Bareskrim Bongkar Transaksi Sabu Hampir 1 Kg di Morowali, Pelaku Dibekuk Turun dari Bus

Kamis, 2 April 2026 - 09:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi menunjukkan pelaku dan barang bukti sabu seberat hampir 1 kilogram hasil penangkapan di Morowali Sulawesi Tengah. (Posnews/Ist)

Polisi menunjukkan pelaku dan barang bukti sabu seberat hampir 1 kilogram hasil penangkapan di Morowali Sulawesi Tengah. (Posnews/Ist)

SULAWESI TENGAH, POSNEWS.CO.ID – Bareskrim Polri terus memburu sindikat narkoba. Tim Subdit II Dittipid Narkoba langsung menggagalkan transaksi sabu di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Dalam operasi senyap itu, petugas meringkus satu bandar sabu dengan barang bukti hampir 1 kilogram.

Pengungkapan dramatis tersebut terjadi pada Rabu malam (1/4/2026) sekitar pukul 21.30 WITA di kawasan Masjid Raya Desa Bahodopi, Kecamatan Bahodopi.

Lokasi ibadah itu seketika berubah menjadi titik penangkapan.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, mengungkapkan pelaku bernama M. Reski (40), warga asal Kabupaten Luwu.

Baca Juga :  Tragis, Mahasiswi Asal NTT Dibunuh Remaja 16 Tahun di Kos Ciracas

“Petugas menangkapnya sesaat setelah ia turun dari bus antar kota saat hendak bertransaksi narkotika,” ungkap Brigjen Eko, Kamis (2/3/2026).

Polisi langsung menyita 19 paket sabu seberat bruto 933 gram yang disembunyikan dalam tas hitam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, petugas juga mengamankan satu unit ponsel Oppo yang diduga digunakan untuk komunikasi jaringan.

Sebelumnya, tim Bareskrim menerima informasi terkait pergerakan transaksi sabu di wilayah tersebut.

Menindaklanjuti informasi itu, petugas bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil membekuk pelaku di lokasi.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jabodetabek 15 Januari, Hujan Ringan hingga Lebat Sepanjang Hari

Saat diinterogasi, tersangka tidak berkutik. Polisi kini terus mengembangkan kasus ini untuk membongkar jaringan yang lebih besar di balik peredaran sabu.

Brigjen Eko menegaskan, pihaknya akan terus mengejar jaringan narkoba hingga ke akar-akarnya.

Ia juga memastikan pengembangan kasus menjadi prioritas untuk memutus rantai peredaran narkotika lintas daerah.

Selain itu, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi guna memperkuat berkas perkara.

Kini, pelaku terancam hukuman berat. Polisi memastikan proses penyidikan berjalan tuntas demi membersihkan wilayah dari ancaman narkoba. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tatanan Barat Terguncang: Trump Pertimbangkan Keluar dari NATO
Gempa M7,6 Bitung Picu Ancaman Tsunami 3 Meter, Warga Diminta Menjauh dari Pantai
Benteng di Bawah Ballroom: Proyek East Wing White House Senilai $400 Juta
Trump Janjikan Perang Iran Berakhir Segera di Tengah Merosotnya Dukungan Publik
Kebakaran Hebat SPBE Cimuning Bekasi, 12 Orang Luka Bakar Parah hingga 70 Persen
Polda Metro Jaya Tak Gentar Digugat Purnawirawan TNI, Siapkan Tim Hadapi Citizen Lawsuit
Sadis! Anak Bunuh dan Mutilasi Ayah di Bulukumba, Motif Sakit Hati Tak Diakui
Detik-detik Gempa Dahsyat di Bitung, Manado Ikut Diguncang, Warga Panik Berlarian

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 10:10 WIB

Tatanan Barat Terguncang: Trump Pertimbangkan Keluar dari NATO

Kamis, 2 April 2026 - 09:51 WIB

Gempa M7,6 Bitung Picu Ancaman Tsunami 3 Meter, Warga Diminta Menjauh dari Pantai

Kamis, 2 April 2026 - 09:35 WIB

Bareskrim Bongkar Transaksi Sabu Hampir 1 Kg di Morowali, Pelaku Dibekuk Turun dari Bus

Kamis, 2 April 2026 - 09:30 WIB

Benteng di Bawah Ballroom: Proyek East Wing White House Senilai $400 Juta

Kamis, 2 April 2026 - 08:59 WIB

Trump Janjikan Perang Iran Berakhir Segera di Tengah Merosotnya Dukungan Publik

Berita Terbaru

Ilustrasi, Aliansi di ambang kehancuran. Presiden Donald Trump secara terbuka mengancam akan menarik Amerika Serikat keluar dari NATO setelah sekutu Eropa menolak pengerahan militer ke Selat Hormuz, memicu krisis keamanan terbesar sejak 1949. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tatanan Barat Terguncang: Trump Pertimbangkan Keluar dari NATO

Kamis, 2 Apr 2026 - 10:10 WIB