Cemburu Pacar, Mahasiswa Stikes Kendedes Malang Tewas Ditikam Teman

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi menangkap pembunuh mahasiswa Stikes Kendedes Malang di asrama. (Posnews/YouTube)

Polisi menangkap pembunuh mahasiswa Stikes Kendedes Malang di asrama. (Posnews/YouTube)

MALANG, POSNEWS.CO.ID – Persahabatan dua mahasiswa di Kota Malang berubah menjadi tragedi berdarah. AVG (25), mahasiswa semester akhir Stikes Kendedes Malang, tewas ditikam temannya sendiri, SP (26).

Ironisnya, pertikaian maut itu diduga bermula dari persoalan asmara. SP disebut tersulut emosi karena korban diduga pernah menggoda dan mengganggu pacarnya.

Peristiwa tersebut terjadi di kompleks asrama mahasiswa Stikes Kendedes, Jalan Raden Panji Suroso, Kota Malang, Selasa (18/8/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Awalnya Minum Arak, Berakhir Mengerikan

Sebelum tragedi terjadi, korban dan pelaku sempat berada di kamar asrama sambil minum arak.

Baca Juga :  Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus

Situasi kemudian berubah panas. Pelaku mempermasalahkan sikap korban terhadap pacarnya. Cekcok mulut pun pecah.

Perselisihan semakin tak terkendali hingga keduanya terlibat baku hantam. Dalam kondisi emosi, SP kemudian mengambil pisau kupas buah.

Senjata itu digunakan untuk menikam korban.

Dada Kanan Jadi Sasaran

Tusukan mengenai bagian dada kanan AVG. Pisau yang digunakan pelaku memiliki panjang sekitar 17 sentimeter.

Luka parah membuat korban akhirnya meninggal dunia.

Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Rahmad Aji Prabowo mengatakan, polisi menduga kecemburuan menjadi pemicu utama pertikaian tersebut.

Baca Juga :  Imam Masjid di Palopo Bonyok Dikeroyok OTK Usai Tegur Bocah Main Mikrofon

“Yang jelas, untuk motifnya ini ada ketersinggungan bahwa antara pelaku dan korban ini ada kecemburuan.”

Polisi kini masih mendalami rangkaian kejadian untuk mengungkap secara utuh penyebab pertikaian hingga berujung penikaman.

Pelaku Berhasil Diamankan

Petugas langsung bergerak setelah menerima laporan penikaman. SP akhirnya berhasil diamankan polisi untuk menjalani pemeriksaan.

Sementara itu, jenazah AVG dievakuasi untuk proses lebih lanjut.

Kasus tersebut menjadi peringatan keras bahwa persoalan asmara dan kecemburuan yang tidak dikendalikan dapat berubah menjadi petaka.

Satu cekcok bisa berujung kehilangan nyawa. Karena itu, emosi bukan alasan untuk melakukan kekerasan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gempa NTT: Korban Tewas Jadi 71 Orang, BMKG Catat 3.002 Gempa Susulan
Bocah 12 Tahun Meninggal di Rumah, Polisi Dalami Dugaan Pemicu Peristiwa
Hitadipa Jadi Kampung Papua Damai, TNI Dorong Warga Bangkit dan Sejahtera
Gempa M7,7 NTT Tewaskan 70 Orang, 132 Luka dan SAR Fokus Penyisiran
Diskon Pajak Kendaraan Banten hingga 40 Persen Mulai 18 Agustus 2026
Konflik Warisan, Paman dan Keponakan Duel di Rembang Berujung Maut
Warga Halmahera Utara Serahkan 16 Senpi Ilegal dan 138 Amunisi ke Polisi
Gempa NTT Terkini: 68 Warga Meninggal, 213 Orang Luka

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:20 WIB

Cemburu Pacar, Mahasiswa Stikes Kendedes Malang Tewas Ditikam Teman

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Gempa NTT: Korban Tewas Jadi 71 Orang, BMKG Catat 3.002 Gempa Susulan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Bocah 12 Tahun Meninggal di Rumah, Polisi Dalami Dugaan Pemicu Peristiwa

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Hitadipa Jadi Kampung Papua Damai, TNI Dorong Warga Bangkit dan Sejahtera

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:03 WIB

Gempa M7,7 NTT Tewaskan 70 Orang, 132 Luka dan SAR Fokus Penyisiran

Berita Terbaru

Petani di Jepang mulai bekerja malam hari untuk menghindari terik matahari mematikan, seiring gelombang panas ekstrem. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Petani Jepang Ubah Jadwal Kerja Jadi Malam Hari

Kamis, 20 Agu 2026 - 06:44 WIB

Basarnas menggelar operasi pencarian dan pertolongan korban kecelakaan kapal di perairan Indonesia.
(Posnews/Basarnas)

NASIONAL

Alarm Laut Indonesia! 601 Operasi SAR, 239 Orang Meninggal

Kamis, 20 Agu 2026 - 06:32 WIB