Gempuran Drone Ukraina Paksa Kilang Minyak Rusia Setop

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dampak perang energi. Serangan drone jarak jauh Ukraina merusak unit penyulingan utama di kilang minyak Omsk, memicu potensi krisis bahan bakar di Rusia. Dok: Istimewa.

Dampak perang energi. Serangan drone jarak jauh Ukraina merusak unit penyulingan utama di kilang minyak Omsk, memicu potensi krisis bahan bakar di Rusia. Dok: Istimewa.

MOSKOW, POSNEWS.CO.ID – Perang energi antara Rusia dan Ukraina memasuki babak baru yang semakin sengit.

Gempuran Jarak Jauh Hantam Jantung Siberia

Militer Ukraina meluncurkan pesawat tanpa awak ke wilayah Omsk, Siberia. Serangan udara maut ini menghantam kilang minyak terbesar milik Rusia. Dua perwakilan industri mengonfirmasi penghentian operasional kilang tersebut pada hari Selasa. Gempuran udara ini menjadi salah satu serangan terjauh Ukraina selama konflik berlangsung.

Kerusakan Unit Penyulingan Utama CDU-10

Utusan khusus Presiden Vladimir Putin, Anatoly Seryshev, memberikan konfirmasi resmi. Seryshev menyebut serangan hari Senin tersebut merusak fasilitas penting kilang Omsk. Namun, ia memastikan tidak ada karyawan kilang yang mengalami cedera fisik.

Dua sumber industri menyebut kebakaran hebat merusak unit penyulingan minyak mentah CDU-10. Unit vital ini mengolah sekitar 24.580 metrik ton minyak mentah setiap hari. Kapasitas pengolahan tersebut setara dengan 38% dari total kemampuan produksi kilang.

Dampak Ekonomi dan Penghentian Penjualan Bursa

Kilang Omsk langsung menghentikan penjualan bensin dan solar mulai hari Selasa. Pengelola menyetop seluruh transaksi di bursa komoditas internasional Saint Petersburg. Pihak manajemen juga menonaktifkan unit penyulingan utama lainnya, yaitu CDU-11.

Unit CDU-11 sebenarnya lolos dari hantaman langsung pesawat tanpa awak tersebut. Namun, ledakan merusak berbagai jaringan kabel penghubung yang mendukung operasional unit. Penonaktifan unit berkapasitas 24.000 ton ini berpotensi memicu krisis energi nasional.

Baca Juga :  Iran Tegaskan Selat Hormuz Tutup Selama AS Tak Penuhi Syarat

Upaya Pemulihan dan Cadangan Darurat

Pemerintah Rusia kini berupaya mengaktifkan kembali dua unit cadangan tua. Unit lama CDU-7 dan CDU-8 masing-masing memiliki kapasitas 10.000 ton per hari. Perusahaan pemilik kilang, Gazprom Neft, belum memberikan komentar resmi kepada publik.

Kilang Omsk mencatat pengolahan 22 juta ton minyak mentah sepanjang tahun 2024. Volume tersebut setara dengan sekitar 440.000 barel minyak mentah per hari. Fasilitas raksasa ini biasanya memproduksi 5 juta ton bensin serta 8 juta ton solar setiap tahunnya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Israel Menyerang Warga Palestina Dan Jurnalis Washington Post
Donald Trump Menunda Paket Sanksi Berat Terhadap Rusia
Volodymyr Zelenskyy Mengecam Kesepakatan Diesel AS-Rusia
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mungut Jabatan
Donald Trump Melontarkan Lelucon Tentang Nama Mohammad
Paus Leo XIV Mulai Kembali Bekerja Dan Menunjukkan Pemulihan
Dua Wanita Menggugat Mantan Anggota DPR AS Matt Gaetz
Jerman Dan Inggris Memperingatkan Upaya Normalisasi Rusia

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:31 WIB

Israel Menyerang Warga Palestina Dan Jurnalis Washington Post

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Volodymyr Zelenskyy Mengecam Kesepakatan Diesel AS-Rusia

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mungut Jabatan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Donald Trump Melontarkan Lelucon Tentang Nama Mohammad

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Paus Leo XIV Mulai Kembali Bekerja Dan Menunjukkan Pemulihan

Berita Terbaru

Ilustrasi langit cerah membentang di perkotaan Jabodetabek berdasarkan data BMKG 18 Oktober 2026.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Langit Cerah Menyinari Jabodetabek Hari Ini, Cek Rincian Wilayahnya

Minggu, 18 Okt 2026 - 05:56 WIB

Puluhan pemukim Israel menyerang warga Palestina dan menganiaya jurnalis Washington Post Heidi Levine saat panen zaitun di Abu Falah. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Israel Menyerang Warga Palestina Dan Jurnalis Washington Post

Sabtu, 17 Okt 2026 - 18:31 WIB