Aparat Bongkar Pengiriman Ilegal 100 Satwa Endemik Papua Lewat Jalur Laut

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Burung endemik Papua seperti Mambruk Victoria dan Perkici Pelangi diamankan dari perdagangan ilegal. (Posnews/Ist)

Burung endemik Papua seperti Mambruk Victoria dan Perkici Pelangi diamankan dari perdagangan ilegal. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Tim gabungan menggagalkan penyelundupan 100 satwa liar dilindungi asal Papua yang hendak diedarkan melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Operasi tersebut melibatkan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Korwas PPNS Bareskrim Polri, dan Puspom TNI.

Direktur Penindakan Pidana Kehutanan, Rudianto Saragih Napitu, menegaskan petugas tidak hanya menyelamatkan satwa, tetapi juga memburu jaringan perdagangan ilegal di balik pengiriman tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Satwa harus selamat dan pembuktian hukum harus kuat,” kata Rudianto, Minggu (14/6/2026).

Petugas langsung mengevakuasi seluruh satwa ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) BKSDA Tegal Alur, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan.

Baca Juga :  Izin Lokasi dan HGU: Dua Dokumen Sakral Sebelum Pohon Sawit

Sementara itu, penyidik menelusuri pengirim, penjemput, penampung, serta jalur distribusi satwa tersebut.

“Kami telusuri seluruh pihak yang terlibat. Penanganan perkara ini tidak berhenti pada pembawa satwa,” tegasnya.

Digagalkan di Tanjung Priok

Kasus ini terungkap setelah tim gabungan menerima informasi pengiriman satwa dilindungi dari Papua ke Jakarta melalui jalur laut.

Petugas kemudian melakukan pemantauan dan operasi hingga berhasil menggagalkan peredaran satwa sebelum masuk ke pasar gelap.

Sita 100 Satwa Dilindungi

Petugas menyita 100 burung endemik Papua yang terdiri dari 28 Perkici Pelangi, 19 Kasturi Kepala Hitam, 19 Pipit Matari, 14 Mambruk Victoria, enam Nuri Hitam, empat Nuri Bayan, tiga Walik Wompu, tiga Nuri Coklat, dua Kakatua Koki, dan dua Nuri Kabare.

Baca Juga :  Dugaan Pungli dan Perundungan PPDS Mata Unsri, Kemenkes Ambil Tindakan Tegas

Sebagian besar satwa tersebut berstatus dilindungi dan kerap menjadi target perdagangan ilegal karena memiliki nilai jual tinggi.

Perdagangan Satwa Masih Mengancam

Kementerian Kehutanan menegaskan perdagangan satwa liar masih mengancam kelestarian satwa endemik Papua dan keanekaragaman hayati Indonesia.

Karena itu, aparat akan memperketat pengawasan di pelabuhan, bandara, jalur laut, dan wilayah sumber satwa untuk memutus jaringan perdagangan ilegal.

Pengungkapan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memberantas perdagangan satwa liar dan melindungi kekayaan hayati Indonesia. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pegawai KPK Jadi Tersangka, Diduga Bocorkan Kasus Bupati Pemalang
Survei IDM: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 81,5 Persen, Penegakan Hukum Jadi Faktor Terkuat
Budaya Evaluasi Jadi Kunci Reformasi DPD RI
Kasus Narkoba White Rabbit, Bareskrim Limpahkan 3 Tersangka ke Kejaksaan
Menag Ajak Warga Ikut Doa Kebangsaan di Monas 1 Agustus 2026
KPK Sita Uang Rp2 Miliar dalam OTT Bupati Pemalang, 21 Orang Diamankan
KPK Tangkap Bupati Pemalang, Kantor PUPR dan Rumah Kontraktor Disegel
MK Putus Gugatan Program MBG Besok, Nasib Anggaran MBG 2026 Ditentukan

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:20 WIB

Pegawai KPK Jadi Tersangka, Diduga Bocorkan Kasus Bupati Pemalang

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:46 WIB

Survei IDM: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 81,5 Persen, Penegakan Hukum Jadi Faktor Terkuat

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:01 WIB

Budaya Evaluasi Jadi Kunci Reformasi DPD RI

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:22 WIB

Kasus Narkoba White Rabbit, Bareskrim Limpahkan 3 Tersangka ke Kejaksaan

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:59 WIB

Menag Ajak Warga Ikut Doa Kebangsaan di Monas 1 Agustus 2026

Berita Terbaru

Langkah taktis amankan benteng udara. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menemui Donald Trump di Washington guna membahas produksi mandiri rudal Patriot. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:12 WIB

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB