129 Korban KM Virgo Masih Hilang, KRI Canopus Kerahkan Drone dan ROV

Selasa, 15 September 2026 - 05:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KRI Canopus dikerahkan membantu pencarian bawah laut korban KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa. (Posnews/Youtube)

KRI Canopus dikerahkan membantu pencarian bawah laut korban KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa. (Posnews/Youtube)

BANJARMASIN, POSNEWS.CO.ID – Harapan menemukan korban KM Virgo Transport 8 memasuki babak baru.

Setelah cuaca buruk menghambat pengerahan penyelam pada Senin (14/9/2026), tim SAR gabungan kini mengandalkan teknologi bawah laut dari KRI Canopus untuk menyisir lokasi kapal yang tenggelam di perairan Laut Jawa.

Operasi pencarian memasuki hari ketiga pada Selasa (15/9/2026). KRI Canopus dikerahkan untuk membantu tim menemukan korban yang kemungkinan masih berada di bawah permukaan laut maupun di sekitar badan kapal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii sebelumnya mengatakan operasi bawah air sempat ditunda karena kondisi cuaca tidak memungkinkan.

Tim penyelam yang berasal dari unsur Basarnas, TNI AL, termasuk Komando Pasukan Katak (Kopaska), serta tim khusus lainnya belum dapat diturunkan secara optimal.

Namun, Basarnas tidak menghentikan pencarian. Sebaliknya, tim mengalihkan strategi dengan mengoptimalkan kemampuan teknologi yang tersedia di KRI Canopus.

Drone hingga ROV Sisir Bawah Laut

KRI Canopus membawa perangkat yang memungkinkan tim melakukan pencarian bawah laut tanpa sepenuhnya bergantung pada penyelam.

Teknologi tersebut antara lain drone bawah air, multibeam echosounder, dan remotely operated vehicle (ROV).

Baca Juga :  Dua Rumah Terbakar di Semanan Kalideres, Seorang Remaja Tewas

Multibeam echosounder dapat membantu memetakan kondisi dasar laut dan mendeteksi objek di bawah permukaan. Sementara itu, ROV memungkinkan tim mengamati objek bawah laut dari kapal secara lebih terkontrol.

Dengan teknologi tersebut, tim SAR dapat mempersempit area pencarian dan menentukan titik yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Pengerahan KRI Canopus menjadi langkah penting karena kondisi laut sebelumnya membuat operasi penyelaman berisiko.

TNI AL memang mengerahkan KRI Canopus-936 untuk mendukung operasi pencarian KM Virgo Transport 8.

129 Orang Masih Dicari

Tragedi KM Virgo Transport 8 menyisakan duka sekaligus harapan bagi keluarga korban.

Kapal tersebut membawa 243 orang ketika mengalami kecelakaan di Laut Jawa. Hingga perkembangan terakhir Senin (14/9), sebanyak 108 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sedangkan enam orang meninggal dunia.

Dengan demikian, 129 orang masih dalam pencarian.

Angka tersebut membuat operasi SAR terus digenjot. Tim gabungan memperluas penyisiran melalui enam sektor dengan area pencarian sekitar 2.600 nautical miles.

Selain pencarian dari laut, unsur udara juga dikerahkan untuk membantu memantau wilayah yang lebih luas.

Lebih dari 600 Personel Dikerahkan

Besarnya jumlah korban yang masih hilang membuat operasi SAR melibatkan kekuatan besar.

Basarnas bersama TNI, Polri, kementerian/lembaga, serta unsur terkait mengerahkan lebih dari 600 personel. Mereka didukung 17 kapal laut dan lima unsur udara dalam operasi pencarian.

Baca Juga :  Musim Hujan 2025/2026 Diprediksi Lebih Cepat, BMKG Minta Waspada Banjir

Sejumlah kapal TNI AL juga ikut memperkuat operasi, termasuk KRI Canopus, KRI I Gusti Ngurah Rai, KRI Nala, serta kapal-kapal SAR lainnya.

Pengerahan banyak unsur tersebut bertujuan memperluas cakupan pencarian sekaligus mempercepat proses evakuasi apabila tim menemukan korban.

Cuaca Masih Jadi Tantangan

Di tengah upaya maksimal tersebut, kondisi cuaca tetap menjadi tantangan utama.

Gelombang tinggi dan angin kencang sebelumnya membuat tim tidak bisa langsung menjalankan operasi bawah air. Kondisi tersebut juga menjadi alasan Basarnas menunda pengerahan penyelam pada hari kedua pencarian.

Karena itu, keselamatan personel tetap menjadi pertimbangan utama. Teknologi KRI Canopus diharapkan dapat membantu tim melakukan pemetaan bawah laut ketika kondisi memungkinkan.

Sementara pencarian bawah laut berlangsung, tim SAR tetap memaksimalkan penyisiran permukaan.

Keluarga Masih Menunggu Kabar

Bagi keluarga 129 orang yang belum ditemukan, setiap perkembangan dari lokasi pencarian menjadi harapan besar.

Basarnas memastikan operasi tidak berhenti hanya karena kondisi cuaca menghambat penyelaman. Tim justru memperkuat strategi dengan menggabungkan pencarian permukaan, udara, serta teknologi bawah laut.

Dengan dukungan KRI Canopus dan perangkat pencarian bawah air, tim SAR kini berupaya menemukan titik keberadaan korban secara lebih akurat.

Operasi pencarian akan terus dilakukan sampai seluruh korban berhasil ditemukan, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di tengah kondisi laut yang belum sepenuhnya bersahabat. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Telusuri Dana Non-Budgeter Rp200 Miliar dari Pengadaan Iklan Bank BJB
Calon Mitra MBG Waspada, Ada Modus Penipuan Berkedok Percepatan Dapur SPPG
63.789 Pekerja Laporkan Kena PHK hingga September 2026, Ini Provinsi Tertinggi
Mengenal Brigjen Aries Syahbudin, Rekam Jejaknya di Korlantas Polri
Mutasi Polri Oktober 2026, Kakorlantas dan Sejumlah Kapolda Berganti
Kapolda Metro Buka Pintu Kritik, Kini Publik Menunggu Ketegasan Kasus Firli Bahuri
Lapas Penuh Dua Kali Kapasitas, Pemerintah Siapkan Rehabilitasi Korban Narkotika
32 Komputer Ditemukan di Rumah Dinas TNI Cijantung, Seorang Letkol Ditahan

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:16 WIB

KPK Telusuri Dana Non-Budgeter Rp200 Miliar dari Pengadaan Iklan Bank BJB

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Calon Mitra MBG Waspada, Ada Modus Penipuan Berkedok Percepatan Dapur SPPG

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:55 WIB

63.789 Pekerja Laporkan Kena PHK hingga September 2026, Ini Provinsi Tertinggi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Mengenal Brigjen Aries Syahbudin, Rekam Jejaknya di Korlantas Polri

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Mutasi Polri Oktober 2026, Kakorlantas dan Sejumlah Kapolda Berganti

Berita Terbaru