Anggaran Pendidikan Tak Boleh Dikorupsi, Prabowo: Perbaikan 60 Ribu Sekolah Tahun 2026

Jumat, 28 November 2025 - 22:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato di Hari Guru Nasional 2025 di Indonesia Arena. (Posnews/Ist)

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato di Hari Guru Nasional 2025 di Indonesia Arena. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kasus korupsi di Indonesia masih tinggi dan hampir merata disemua badan usaha dan institusi negara. Meski banyak yang sudah ditahan, namun korupsi masih tetap sulit dikendalikan bak gurita

Karena itu, Presiden Prabowo Subianto mengingatkan seluruh aparat agar menjaga anggaran pendidikan dan memastikan dana tersebut tepat sasaran.

Ia menegaskan, anggaran pendidikan tidak boleh diselewengkan, apalagi dikorupsi.

Pesan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri puncak Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Indonesia Arena, GBK, Jakarta, Jumat (28/11/2025).

Baca Juga :  Kemenag Cairkan Rp4,01 Triliun Dana BOS Madrasah dan BOP RA

“Saya ingatkan semua aparat, dari pusat sampai daerah, pastikan anggaran pendidikan tepat tujuan,” tegas Prabowo.

Jangan sampai anggaran pendidikan diselewengkan,” lanjutnya disambut sorak ribuan guru.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prabowo menegaskan, di banyak negara anggaran pertahanan berada di posisi teratas. Namun Indonesia menempatkan pendidikan sebagai pos anggaran terbesar. Karena itu, ia meminta seluruh pihak menjaga dana tersebut.

Target Perbaikan 60 Ribu Sekolah

Di hadapan para guru, Prabowo menyampaikan komitmennya untuk memperbaiki 60 ribu sekolah pada 2026.

Baca Juga :  Prabowo Temui Pengungsi Banjir Tapteng, Tegaskan Bantuan dan Pemulihan Dikebut

Ia mengakui, pemerintah baru mampu memperbaiki 16 ribu sekolah tahun ini.

Tahun ini kita baru mampu memperbaiki 16 ribu sekolah. Saya minta maaf,” ujar Prabowo.

Ia lalu menantang Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa untuk menambah anggaran, agar target perbaikan sekolah bisa diperbesar.

“Minimal 60 ribu sekolah tahun depan. Kalau bisa tambah, tambah!” ucap Prabowo yang langsung disoraki para guru. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Cabul Pelatih Sepatu Roda di Tangsel Terungkap dari Chat Korban
AS Dakwa Mantan Presiden Kuba Raul Castro Atas Penembakan Pesawat Sipil
Trump Luncurkan Dana Kompensasi $1,7 Miliar: Pendukung Beraksi
Gencatan Senjata di Ujung Tanduk: Trump Ancam Serangan
Pengadilan Australia Denda X Corp: Kegagalan Transparansi
Kejagung Musnahkan Jam Rolex KW Sitaan Koruptor Asabri Jimmy Sutopo
Densus 88 Soroti Ancaman Digital terhadap Anak, Literasi dan Deteksi Dini Diperkuat
Marinir AS Uji Sistem HIMARS untuk Deteksi Ancaman China

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:06 WIB

Dugaan Cabul Pelatih Sepatu Roda di Tangsel Terungkap dari Chat Korban

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:53 WIB

AS Dakwa Mantan Presiden Kuba Raul Castro Atas Penembakan Pesawat Sipil

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:47 WIB

Trump Luncurkan Dana Kompensasi $1,7 Miliar: Pendukung Beraksi

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:43 WIB

Gencatan Senjata di Ujung Tanduk: Trump Ancam Serangan

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:40 WIB

Pengadilan Australia Denda X Corp: Kegagalan Transparansi

Berita Terbaru

Kompensasi bagi

INTERNASIONAL

Trump Luncurkan Dana Kompensasi $1,7 Miliar: Pendukung Beraksi

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:47 WIB

Diplomasi penuh ancaman. Presiden Donald Trump mengeklaim negosiasi damai dengan Iran berada di tahap akhir, namun tetap memberikan ultimatum serangan militer. Kebuntuan ini terus memicu volatilitas harga minyak global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Gencatan Senjata di Ujung Tanduk: Trump Ancam Serangan

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:43 WIB

Ilustrasi, Kepatuhan digital menjadi pertaruhan. Pengadilan Federal Australia menjatuhkan denda A$650.000 kepada X Corp karena gagal memberikan informasi mengenai penanganan konten eksploitasi seksual anak kepada otoritas keamanan daring. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pengadilan Australia Denda X Corp: Kegagalan Transparansi

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:40 WIB