Korban Gempa Venezuela Bertahan Hidup di Bawah Reruntuhan

Selasa, 7 Juli 2026 - 08:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kisah pilu pasca-gempa Venezuela. Korban selamat berjuang pulih di rumah sakit lapangan sementara warga sipil mengkritik keras lambatnya respons pemerintah. Dok: Istimewa.

Kisah pilu pasca-gempa Venezuela. Korban selamat berjuang pulih di rumah sakit lapangan sementara warga sipil mengkritik keras lambatnya respons pemerintah. Dok: Istimewa.

LA GUAIRA, POSNEWS.CO.ID – Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 meluluhlantakkan wilayah pesisir Venezuela.

Keajaiban Bertahan Hidup Juan Zapata di Bawah Reruntuhan

Juan Zapata baru saja menyelesaikan makan malam di apartemennya lantai lima. Tiba-tiba, guncangan gempa dahsyat melempar tubuhnya melewati ruangan. Ia bertahan hidup di bawah reruntuhan bangunan selama dua hari tujuh jam. Besi beton tebal menjepit tubuhnya sebelum tim penyelamat sipil berhasil mengeluarkannya.

Zapata mengira ia masih berada di lantai lima saat evakuasi berlangsung. Petugas justru menemukannya di ruang bawah tanah yang runtuh. Kini, Zapata menjalani perawatan intensif di rumah sakit lapangan Samaritan’s Purse. Ia mengalami patah tulang rusuk serta luka robek yang parah. Zapata juga kehilangan seluruh dokumen identitas dan telepon genggamnya dalam bencana ini.

Rumah Sakit Lapangan di Tengah Lapangan Bisbol

Kelompok kemanusiaan Samaritan’s Purse mendirikan rumah sakit darurat di atas lapangan bisbol. Rumah sakit ini bekerja sama dengan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. Direktur Medis Peter Holz menyebut timnya telah merawat sekitar 400 pasien. Mereka juga menyelesaikan hampir 30 tindakan operasi bedah darurat.

Tim medis yang terdiri dari 100 orang tersebut menangani berbagai luka trauma korban gempa. Secara bertahap, mereka akan menyerahkan operasional rumah sakit kepada dokter lokal setempat. Tim akan menyumbangkan seluruh peralatan medis ke klinik-klinik kesehatan di La Guaira. Langkah ini bertujuan untuk membangun pusat kesehatan komunitas jangka panjang.

Kritik Keras Warga Terhadap Kinerja Pemerintah

Presiden Interim Venezuela Delcy Rodriguez menolak keras tuduhan kelalaian pemerintahnya. Ia menegaskan aparat bekerja cepat dalam menangani dampak bencana alam ini. Pemerintah merilis data korban tewas resmi yang kini mencapai 2.954 jiwa. Mereka juga mengerahkan 30.000 petugas nasional dan 3.281 relawan internasional.

Baca Juga :  Matinya Diplomasi Rahasia? Dampak Kebocoran Data Intelijen terhadap Hubungan Bilateral

Namun, korban selamat dan organisasi bantuan asing menyuarakan kritik tajam. Mereka menilai evakuasi berjalan sangat lambat dan tidak efektif. Pemerintah juga terlambat mendistribusikan bahan makanan serta obat-obatan penting. Selain itu, petugas di lapangan kekurangan alat berat untuk memindahkan puing-puing beton.

Perjuangan Relawan Sipil Tanpa Alat Berat

Kondisi memprihatinkan terlihat di kompleks perumahan Los Cocos, La Guaira. Seorang guru olahraga bernama Alexander Delgado memimpin tim evakuasi sipil secara mandiri. Mereka terus menggali reruntuhan bangunan tanpa bantuan alat berat pemerintah.

Salah satu relawan, Miguel Poleo, mencari anak tiri beserta cucunya di bawah reruntuhan. Ia hanya menemukan anjing peliharaan mereka yang sudah mati. Poleo meragukan keluarganya masih bertahan hidup di bawah beton tersebut. Ia mengeluhkan minimnya kehadiran tentara untuk membantu proses evakuasi warga. Menurutnya, polisi justru berpatroli membawa senjata api alih-alih ikut bekerja memindahkan puing.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Tegaskan Gencatan Senjata AS-Iran Resmi Berakhir
Penembakan Houston Bongkar Kelalaian ICE dan DHS
Zelenskyy Bentuk Pasukan Khusus Penghancur Energi Rusia
Trump Siapkan Seribu Rudal Pasca-Pemakaman Ali Khamenei
Rusia Paksa 1,6 Juta Anak Ukraina Ikut Indoktrinasi Militer
Langkah Mulus Andy Burnham: Kantongi Dukungan 80 Persen
Militer AS: Gencatan Senjata Selat Hormuz Runtuh
Flu Burung H5 Serang Australia: Kasus Pertama

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 09:00 WIB

Trump Tegaskan Gencatan Senjata AS-Iran Resmi Berakhir

Minggu, 12 Juli 2026 - 08:00 WIB

Penembakan Houston Bongkar Kelalaian ICE dan DHS

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:00 WIB

Zelenskyy Bentuk Pasukan Khusus Penghancur Energi Rusia

Minggu, 12 Juli 2026 - 06:00 WIB

Trump Siapkan Seribu Rudal Pasca-Pemakaman Ali Khamenei

Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:07 WIB

Rusia Paksa 1,6 Juta Anak Ukraina Ikut Indoktrinasi Militer

Berita Terbaru