JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru jumlah korban tewas akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) terus melonjak.
Tercatat BNPB melaporkan 846 orang meninggal, 547 orang masih hilang dan 2.700 warga mengalami luka-luka. Total 10.900 rumah rusak, dan 51 kabupaten/kota terdampak, pada Jumat (5/12/2025) pukul 14.25 WIB.
Selain itu, 547 orang masih hilang dan 2.700 warga mengalami luka-luka. Total 10.900 rumah rusak, dan 51 kabupaten/kota terdampak.
Rincian Korban Tewas per Provinsi
- Aceh: 325 orang
- Sumut: 311 orang
- Sumbar: 210 orang
- 326 Sekolah Rusak, Infrastruktur Ambruk
BNPB mencatat 326 fasilitas pendidikan hancur, 185 rumah ibadah rusak, 25 fasilitas kesehatan terdampak, 115 kantor rusak, serta 295 jembatan putus.
Data pukul 07.00 WIB juga menunjukkan 836 korban tewas, 209 hilang, dan 2.700 luka-luka—angka yang terus berubah seiring pencarian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Komisi X DPR Desak Trauma Healing untuk Guru & Siswa
Anggota Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih menekankan pentingnya trauma healing sebelum kegiatan belajar dimulai di sekolah darurat.
Ia meminta Kemendikdasmen menggandeng Kemensos dan Kemendiktisaintek agar pemulihan psikologis berjalan efektif.
Fikri menegaskan, pemulihan sekolah harus diprioritaskan, karena menyelamatkan ruang belajar berarti menjaga masa depan anak-anak terdampak.
1.009 Sekolah Terdampak, Dana Darurat Rp 4 Miliar Mengalir
Kemendikdasmen sudah menyalurkan Rp 4 miliar dana tanggap darurat untuk mendukung proses belajar pasca-bencana. Total 1.009 sekolah dari PAUD hingga SLB terdampak di tiga provinsi:
Aceh – 310 Satuan Pendidikan
PAUD 57 | SD 91 | SMP 55 | SMA 65 | SMK 34 | PKBM/SKB 1 | SLB 7
Sumatera Utara – 385 Satuan Pendidikan
PAUD 76 | SD 199 | SMP 92 | SMA 11 | SMK 6 | SLB 1
Sumatera Barat – 314 Satuan Pendidikan
PAUD 51 | SD 63 | SMP 71 | SMA 20 | SMK 1 | SLB 8
Kemendikdasmen juga mendirikan tenda darurat, menggalang bantuan, serta melakukan pemetaan agar proses belajar tetap berjalan di tengah bencana. (red)


















