Awan Tak Muncul, Pemprov DKI Tunda Operasi Modifikasi Cuaca

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Posnews/Kominfo)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Posnews/Kominfo)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta belum dapat menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan buatan di tengah musim kemarau.

Kendalanya bukan pada kesiapan pemerintah, melainkan awan yang belum memenuhi syarat untuk disemai.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan kondisi atmosfer saat ini belum menyediakan awan yang dapat menjadi target penyemaian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“OMC atau intervensi cuaca, karena sampai dengan hari ini, terus terang awannya itu nggak ada,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Awan Jadi Syarat Utama

Pramono mengaku telah meminta BPBD DKI Jakarta berulang kali menyiapkan modifikasi cuaca. Namun, upaya tersebut belum dapat dilakukan karena tidak tersedia awan yang sesuai.

Baca Juga :  Kecelakaan di Sudirman, Pemotor Terlindas Bus hingga Kaki Luka Parah

“Berkali-kali saya sudah memerintahkan kepada BPBD untuk segera melakukan modifikasi cuaca tapi karena nggak ada awan, nggak bisa turun,” ujarnya.

Secara sederhana, OMC bukan berarti pemerintah dapat menciptakan awan dari langit cerah. Teknologi ini bekerja dengan menyemai awan yang sudah terbentuk agar proses pembentukan hujan dapat ditingkatkan.

Karena itu, tanpa awan yang memenuhi karakteristik tertentu, penyemaian tidak efektif dilakukan.

Damkar Tebar Air untuk Kurangi Risiko Kebakaran

Meski OMC tertunda, Pemprov DKI tidak tinggal diam. Pemerintah tetap menyiapkan langkah lain untuk menghadapi kondisi kering yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.

Salah satunya dilakukan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI dengan menyemprotkan atau menebarkan air di sejumlah lokasi.

“Seperti yang beberapa hari yang lalu dilakukan oleh Damkar dan sebagainya, mereka menggunakan alat-alatnya untuk menebar air untuk mengurangi ini,” kata Pramono.

Baca Juga :  Motor Hilang di JIEXPO, Patroli Perintis Presisi Polda Metro Jaya Bekuk Dua Pelaku

Langkah tersebut menjadi upaya mitigasi di tengah kondisi lingkungan yang lebih kering. Masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

Pemprov Tetap Siap Jalankan OMC

Pramono menegaskan Pemprov DKI tetap berkomitmen melakukan intervensi cuaca jika kondisi atmosfer memungkinkan.

Namun, pelaksanaannya harus mengikuti kondisi ilmiah. Pemerintah tidak bisa memaksakan penyemaian jika tidak terdapat awan yang memenuhi persyaratan.

“Bisa modifikasi cuaca itu dalam kondisi ilmiahnya selama ada awannya pasti akan segera kami lakukan,” tegasnya.

Kemarau Perlu Diantisipasi Bersama

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa menghadapi musim kemarau bukan hanya tugas pemerintah.

Masyarakat juga perlu menghemat air, tidak membakar sampah sembarangan, serta segera melaporkan potensi kebakaran.

Dengan demikian, ketika hujan belum turun, langkah pencegahan tetap dapat dilakukan.

Hujan buatan membutuhkan awan, tetapi kesiapsiagaan menghadapi kemarau tidak boleh menunggu awan datang. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Misteri Mozza Terbongkar, Pelaku Ditangkap Saat Nonton Voli
Gunung Anak Krakatau Erupsi, KAI Commuter Merak Tetap Jalan
Senin 7 September, Jabodetabek Cerah tapi Suhu Bisa Menyengat
Abu Anak Krakatau Menerpa Bekasi, Pengendara Dibagikan Masker
Abu Anak Krakatau Capai Jakarta, Semua Sekolah Terapkan PJJ Mulai Senin
Abu Vulkanik Anak Krakatau Masuk Jakarta, Ini 5M dari Pramono Anung
Abu Anak Krakatau Ganggu Jakarta, OMC Dikerahkan Hari Ini
Abu Anak Krakatau Ganggu Jakarta, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 06:05 WIB

Misteri Mozza Terbongkar, Pelaku Ditangkap Saat Nonton Voli

Senin, 7 September 2026 - 05:51 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, KAI Commuter Merak Tetap Jalan

Senin, 7 September 2026 - 05:41 WIB

Senin 7 September, Jabodetabek Cerah tapi Suhu Bisa Menyengat

Minggu, 6 September 2026 - 21:17 WIB

Abu Anak Krakatau Menerpa Bekasi, Pengendara Dibagikan Masker

Minggu, 6 September 2026 - 17:02 WIB

Abu Anak Krakatau Capai Jakarta, Semua Sekolah Terapkan PJJ Mulai Senin

Berita Terbaru

Polisi mengungkap korban  Mozza Axillia dibunuh MDVA setelah cekcok akibat cemburu lalu jasadnya dibuang ke jurang Tol Jangli. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Misteri Mozza Terbongkar, Pelaku Ditangkap Saat Nonton Voli

Senin, 7 Sep 2026 - 06:05 WIB

Ilustrasi, Commuter Line tetap beroperasi di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
(Posnews/KAI)

JABODETABEK

Gunung Anak Krakatau Erupsi, KAI Commuter Merak Tetap Jalan

Senin, 7 Sep 2026 - 05:51 WIB

Ilustrasi, cuaca cerah mendominasi Jabodetabek Senin 7 September 2026 dengan suhu hingga 35 derajat Celsius.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Senin 7 September, Jabodetabek Cerah tapi Suhu Bisa Menyengat

Senin, 7 Sep 2026 - 05:41 WIB

Polisi membagikan masker kepada warga Bekasi untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Abu Anak Krakatau Menerpa Bekasi, Pengendara Dibagikan Masker

Minggu, 6 Sep 2026 - 21:17 WIB