Trump Batalkan Serangan Kedua: AS Janjikan $100 Miliar

Sabtu, 10 Januari 2026 - 15:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Ketegangan baru di Selat Hormuz. Amerika Serikat meluncurkan serangan balasan ke Iran setelah penembakan jatuh helikopter Apache di tengah ancaman pecahnya aliansi AS-Israel. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Ketegangan baru di Selat Hormuz. Amerika Serikat meluncurkan serangan balasan ke Iran setelah penembakan jatuh helikopter Apache di tengah ancaman pecahnya aliansi AS-Israel. Dok: Istimewa.

CARACAS, POSNEWS.CO.ID – Sinyal perdamaian dan tekanan militer datang bersamaan di Venezuela pada Jumat pagi. Sementara Marinir AS menyita kapal tanker minyak kelima di Laut Karibia, sebuah pesawat yang membawa tim diplomat Amerika mendarat di Caracas dengan misi bersejarah: menjajaki pembukaan kembali kedutaan besar yang telah tertutup debu sejak 2019.

Langkah ganda ini menandai fase baru dalam krisis Venezuela. Presiden AS Donald Trump, melalui platform Truth Social, mengumumkan pembatalan “Gelombang Serangan Kedua” yang sebelumnya ia rencanakan.

Alasannya pragmatis. Trump memuji “kerja sama” dari Presiden Interim Venezuela, Delcy Rodriguez. Menurutnya, kedua belah pihak kini bekerja sama dengan baik, terutama dalam membebaskan tahanan politik dan membangun kembali infrastruktur minyak yang hancur.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Karena kerja sama ini, saya telah membatalkan Gelombang Serangan kedua yang sebelumnya diharapkan,” tulis Trump.

Diplomasi di Ujung Laras Senapan

Meskipun serangan batal, tekanan militer tetap mencekik. Kapal tanker Olina menjadi korban terbaru. Pasukan Gabungan Southern Spear menyita kapal tersebut dalam operasi fajar tanpa perlawanan, diluncurkan dari kapal induk USS Gerald R. Ford.

Baca Juga :  Madonna, BTS, dan Shakira Guncang Halftime Show Piala Dunia

Trump menegaskan kapal-kapal perang AS akan tetap berada di posisi mereka demi “keselamatan dan keamanan”. Faktanya, penumpukan militer AS di Karibia saat ini adalah yang terbesar dalam lebih dari tiga dekade.

Di darat, suasananya sedikit lebih cair. Pejabat AS mengonfirmasi kedatangan John McNamara, chargĂ© d’affaires dari Unit Urusan Venezuela, untuk melakukan penilaian awal di Caracas. Ini adalah langkah konkret pertama menuju normalisasi hubungan diplomatik pasca-Maduro.

Janji Manis “Big Oil”

Di balik manuver militer, motif ekonomi menyeruak tajam. Trump sesumbar kepada Fox News bahwa AS akan mendapatkan “miliaran dan miliaran dolar minyak”. Ia bahkan menjanjikan investasi setidaknya $100 miliar dari perusahaan minyak raksasa (Big Oil) untuk membangkitkan industri energi Venezuela.

Menteri Energi AS Chris Wright memperjelas skemanya pada hari Rabu. AS tidak hanya akan memasarkan minyak yang tersimpan, tetapi juga akan mengontrol penjualan output minyak dari negara tersebut tanpa batas waktu.

Baca Juga :  Raul Castro Pimpin Longmarch Hari Buruh di Tengah Blokade Minyak AS

Respons Caracas: Dialog “Eksplorasi”

Pemerintah Venezuela merespons dengan hati-hati. Menteri Luar Negeri Yvan Gil mengumumkan dimulainya proses diplomatik “eksplorasi” dengan Washington. Tujuannya adalah membahas konsekuensi dari agresi—termasuk nasib Maduro—sekaligus menyusun agenda kerja untuk kepentingan bersama.

Di sisi lain, Delcy Rodriguez tidak ingin terlihat sendirian. Ia mengintensifkan komunikasi dengan pemimpin regional dan Eropa. Rodriguez telah berbicara via telepon dengan Presiden Brazil Lula da Silva, Presiden Kolombia Gustavo Petro, dan PM Spanyol Pedro Sanchez.

Dalam pembicaraan tersebut, Rodriguez tetap menggunakan retorika keras, menyebut aksi AS sebagai “agresi kriminal yang parah”. Namun, ia sepakat dengan para pemimpin tersebut mengenai perlunya memajukan agenda kerja sama berbasis rasa hormat.

Venezuela kini berada di persimpangan jalan: menerima kucuran dolar minyak di bawah kendali Washington, atau mempertahankan kedaulatan di tengah kepungan kapal induk.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih
Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China
El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:12 WIB

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09 WIB

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Berita Terbaru

Langkah baru pengembangan game Soulslike. Sutradara Xia Siyuan mendirikan studio Chengdu Indolphinity guna menggarap sekuel Wuchang: Fallen Feathers bersama 505 Games. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Penerbit 505 Games Resmi Mengumumkan Sekuel Wuchang

Jumat, 31 Jul 2026 - 06:03 WIB

Langkah taktis amankan benteng udara. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menemui Donald Trump di Washington guna membahas produksi mandiri rudal Patriot. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:12 WIB