Banjir 50 Cm Rendam Tiga Ruas Jalan Jakarta, Lalu Lintas Lumpuh

Selasa, 18 November 2025 - 15:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Banjir. (Posnews/Istockphoto)

Ilustrasi, Banjir. (Posnews/Istockphoto)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menghimbau warga untuk tetap waspada. Hujan deras yang mengguyur Ibu Kota siang ini kembali memicu banjir di tiga ruas jalan Jakarta.

BPBD DKI Jakarta melaporkan ketinggian air mencapai 50 cm, membuat arus lalu lintas tersendat dan aktivitas warga terganggu.

Kepala BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji menyebut genangan muncul akibat luapan Kali Mampang yang tak mampu menampung volume air hujan.

“BPBD mencatat tiga ruas jalan tergenang,” tegas Isnawa dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/11/2025).

Baca Juga :  Pengendara Dirampok di Tambora, Korban Disabet Clurit-Motor Dibawa Kabur

Data per pukul 14.00 WIB menunjukkan ketinggian air bervariasi 10–50 cm. BPBD langsung mengerahkan personel ke lokasi untuk memantau situasi sekaligus memastikan jalur darurat tetap bisa dilalui.

BPBD Kerahkan Personel & Lakukan Penyedotan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai langkah cepat, BPBD bersama Dinas SDA, Bina Marga, serta Gulkarmat melakukan penyedotan di titik-titik terdampak agar genangan tidak meluas.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan berhati-hati. Dalam keadaan darurat segera hubungi 112, layanan gratis 24 jam,” ujar Isnawa.

Baca Juga :  Terkuak! Pengusaha Bimbel Jadi Otak Penculikan dan Pembunuhan Kepala Bank BRI

Tiga Titik Jalan Terendam

Berikut rincian lokasi banjir hingga pukul 14.00 WIB:

  • Jalan Srengseng Raya, Kelurahan Srengseng
  • Jalan Pondok Karya, Kelurahan Pela Mampang
  • Jalan Kemang Utara IX, Kelurahan Duren Tiga

Ketinggian banjir: 10–50 cm

Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Mampang

Dengan intensitas hujan yang masih tinggi, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama pengguna kendaraan bermotor yang melintasi area rawan genangan. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi
Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:54 WIB

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Berita Terbaru

Membalikkan keadaan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengklaim telah mengubah peta geopolitik Timur Tengah melalui ekspor teknologi pencegat drone ke negara-negara Teluk yang kini menjadi target serangan Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Mar 2026 - 21:54 WIB

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB