Awas Malware! Polisi Singapura Peringatkan Bahaya Android TV Box Ilegal

Kamis, 13 November 2025 - 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Polisi (SPF) dan Agensi Keamanan Siber (CSA) Singapura merilis peringatan resmi terkait bahaya Android TV box non-sertifikasi yang bisa berisi malware pencuri data. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Polisi (SPF) dan Agensi Keamanan Siber (CSA) Singapura merilis peringatan resmi terkait bahaya Android TV box non-sertifikasi yang bisa berisi malware pencuri data. Dok: Istimewa.

SINGAPURA, POSNEWS.CO.ID – Kepolisian Singapura (SPF) dan Agensi Keamanan Siber (CSA) pada Rabu (12/11/2025) mengeluarkan peringatan bersama. Peringatan ini menyoroti bahaya penggunaan perangkat streaming non-sertifikasi, yang populer orang kenal sebagai Android TV box.

Otoritas menyatakan bahwa perangkat yang tidak resmi ini dapat membahayakan jaringan internet rumah dan mencuri informasi pribadi pengguna.

Perbedaan TV Box Resmi vs Ilegal

Dalam rilis resminya, otoritas menjelaskan bahwa ada berbagai jenis Android TV box. Perangkat yang certified (resmi) mendukung aplikasi berlisensi seperti Netflix dan Disney+.

Sebaliknya, perangkat non-sertifikasi seringkali mendukung situs streaming ilegal atau mendistribusikan aplikasi berbahaya.

“Pengguna yang mengunjungi situs streaming ilegal atau mengunduh aplikasi tidak resmi melalui TV box non-sertifikasi mereka berisiko mengunduh malware,” tulis pernyataan bersama tersebut.

Menjadi Botnet dan Pencurian Data

Lebih lanjut, otoritas memaparkan cara kerja ancaman ini. Malware tersebut menginfeksi perangkat pengguna dan mengubahnya menjadi bagian dari “botnet”.

Baca Juga :  Anggaran Pendidikan Tak Boleh Dikorupsi, Prabowo: Perbaikan 60 Ribu Sekolah Tahun 2026

Botnet adalah jaringan komputer yang telah pelaku kejahatan ambil alih. Kemudian, pelaku menggunakan jaringan ini untuk melakukan serangan siber skala besar, seperti serangan DDoS (Distributed Denial-of-Service) dan kampanye spam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, pelaku juga secara umum merancang malware tersebut untuk mencuri data pribadi pengguna dan alamat IP mereka. Selanjutnya, data curian ini pelaku kejahatan gunakan untuk melakukan penipuan, kampanye phishing, atau ad fraud.

Pengguna yang terkena dampak malware ini mungkin akan melihat gejala seperti:

  • Performa perangkat yang lambat.
  • Aktivitas akun yang tidak biasa.
  • Munculnya pop-up iklan terus-menerus.
  • Adanya program mencurigakan dan sistem yang tidak stabil.

Apa yang Harus Dilakukan?

Untuk melindungi diri, SPF dan CSA mengimbau masyarakat untuk menggunakan layanan streaming resmi atau membeli perangkat streaming bersertifikat dari merek ternama.

Baca Juga :  Trump Perintahkan Pengepungan Minyak Venezuela, Maduro Siap Melawan

Jika Anda mencurigai malware telah menginfeksi perangkat Anda, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. SEGERA PUTUSKAN perangkat dari koneksi internet.
  2. Jalankan pemindaian keamanan (security scan) dan hapus semua aplikasi pihak ketiga yang mencurigakan.
  3. Periksa semua akun bank, SingPass, dan CPF Anda untuk mencari transaksi tidak sah.
  4. JANGAN melakukan factory reset terlebih dahulu. Langkah ini dapat menghambat investigasi polisi.
  5. Jika Anda menemukan malware atau transaksi tidak sah, segera laporkan ke bank Anda dan buatlah laporan polisi.
  6. Ubah kata sandi semua akun yang mungkin terdampak dan aktifkan otentikasi multi-faktor (MFA).

Singapura telah meloloskan undang-undang yang melarang penjualan perangkat streaming ilegal ini pada September 2021. Bahkan, awal tahun ini, pengadilan telah menghukum seorang pemilik perusahaan dengan penjara dan denda S$181.000 karena menjual perangkat ilegal tersebut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UNESCO Laporkan Kerusakan Situs Warisan Dunia Akibat Perang Iran
Bareskrim Bongkar Sarang Narkoba White Rabbit Jakarta, Pelayan Hingga Bandar Dicokok
TNI Bongkar 4 Tersangka Kasus Air Keras Andrie Yunus, Tiga Perwira Terlibat
Iran Izinkan Kapal Negara Sahabat Lintasi Selat Hormuz
AS Dorong Suriah Masuk ke Lebanon untuk Lucuti Senjata Hezbollah
Ali Larijani Tewas, Mojtaba Khamenei Tolak Damai Saat Trump Kecam NATO
3,5 Juta Kendaraan Diprediksi Tinggalkan Jakarta Mudik Lebaran, Rekayasa Lalin Digeber
Viral di Instagram, Polisi Ringkus 17 Remaja Penebar Teror Petasan

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 16:48 WIB

UNESCO Laporkan Kerusakan Situs Warisan Dunia Akibat Perang Iran

Rabu, 18 Maret 2026 - 16:06 WIB

Bareskrim Bongkar Sarang Narkoba White Rabbit Jakarta, Pelayan Hingga Bandar Dicokok

Rabu, 18 Maret 2026 - 15:23 WIB

TNI Bongkar 4 Tersangka Kasus Air Keras Andrie Yunus, Tiga Perwira Terlibat

Rabu, 18 Maret 2026 - 14:38 WIB

Iran Izinkan Kapal Negara Sahabat Lintasi Selat Hormuz

Rabu, 18 Maret 2026 - 12:29 WIB

AS Dorong Suriah Masuk ke Lebanon untuk Lucuti Senjata Hezbollah

Berita Terbaru

Sejarah yang hancur. UNESCO menyatakan keprihatinan mendalam setelah serangan udara merusak Istana Golestan dan Masjid Jameh di Isfahan, mengancam warisan peradaban Persia yang tak ternilai. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

UNESCO Laporkan Kerusakan Situs Warisan Dunia Akibat Perang Iran

Rabu, 18 Mar 2026 - 16:48 WIB

Permainan izin di jalur energi. Iran menerapkan

INTERNASIONAL

Iran Izinkan Kapal Negara Sahabat Lintasi Selat Hormuz

Rabu, 18 Mar 2026 - 14:38 WIB

Lampu hijau dari Washington. Amerika Serikat mendorong pemerintahan baru Suriah untuk mengirim pasukan ke Lebanon Timur guna melucuti Hezbollah, memicu dilema keamanan bagi Presiden Ahmed al-Sharaa di tengah eskalasi perang Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Dorong Suriah Masuk ke Lebanon untuk Lucuti Senjata Hezbollah

Rabu, 18 Mar 2026 - 12:29 WIB