JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Api tiba-tiba menyambar rumah kontrakan di Jalan Yos Sudarso, Rawabadak Utara, Koja, Jakarta Utara.
Dalam hitungan menit, kepanikan pecah. Tiga penghuni terluka akibat luka bakar dan harus dilarikan ke RSUD Koja.
Kebakaran terjadi pada Rabu (2/9/2026). Bangunan yang terbakar merupakan rumah kontrakan dengan enam pintu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Petugas menerima laporan sekitar pukul 18.09 WIB. Tidak lama kemudian, armada pemadam tiba di lokasi dan langsung berjibaku melawan kobaran api.
Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara mengerahkan 11 unit mobil pemadam dengan 55 personel.
Berkat respons cepat petugas, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.43 WIB.
Api Diduga Berawal dari Tumpahan Bensin
Kasi Ops Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, menjelaskan kebakaran diduga bermula ketika dua sepeda motor membawa bensin untuk dipindahkan ke tempat penyimpanan.
Pada saat yang sama, seorang tetangga korban sedang memasak menggunakan kompor.
Diduga, tumpahan bensin saat proses pemindahan membuat api dari kompor menyambar bahan bakar tersebut. Api kemudian dengan cepat merambat ke bangunan kontrakan.
Situasi pun berubah menjadi mencekam. Rumah yang dihuni beberapa keluarga itu seketika berada dalam kepungan api.
Tiga Penghuni Terluka
Meski petugas berhasil mengendalikan api dalam waktu sekitar setengah jam, peristiwa tersebut meninggalkan luka bagi tiga penghuni kontrakan.
Data terbaru Gulkarmat mencatat tiga korban terdiri dari dua pria dan satu wanita.
Korban pertama berinisial AB (50) mengalami luka bakar pada bahu kiri. Korban kedua, LN (41), mengalami luka bakar pada lengan kanan.
Sementara itu, korban ketiga berinisial FB (22) mengalami luka bakar pada lengan kanan. Ketiganya telah dievakuasi ke RSUD Koja untuk mendapatkan penanganan medis.
Kebakaran Jadi Pelajaran Penting
Peristiwa di Koja kembali menunjukkan betapa cepat api dapat membesar ketika bertemu bahan yang mudah terbakar seperti bensin.
Karena itu, masyarakat perlu memisahkan aktivitas memasak dari penyimpanan bahan bakar. Bensin juga harus disimpan dalam wadah yang sesuai, tertutup rapat, dan jauh dari sumber api maupun panas.
Selain itu, proses pemindahan bahan bakar harus dilakukan di tempat yang aman dan memiliki sirkulasi udara baik. Api hanya membutuhkan satu percikan untuk berubah menjadi bencana.
Respons cepat warga melaporkan kejadian dan kesigapan petugas pemadam menjadi kunci agar kebakaran tidak meluas ke bangunan lain.
Kini, tiga korban masih mendapat perawatan. Sementara itu, penyebab pasti dan rangkaian kejadian masih menjadi perhatian untuk memastikan keselamatan warga di kawasan tersebut. **
Editor : Hadwan














