Gempa M7,7 NTT: 75 Orang Meninggal, 907 Luka dan 92.735 Mengungsi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dok: Kapolri Listyo Sigit Prabowo meninjau posko pengungsian korban gempa bumi di Kabupaten Manggarai, NTT.

Dok: Kapolri Listyo Sigit Prabowo meninjau posko pengungsian korban gempa bumi di Kabupaten Manggarai, NTT.

NTT, POSNEWS.CO.ID – Duka akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) belum berakhir.

Data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Kamis (20/8/2026) pukul 16.00 WIB menunjukkan korban meninggal dunia bertambah menjadi 75 orang.

Gempa yang mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB itu juga menyebabkan 907 orang mengalami luka-luka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, jumlah warga yang terpaksa meninggalkan rumah melonjak menjadi 92.735 orang.

Angka tersebut menunjukkan betapa berat dampak bencana yang masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Flores.

Terlebih, gempa susulan masih terus terjadi sehingga warga memilih bertahan di lokasi pengungsian demi keselamatan.

Korban Meninggal Bertambah Empat Orang

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengungkapkan, jumlah korban meninggal bertambah empat orang dibandingkan data sebelumnya yang mencapai 71 jiwa.

Tambahan korban tercatat di tiga kabupaten. Kabupaten Sikka menyumbang dua korban, Kabupaten Manggarai satu korban, dan Kabupaten Nagekeo satu korban.

“Untuk saat ini mencapai 75 jiwa,” kata Berton dalam konferensi pers, Kamis (20/8/2026).

Kabar tersebut menambah panjang daftar keluarga yang harus kehilangan orang tercinta akibat bencana.

BNPB pun menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan seluruh masyarakat yang terdampak.

Baca Juga :  Cuaca Jabodetabek 12 Juni 2026: Jakarta - Bekasi Cerah, Mendukung Aktivitas Warga

Korban Luka Menembus 907 Orang

Tidak hanya korban meninggal yang bertambah. BNPB juga memperbarui jumlah warga yang mengalami luka.

Dari sebelumnya 898 orang, jumlah korban luka kini menjadi 907 orang. Artinya, terdapat tambahan sembilan korban dalam pembaruan data terbaru.

Seluruh tambahan korban luka tersebut tercatat berasal dari Kabupaten Ngada.

Di tengah kondisi tersebut, layanan kesehatan di wilayah terdampak terus menjadi kebutuhan penting.

Sebelumnya, BNPB juga melaporkan gangguan terhadap fasilitas kesehatan akibat kerusakan infrastruktur.

Pengungsi Meledak Jadi 92.735 Orang

Situasi semakin berat karena jumlah pengungsi melonjak tajam.

BNPB mencatat 92.735 orang kini mengungsi, naik 33.088 orang dibandingkan data sebelumnya yang mencapai 59.647 orang.

Kenaikan terbesar terjadi di:

  • Kabupaten Nagekeo: bertambah 21.883 pengungsi.
  • Kabupaten Manggarai: bertambah 9.649 pengungsi.
  • Kabupaten Manggarai Barat: bertambah 1.556 pengungsi.

Lonjakan tersebut terjadi ketika gempa susulan masih mengguncang wilayah Flores. Hingga pukul 16.00 WIB, BNPB mencatat 3.752 gempa susulan telah terjadi setelah gempa utama.

Ribuan Gempa Susulan Bikin Warga Cemas

Ancaman belum benar-benar berlalu. BMKG mencatat ribuan gempa susulan sejak gempa utama terjadi.

Hingga Kamis pagi, jumlahnya sudah mencapai 3.394 kejadian, termasuk sejumlah gempa dengan magnitudo di atas 5.

BMKG sebelumnya mengingatkan bahwa gempa susulan masih berpotensi berlangsung selama beberapa pekan.

Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan.

Warga juga disarankan menghindari bangunan yang telah mengalami kerusakan.

Ketika gempa kembali terasa, masyarakat perlu melindungi kepala, menjauh dari benda yang berpotensi jatuh, kemudian menuju tempat aman setelah guncangan berhenti.

Baca Juga :  Kasus Dugaan SMK IDN Boarding School Ilegal di Bogor, Polisi Masuk Tahap Penyidikan

36.163 Rumah Rusak

Kerusakan material juga terus diperbarui. BNPB kini mencatat 36.163 unit rumah mengalami kerusakan akibat gempa.

Jumlah tersebut bertambah 7.187 unit dibandingkan pendataan sebelumnya.

BNPB menjelaskan, kenaikan tidak semata-mata menunjukkan kerusakan baru, tetapi juga dipengaruhi proses pendataan lapangan yang semakin akurat.

Kerusakan rumah membuat ribuan keluarga belum dapat kembali ke tempat tinggal mereka.

Kondisi ini sekaligus memperbesar kebutuhan terhadap tempat tinggal sementara, makanan, air bersih, obat-obatan, selimut, dan kebutuhan dasar lainnya.

Bantuan Harus Bergerak Cepat

Di tengah duka yang belum reda, bantuan kemanusiaan terus bergerak. Sejumlah organisasi telah menyalurkan makanan, air bersih dan kebutuhan dasar kepada penyintas di wilayah terdampak.

Salah satunya ASAR Humanity yang pada 19 Agustus menyalurkan dukungan dapur umum, air bersih dan selimut di Manggarai Timur serta Nagekeo.

Namun, besarnya jumlah pengungsi membuat distribusi bantuan harus dilakukan secara cepat, merata dan berkelanjutan.

Gempa ini bukan hanya meninggalkan bangunan yang runtuh. Bencana juga meninggalkan kehilangan, trauma dan ketidakpastian bagi puluhan ribu warga.

Karena itu, keselamatan masyarakat harus tetap menjadi prioritas.

Warga perlu mengikuti arahan petugas, tidak kembali ke rumah yang belum dinyatakan aman, serta selalu memantau informasi resmi BMKG dan BNPB.

Di tengah tragedi ini, satu hal tidak boleh hilang: kepedulian. Setiap bantuan, setiap tenaga yang dikerahkan, dan setiap doa menjadi harapan bagi warga NTT untuk bangkit dari bencana. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

20 Hari Disandera KKB, Nemerina Wamang Diselamatkan, Satu Korban Tewas
Karnaval Maulid Pekalongan Tampilkan Adegan Mencekam, MUI Soroti Unsur Satanik
Tiga ASN Jayawijaya Tewas Ditembak, Sebby Klaim Ada Dugaan Intelijen
Dua Bocah Kakak Beradik Tewas dalam Kebakaran, Kamar Terkunci dari Luar
Cemburu Bikin Gelap Mata, Pria Tulungagung Nekat Bakar Mobil Tetangga
Update KM Virgo Transport 8: 107 Selamat, 6 Tewas, 130 Masih Dicari
Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Penumpang Meninggal
Gara-gara Komentar Live TikTok, Pria di Lampung Diduga Aniaya Istri Pakai Golok

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 15:22 WIB

Karnaval Maulid Pekalongan Tampilkan Adegan Mencekam, MUI Soroti Unsur Satanik

Senin, 14 September 2026 - 07:34 WIB

Tiga ASN Jayawijaya Tewas Ditembak, Sebby Klaim Ada Dugaan Intelijen

Senin, 14 September 2026 - 06:12 WIB

Dua Bocah Kakak Beradik Tewas dalam Kebakaran, Kamar Terkunci dari Luar

Senin, 14 September 2026 - 06:01 WIB

Cemburu Bikin Gelap Mata, Pria Tulungagung Nekat Bakar Mobil Tetangga

Minggu, 13 September 2026 - 20:59 WIB

Update KM Virgo Transport 8: 107 Selamat, 6 Tewas, 130 Masih Dicari

Berita Terbaru

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Posnews/KPK)

NASIONAL

KPK OTT BPN Bogor: 17 Orang Diamankan, Nama Summarecon Mencuat

Selasa, 15 Sep 2026 - 05:40 WIB

Ilustrasi, langit berawan menyelimuti kawasan Jabodetabek pada Selasa 15 September 2026.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Cuaca Jakarta hingga Bekasi Berawan, Suhu Capai 36°C

Selasa, 15 Sep 2026 - 05:27 WIB