Dinkes DKI, Belum Ada Super Flu di Jakarta – Warga Tetap Diminta Waspada

Senin, 5 Januari 2026 - 16:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati. (Posnews/Ist)

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan pihaknya belum menemukan kasus Super Flu di wilayah ibu kota, meski virus influenza tersebut telah beredar di sejumlah provinsi di Indonesia sejak Agustus 2025.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menegaskan, hingga kini Jakarta masih aman dari virus tersebut.

“Saat ini belum ditemukan kasus Super Flu di Provinsi DKI Jakarta,” ujar Ani dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (5/1/2026).

Ani menjelaskan, Super Flu merupakan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang disebabkan virus Influenza Tipe A H3N2 Subclade K.

Virus ini disebut Super Flu karena penularannya relatif lebih cepat dibandingkan influenza biasa.

Baca Juga :  Krisis Kesehatan di Sumatera Barat, 22 Ribu Pengungsi Diserang ISPA dan Demam

Lebih lanjut, ia mengungkapkan aktivitas penularan virus meningkat secara global sejak Agustus 2025. Namun demikian, data epidemiologi WHO belum menunjukkan adanya peningkatan tingkat keparahan penyakit.

“Meski penularan meningkat, hingga kini tidak ada indikasi peningkatan keparahan,” jelas Ani.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan hasil Whole Genome Sequencing (WGS) yang dirilis Kementerian Kesehatan pada 1 Januari 2026, Super Flu telah terdeteksi di delapan provinsi, yakni Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan DIY.

Meski Jakarta belum mencatat kasus, Pemprov DKI tetap meningkatkan kewaspadaan. Hal ini menyusul tingginya mobilitas warga pascalibur Natal dan Tahun Baru, serta masuknya musim penghujan yang rawan memicu penyakit pernapasan.

Baca Juga :  Evakuasi Korban Longsor Cisarua Terkendala Cuaca, Basarnas Kumpulkan 53 Kantong Body Part

“Oleh karena itu, masyarakat perlu terus menjaga kesehatan,” tegas Ani.

Sebagai langkah antisipasi, Pemprov DKI juga memperkuat sistem kewaspadaan dini melalui pemantauan kasus penyakit pernapasan di fasilitas kesehatan.

Petugas kesehatan memantau kasus melalui sentinel ILI dan SARI di lima puskesmas tiap kota serta satu rumah sakit rujukan.

Seluruh puskesmas dan rumah sakit di Jakarta juga telah menerima imbauan kewaspadaan Super Flu, termasuk pengenalan gejala dan langkah pencegahan ISPA serta pneumonia.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?
Pengacara Pastikan Yaqut Cholil Qoumas Hadiri Pemeriksaan KPK Hari Ini
Rumah Mewah di Jaksel Terbakar, Lansia 60 Tahun Tewas Terjebak Api
Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?
Perlombaan Baru Miliarder Menuju Nol Gravitasi dan Koloni Mars
Kasus Kuota Haji Memanas, KPK Panggil Eks Menag Yaqut Hari Ini
Pembicaraan Teknis Greenland dengan AS Dimulai, Tensi Mereda
Hujan Deras Picu Banjir Jakarta, 39 RT Terendam hingga 350 Cm

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:17 WIB

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:58 WIB

Pengacara Pastikan Yaqut Cholil Qoumas Hadiri Pemeriksaan KPK Hari Ini

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:34 WIB

Rumah Mewah di Jaksel Terbakar, Lansia 60 Tahun Tewas Terjebak Api

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:11 WIB

Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:07 WIB

Perlombaan Baru Miliarder Menuju Nol Gravitasi dan Koloni Mars

Berita Terbaru

Ilustrasi, Australia pernah menjadi

INTERNASIONAL

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?

Jumat, 30 Jan 2026 - 13:17 WIB

Ilustrasi, Riset membuktikan: loyalitas pada merek masa kecil bertahan hingga 50 tahun. Migran di AS dan India lebih memilih produk mahal dari daerah asal daripada alternatif lokal yang murah. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?

Jumat, 30 Jan 2026 - 12:11 WIB