KARAWANG, POSNEWS.CO.ID – Aksi demonstrasi kelompok LSM di depan PT TJ Forge Indonesia, Kawasan Industri KIIC, kembali memanas dan seketika memicu keresahan pekerja serta warga setempat.
Unjuk rasa yang berlangsung berulang kali itu langsung menghambat aktivitas industri, memacetkan akses utama, dan menimbulkan kebisingan yang membuat warga tidak nyaman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas), KIIC mengandalkan stabilitas operasional. Akibatnya, gangguan berulang berpotensi merusak citra investasi Karawang dan menyurutkan minat perusahaan multinasional.
Seorang karyawan PT TJ Forge Indonesia mengaku kesal karena setiap demo pasti macet dan ribut. Sehingga pekerjaan jadi kacau. Di sisi lain, warga sekitar juga mengeluhkan keramaian serta kebisingan yang terus berulang.
“Setiap demo pasti macet dan ribut. Pekerjaan jadi kacau,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).Â
Berdasarkan informasi internal kawasan, pola demo ini tidak hanya membawa isu lingkungan. Sebaliknya, aksi tersebut diduga berkaitan dengan pemutusan kontrak pengelolaan limbah perusahaan.
Perusahaan menduga kontraktor lama yang tersingkir menekan mereka melalui jejaring LSM.
Tokoh desa pun menguatkan dugaan tersebut. “Akar masalahnya bukan isu lingkungan, tapi pertarungan bisnis limbah,” ujar seorang pejabat desa.
Pelaku industri di KIIC menegaskan kondisi ini tidak normal. Mereka khawatir kegaduhan berulang menjadi catatan negatif bagi calon investor. “Kawasan industri sebesar ini butuh stabilitas,” tegas seorang pengusaha.
PT TJ Forge Gandeng Pengusaha Lokal Sirnabaya
Alih-alih menggunakan kontraktor lama, PT TJ Forge Indonesia mengambil langkah tegas dengan menunjuk pengusaha lokal Desa Sirnabaya sebagai mitra baru pengelolaan limbah. Keputusan ini mengacu pada rekomendasi LPM, BPD, dan BUMDes Sirnabaya.
Forum Pengusaha Bersama Desa Sirnabaya (FPBDS) menyambut keputusan tersebut.
“Ini memperkuat ekonomi warga, memastikan kontribusi perusahaan kembali ke desa, dan menciptakan hubungan yang lebih harmonis,” ujar Ketua FPBDS.
Tokoh masyarakat menilai langkah itu lebih transparan, adil, dan membuka ruang kolaborasi perusahaan–warga.
Warga Desak Stabilitas KIIC Dipulihkan
Dengan semakin jelasnya dugaan motif di balik aksi demo, warga dan pekerja mendesak demonstrasi bermuatan kepentingan itu segera dihentikan. Alhasil, mereka menuntut kawasan industri kembali stabil sehingga aktivitas perusahaan dan mobilitas pekerja tidak terus terganggu.
KIIC sebagai tulang punggung ekonomi Karawang dinilai membutuhkan ketenangan dan kepastian—bukan kegaduhan yang dapat menghambat keputusan bisnis perusahaan di dalamnya. (red)



















