JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap data terbaru penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Hingga Jumat, 16 Januari 2026, jumlah korban jiwa terus bertambah dan kondisi di lapangan masih darurat.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan total korban meninggal dunia mencapai 1.198 orang, sementara 144 orang masih dinyatakan hilang.
“Data terkini menunjukkan peningkatan korban jiwa. Total korban meninggal akibat bencana hidrometeorologi di tiga provinsi mencapai 1.198 orang, dan korban hilang tercatat 144 orang,” kata Abdul Muhari, Sabtu (17/1/2026).
Aceh Jadi Titik Penambahan Korban
Lebih lanjut, Aam menjelaskan, Aceh mencatat penambahan delapan korban meninggal dalam pembaruan data terakhir.
Selain itu, BNPB mencatat 166.579 jiwa masih bertahan di lokasi pengungsian akibat rusaknya permukiman dan infrastruktur vital.
“Penambahan korban meninggal tercatat di Aceh sebanyak delapan orang. Saat ini, sebanyak 166.579 warga masih mengungsi,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
BNPB Percepat Huntara dan Pemulihan Wilayah
Sementara itu, BNPB terus memacu percepatan pembangunan hunian sementara (huntara), sekaligus membuka dan membersihkan akses jalan serta jembatan yang rusak akibat bencana.
BNPB mempercepat pemulihan permukiman agar wilayah terdampak segera layak huni dan aktivitas warga pulih bertahap.
BNPB kini memprioritaskan keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan pengungsi, serta percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh–Sumatera.
Editor : Hadwan





















