China dan Afrika Luncurkan Tahun Pertukaran Budaya 2026

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Di markas Uni Afrika, Wang Yi serukan perlawanan terhadap politik kekuasaan. Beijing dan Afrika pererat ikatan peradaban di tengah gejolak dunia. Dok: Istimewa.

Di markas Uni Afrika, Wang Yi serukan perlawanan terhadap politik kekuasaan. Beijing dan Afrika pererat ikatan peradaban di tengah gejolak dunia. Dok: Istimewa.

ADDIS ABABA, POSNEWS.CO.ID – Markas besar Uni Afrika (AU) di Addis Ababa, Ethiopia, menjadi saksi sejarah baru pada hari Kamis. Ratusan delegasi diplomatik berkumpul untuk meresmikan peluncuran “Tahun Pertukaran Antar-Masyarakat China-Afrika 2026”. Acara ini bukan sekadar seremonial budaya, melainkan penegasan posisi strategis dua kekuatan besar “Global South” di panggung dunia.

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, memimpin acara tersebut dengan membacakan surat ucapan selamat dari Presiden Xi Jinping. Dalam pesannya, Xi menekankan pentingnya pembelajaran timbal balik antar-peradaban. Menurut Xi, pertukaran budaya bukan pelengkap, melainkan fondasi kokoh untuk memajukan modernisasi China-Afrika di era baru.

Wang Yi menegaskan bahwa hubungan kedua pihak memiliki sejarah panjang. Faktanya, di bawah panduan para pemimpin kedua belah pihak, pertukaran orang-ke-orang telah berkembang pesat dan memberikan hasil yang bermanfaat dalam beberapa tahun terakhir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebangkitan Global South yang Tak Terbendung

Pidato Wang Yi menyoroti dinamika geopolitik yang tajam. Ia menyebut dunia sedang mengalami perubahan besar yang belum pernah terjadi dalam satu abad.

Baca Juga :  Diplomasi Munich: Wang Yi dan Marco Rubio Sepakati Stabilitas Hubungan China-AS

“Global South, yang diwakili oleh China dan Afrika, sedang bangkit tanpa bisa terbendung,” tegas Wang dengan optimis.

Namun, ia tidak menutup mata terhadap realitas keras. Wang memperingatkan bahwa dunia masih jauh dari kata damai. Ia mengkritik keras praktik “hukum rimba” yang bertentangan dengan norma internasional.

“Politik kekuasaan dan tindakan perundungan (bullying) melanggar hak dan kepentingan sah negara-negara berkembang,” ujarnya, menyiratkan kritik terhadap hegemoni Barat. Oleh karena itu, Wang menyerukan agar China dan Afrika menjunjung tinggi keadilan, memperkuat solidaritas, dan menolak dominasi sepihak.

Dukungan Penuh Benua Hitam

Para pemimpin Afrika menyambut hangat inisiatif ini. Jean-Claude Gakosso, Menteri Luar Negeri Republik Kongo, bersama Ketua Komisi Uni Afrika Mahmoud Ali Youssouf, turut menyampaikan pidato dukungan.

Mereka menilai surat Presiden Xi memberikan dorongan moral yang besar. Bagi para pemimpin Afrika, Tahun Pertukaran ini akan membuka babak baru dalam memperdalam dialog peradaban dan memperkuat ikatan batin antarakyat.

Baca Juga :  Islah di Lirboyo: Miftachul Akhyar dan Gus Yahya Sepakat Gelar Muktamar ke-35 NU Bersama

Lebih dari 200 peserta, termasuk pejabat tinggi PBB dan diplomat, menyaksikan momen tersebut. Afrika menyatakan kesiapannya untuk memanfaatkan peluang ini guna memperdalam kerja sama di bidang budaya, pendidikan, pariwisata, hingga seni.

Bersatu Melawan Hegemonisme

Di balik diplomasi budaya, terselip agenda politik yang kuat. Pihak Afrika menyuarakan dukungan penuh terhadap Inisiatif Tata Kelola Global (Global Governance Initiative) yang Presiden Xi usulkan.

Di tengah ketidakstabilan global yang meningkat, para pemimpin Afrika menyerukan persatuan. Mereka bertekad berdiri bersama Beijing untuk menentang hegemonisme dan menjaga tatanan internasional yang adil.

Kerja sama ekonomi di bawah kerangka Forum Kerja Sama China-Afrika (FOCAC) dan Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI) juga menjadi sorotan. Terbukti, sejak FOCAC berdiri, kedua belah pihak telah mencapai hasil substansial dalam konektivitas, pertanian, hingga telekomunikasi, yang berkontribusi langsung pada agenda pembangunan Uni Afrika.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Selebriti Lawan Deepfake AI dengan Hukum Trademark
Dendam Lama Meledak di Panggung Nikahan, Lansia Tanjung Priok Ditangkap
AS Wajibkan Pelamar Green Card Ajukan Aplikasi dari Negara Asal
Ledakan Gas Tewaskan 90 Pekerja, Bencana Terburuk dalam 17 Tahun
Ini Tampang Kecot Rampok Wanita Bogor, Mobil Dijual Murah buat Judol dan Foya-foya
Lebih 202 Ribu Jemaah Indonesia Siap Jalani Puncak Haji Armuzna
Marinir AS Uji HIMARS untuk Tangkal Agresi China
Sopir Diduga Mengantuk, Innova Rombongan DPR RI Hantam Dump Truk

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:57 WIB

Selebriti Lawan Deepfake AI dengan Hukum Trademark

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:57 WIB

Dendam Lama Meledak di Panggung Nikahan, Lansia Tanjung Priok Ditangkap

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:36 WIB

AS Wajibkan Pelamar Green Card Ajukan Aplikasi dari Negara Asal

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:33 WIB

Ledakan Gas Tewaskan 90 Pekerja, Bencana Terburuk dalam 17 Tahun

Minggu, 24 Mei 2026 - 06:55 WIB

Ini Tampang Kecot Rampok Wanita Bogor, Mobil Dijual Murah buat Judol dan Foya-foya

Berita Terbaru

Taylor Swift hingga Matthew McConaughey kini menggunakan hukum merek dagang untuk melindungi wajah dan suara mereka dari kloning kecerdasan buatan. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Selebriti Lawan Deepfake AI dengan Hukum Trademark

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:57 WIB

Pemerintahan Donald Trump mewajibkan warga asing yang mencari izin tinggal tetap (green card) untuk meninggalkan Amerika Serikat dan mengajukan aplikasi dari negara asal mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Wajibkan Pelamar Green Card Ajukan Aplikasi dari Negara Asal

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:36 WIB

Tragedi di kedalaman bumi. Ledakan gas dahsyat di tambang batu bara Liushenyu, China, merenggut setidaknya 90 nyawa, memicu seruan Presiden Xi Jinping untuk memperketat standar keselamatan kerja nasional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ledakan Gas Tewaskan 90 Pekerja, Bencana Terburuk dalam 17 Tahun

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:33 WIB