Bencana di Sumatera, Korban Banjir dan Longsor Digartiskan BPJS hingga Sertifikat Tanah

Minggu, 14 Desember 2025 - 14:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua MPR Ahmad Muzani menyalurkan bantuan dan menyampaikan BPJS Kesehatan serta sertifikat tanah digratiskan bagi korban banjir dan longsor di Aceh. (Posnews/Humas Sumbnar)

Ketua MPR Ahmad Muzani menyalurkan bantuan dan menyampaikan BPJS Kesehatan serta sertifikat tanah digratiskan bagi korban banjir dan longsor di Aceh. (Posnews/Humas Sumbnar)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Bantuan bagi korban bencana alam di Sumatera terus mengalir. Ketua MPR RI Ahmad Muzani turun langsung menyalurkan bantuan bagi korban banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Kabar penting ikut dibawa: iuran BPJS Kesehatan dan sertifikasi tanah korban bencana digratiskan.

Muzani menegaskan, warga terdampak tetap mendapat layanan kesehatan maksimal tanpa dipungut biaya. Selain itu, Badan Pertanahan Nasional (BPN) membebaskan biaya sertifikat tanah bagi rumah warga yang rusak atau hilang akibat bencana.

“BPJS Kesehatan digratiskan. Sertifikat tanah juga kami bebaskan untuk masyarakat terdampak,” ujar Muzani, Minggu (14/12/2025).

Baca Juga :  Banjir dan Longsor di Sumatera Tembus 1.053 Meninggal, BNPB: 25 Daerah Masih Darurat

Hasil tinjauan di Aceh Utara menunjukkan kondisi darurat. Dari 27 kecamatan, 25 kecamatan rusak berat, sisanya rusak ringan. Praktis, hampir seluruh wilayah kabupaten terdampak bencana.

Lebih parah lagi, lebih dari 100 ribu warga mengungsi. Namun, banyak pengungsi belum tertampung di hunian sementara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka terpaksa menumpang di rumah keluarga, sekolah, hingga masjid yang berada di dataran lebih tinggi.

“Kondisinya memprihatinkan. Rumah hancur, sawah rusak, ternak hilang. Bahkan ada keluarga yang meninggal dan hilang,” ungkap Muzani.

Baca Juga :  Korban Bencana Aceh–Sumatera Tembus 1.198 Orang, 166 Ribu Warga Mengungsi

Warga kini mendesak pemulihan akses jalan agar bantuan lancar. Menjelang Ramadhan, mereka juga berharap pemerintah segera membangun rumah singgah dan hunian tetap.

Di sektor pendidikan, Muzani menyebut pemerintah mulai membagikan school kit agar anak-anak bisa kembali bersekolah. “Sekolah tidak boleh berhenti meski bencana melanda,” tegasnya.

Sementara itu, bantuan MPR berisi kebutuhan pokok, mulai dari bahan makanan, perlengkapan bayi, kebutuhan perempuan, hingga obat-obatan.

“Bantuan ini terbatas, tapi perhatian Presiden Prabowo sangat besar. Gotong royong bangsa ini masih hidup,” tutup Muzani. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mendorong Ecocide ke Dalam Statuta Roma dan Memburu Korporasi Perusak Alam
Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?
Sekuritisasi Perubahan Iklim: Ketika Kerusakan Alam Menjadi Ancaman Militer
Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global
Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21
Mengapa Isu Perubahan Iklim Menjadi Alat Tawar Politik Baru?
Kematian Dunia Menurun, Namun Nigeria dan Kongo Catat Rekor Kelam
ICE Tahan Ibu dan Anak Autis Kanada Meski Dokumen Legal

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 15:11 WIB

Mendorong Ecocide ke Dalam Statuta Roma dan Memburu Korporasi Perusak Alam

Senin, 23 Maret 2026 - 14:22 WIB

Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?

Senin, 23 Maret 2026 - 13:23 WIB

Sekuritisasi Perubahan Iklim: Ketika Kerusakan Alam Menjadi Ancaman Militer

Senin, 23 Maret 2026 - 12:20 WIB

Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global

Senin, 23 Maret 2026 - 11:12 WIB

Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21

Berita Terbaru

Lebih dari sekadar emisi. Perspektif Teori Kritis memandang krisis iklim sebagai manifestasi ketidakadilan sejarah, di mana negara berkembang menanggung beban bencana atas kemakmuran yang dinikmati negara maju. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?

Senin, 23 Mar 2026 - 14:22 WIB

Ilustrasi, Wajah baru kolonialisme? Perspektif Marxisme memandang agenda lingkungan global sebagai alat tawar negara maju (Utara) untuk menghambat industrialisasi dan memperpanjang ketergantungan negara berkembang (Selatan). Dok: Istimerwa.

INTERNASIONAL

Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global

Senin, 23 Mar 2026 - 12:20 WIB

Perebutan urat nadi kehidupan. Geopolitik air kini menjadi medan tempur baru bagi negara-negara yang bersaing memperebutkan kedaulatan sumber daya di tengah ancaman kekeringan global 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21

Senin, 23 Mar 2026 - 11:12 WIB