal luas sebagai aktivis anti-vaksin yang vokal.

Eksperimen pada Populasi Rentan

Kritik utama tertuju pada lokasi dan metode penelitian. Guinea-Bissau adalah negara dengan sistem kesehatan yang rapuh. Tercatat, hampir satu dari lima orang dewasa di sana hidup dengan virus hepatitis B.

Baca Juga :  Pagar Digital Australia: Larangan Konten Dewasa Picu Lonjakan Penggunaan VPN

Gavin Yamey, profesor kesehatan global di Duke Global Health Institute, mengecam keras. “Menguji vaksin yang sudah mapan di negara dengan tingkat hepatitis B tinggi berbau sikap neokolonialis,” tegasnya.

Para ahli menilai penelitian ini tidak perlu. Pasalnya, efektivitas dan keamanan vaksin hepatitis B saat lahir sudah terbukti selama puluhan tahun.

Oleh karena itu, menahan intervensi penyelamat nyawa dari sebagian bayi dalam uji coba acak adalah pelanggaran etika berat. “Sangat tidak etis memilih memberikan vaksin kepada sebagian anak tetapi tidak kepada yang lain,” ujar Paul Offit, dokter di Rumah Sakit Anak Philadelphia.

Agenda Anti-Vaksin RFK Jr.?

Banyak pihak mencurigai adanya agenda politik di balik studi ini. Robert F. Kennedy Jr. (RFK Jr.) memiliki keyakinan kuat bahwa vaksin menyebabkan bahaya.

Lantas, para ilmuwan khawatir RFK Jr. akan memutarbalikkan hasil studi tersebut. Ia bisa menggunakannya untuk membenarkan kebijakannya menunda vaksinasi di AS.

“Dia memiliki keyakinan tetap dan tidak berubah bahwa vaksin menyebabkan bahaya. Dia akan melakukan segala cara untuk membuktikannya,” tambah Offit.

Baca Juga :  Lagu Kebangsaan Tak Bisa Ditarik Royalti, Menkum HAM Tegas Bantah Klaim LMKN

Studi ini akan dijalankan oleh Bandim Health Project. Proyek ini dipimpin oleh peneliti Denmark, Peter Aaby dan Christine Stabell Benn. Sebelumnya, mereka pernah menerbitkan studi kontroversial yang mengaitkan vaksin DTP dengan kematian anak perempuan. Meski demikian, klaim itu kemudian mereka bantah sendiri dalam penelitian lanjutan.

Risiko Kanker Hati pada Bayi

Dampak nyata dari penundaan vaksinasi ini sangat mengerikan. Jika bayi terinfeksi hepatitis B pada tahun pertama kehidupan, peluang mereka mengembangkan sirosis atau kanker hati mencapai 90 persen.

Andrew Pollard dari Universitas Oxford menekankan urgensi vaksinasi segera. “Prioritas seharusnya adalah meningkatkan vaksinasi dosis lahir,” katanya.

Di Guinea-Bissau, hanya sekitar 17 persen bayi yang menerima dosis lahir. Padahal, virus ini bisa menular hanya lewat kontak permukaan dan bertahan hidup selama seminggu di luar tubuh.

Kini, dunia menyaksikan dengan cemas. Keputusan politik di Washington berpotensi mempertaruhkan nyawa ribuan bayi di Afrika. Tampaknya, nyawa mereka menjadi taruhan demi sebuah pembuktian ideologis yang berbahaya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PM Kanada Dan Presiden AS Bahas Kesepakatan Perdagangan
Polisi Israel Bebaskan Tersangka Suap Pemilih, Upaya Likud
Politisi Jerman Kecam Kerusuhan Demonstrasi Pemuda
UEA Berharap Mediasi Qatar Berhasil Mencegah Konflik
167 Warga Sipil Berhasil Dievakuasi dari Oleshky Kherson
Penembakan Guncang Hiburan Malam AS Saat Halloween
Gedung Putih Siapkan Perintah Eksekutif dan Pertahanan Hukum
Jelang Pemilu Sela: Partai Republik Raih Dukungan di Michigan

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 14:21 WIB

PM Kanada Dan Presiden AS Bahas Kesepakatan Perdagangan

Selasa, 3 November 2026 - 13:11 WIB

Polisi Israel Bebaskan Tersangka Suap Pemilih, Upaya Likud

Selasa, 3 November 2026 - 12:04 WIB

Politisi Jerman Kecam Kerusuhan Demonstrasi Pemuda

Selasa, 3 November 2026 - 11:08 WIB

UEA Berharap Mediasi Qatar Berhasil Mencegah Konflik

Selasa, 3 November 2026 - 10:30 WIB

167 Warga Sipil Berhasil Dievakuasi dari Oleshky Kherson

Berita Terbaru

Aparat gabungan disiagakan untuk mengamankan aksi penolakan konser Andrea Bocelli di kawasan JIExpo Kemayoran, Jakarta.

JABODETABEK

Konser Andrea Bocelli Picu Polemik, Ribuan Aparat Amankan JIExpo

Selasa, 3 Nov 2026 - 21:40 WIB