MONTEREY, POSNEWS.CO.ID – Dunia bawah air menyimpan tantangan fisik yang tak terlihat namun brutal. Tantangan paling mendasar adalah pergerakan. Densitas air yang tinggi membuat setiap inci pergerakan maju menjadi interaksi kompleks antara gaya dorong dan hambatan. Ditambah lagi, arus kuat membawa tenaga luar biasa yang bisa dengan mudah menyapu makhluk hidup.
Namun, alam menjawab tantangan ini dengan evolusi yang memukau. Hasilnya adalah berbagai metode renang yang menciptakan apa yang ilmuwan sebut sebagai “balet bawah air yang mempesona”.
Kerangka sebagai Tuas Penggerak
Ikan tidak sekadar meliuk; mereka menggunakan prinsip fisika tuas. Tengkorak ikan berfungsi sebagai titik tumpu (fulcrum) yang stabil, satu-satunya bagian yang benar-benar kaku. Sementara itu, tulang belakang bertindak sebagai tuas yang fleksibel.
Ligamen menyatukan serangkaian tulang belakang ini, namun tidak terlalu kencang. Hal ini memungkinkan sedikit gerakan ke samping di antara setiap pasang tulang. Akibatnya, seluruh tulang belakang menjadi fleksibel, memungkinkan gerakan menggelombang dari kepala ke ekor yang menghasilkan gaya dorong.
Mesin Ganda: Otot Merah dan Putih
Sementara tulang menyediakan kerangka gerak, ototlah yang menyuplai tenaga. Seekor ikan memiliki ratusan otot yang membungkus tubuhnya. Menariknya, ikan memiliki dua jenis “mesin” atau otot yang berbeda fungsi.
Sebagian besar tubuh ikan terdiri dari “otot putih”. Otot ini memiliki suplai darah yang buruk dan sedikit cadangan energi. Sebaliknya, area kecil di akar sirip dan sepanjang sisi tubuh terdiri dari “otot merah”. Otot merah ini kaya akan darah, lemak, dan glikogen.
Ikan menggunakan otot merah untuk berenang santai sehari-hari. Namun, saat bahaya mengancam—misalnya serangan predator—ikan akan mengaktifkan otot putih. Otot ini berfungsi sebagai “paket tenaga tambahan” raksasa yang memungkinkan ledakan kecepatan tinggi dalam waktu singkat untuk melarikan diri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sirip: Kemudi dan Penyeimbang
Banyak orang salah mengira bahwa sirip adalah alat penggerak utama. Padahal, gerakan renang utama justru berasal dari seluruh tubuh yang berotot. Sirip ekor memang menyumbang hingga 40 persen gaya dorong maju, tetapi fungsi utama sirip lainnya adalah stabilitas dan kontrol arah.
Sirip punggung (dorsal) dan perut (anal) mengontrol gerakan mengguling (rolling) dan membelok (yawing). Sementara itu, sirip dada (pectoral) dan panggul (pelvic) bertindak layaknya sayap pesawat (hydroplanes). Sirip-sirip ini mengontrol ketinggian (pitch), memungkinkan ikan menukik ke bawah atau melesat ke atas, serta berfungsi sebagai rem untuk berhenti.
Kategori Perenang: Dari Penyelundup hingga Pelari Cepat
Kecepatan ikan di alam liar sering kali mengejutkan. Ikan layar (sailfish) memegang rekor sebagai spesies tercepat jarak pendek, mampu melesat hingga 68 mil per jam (mph). Tuna menyusul dengan kecepatan jelajah tinggi, sementara ikan kecil umumnya tidak melebihi 2-3 mph.
Berdasarkan performanya, ilmuwan mengategorikan ikan ke dalam empat grup. Pertama, “sneakers” atau penyelundup seperti belut yang lambat tapi punya daya tahan. Kedua, “stayers” yang mampu berenang cepat dalam waktu lama. Ketiga, “sprinters” atau pelari cepat seperti ikan pike yang mengandalkan ledakan energi. Terakhir, “crawlers” atau perayap yang bergerak lamban seperti ikan bream.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia




















