MOSKOW, POSNEWS.CO.ID – Perang energi antara Rusia dan Ukraina memasuki babak baru yang semakin sengit.
Gempuran Jarak Jauh Hantam Jantung Siberia
Militer Ukraina meluncurkan pesawat tanpa awak ke wilayah Omsk, Siberia. Serangan udara maut ini menghantam kilang minyak terbesar milik Rusia. Dua perwakilan industri mengonfirmasi penghentian operasional kilang tersebut pada hari Selasa. Gempuran udara ini menjadi salah satu serangan terjauh Ukraina selama konflik berlangsung.
Kerusakan Unit Penyulingan Utama CDU-10
Utusan khusus Presiden Vladimir Putin, Anatoly Seryshev, memberikan konfirmasi resmi. Seryshev menyebut serangan hari Senin tersebut merusak fasilitas penting kilang Omsk. Namun, ia memastikan tidak ada karyawan kilang yang mengalami cedera fisik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dua sumber industri menyebut kebakaran hebat merusak unit penyulingan minyak mentah CDU-10. Unit vital ini mengolah sekitar 24.580 metrik ton minyak mentah setiap hari. Kapasitas pengolahan tersebut setara dengan 38% dari total kemampuan produksi kilang.
Dampak Ekonomi dan Penghentian Penjualan Bursa
Kilang Omsk langsung menghentikan penjualan bensin dan solar mulai hari Selasa. Pengelola menyetop seluruh transaksi di bursa komoditas internasional Saint Petersburg. Pihak manajemen juga menonaktifkan unit penyulingan utama lainnya, yaitu CDU-11.
Unit CDU-11 sebenarnya lolos dari hantaman langsung pesawat tanpa awak tersebut. Namun, ledakan merusak berbagai jaringan kabel penghubung yang mendukung operasional unit. Penonaktifan unit berkapasitas 24.000 ton ini berpotensi memicu krisis energi nasional.
Upaya Pemulihan dan Cadangan Darurat
Pemerintah Rusia kini berupaya mengaktifkan kembali dua unit cadangan tua. Unit lama CDU-7 dan CDU-8 masing-masing memiliki kapasitas 10.000 ton per hari. Perusahaan pemilik kilang, Gazprom Neft, belum memberikan komentar resmi kepada publik.
Kilang Omsk mencatat pengolahan 22 juta ton minyak mentah sepanjang tahun 2024. Volume tersebut setara dengan sekitar 440.000 barel minyak mentah per hari. Fasilitas raksasa ini biasanya memproduksi 5 juta ton bensin serta 8 juta ton solar setiap tahunnya.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












