MUNICH, POSNEWS.CO.ID – Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, menyampaikan pesan penting mengenai dinamika kekuatan global pada Sabtu. Ia menegaskan bahwa kemajuan sejarah selalu melewati tikungan dan tanjakan, namun prospek hubungan China-AS tetap menjanjikan.
Wang menyampaikan hal tersebut saat merespons pertanyaan wartawan dalam sesi “China in the World” di Konferensi Keamanan Munich. Menurutnya, cara kedua negara besar ini berinteraksi akan menentukan arah fundamental situasi internasional saat ini.
Visi Tiga Prinsip Xi Jinping
Tiongkok secara konsisten menangani hubungan dengan Amerika Serikat melalui sudut pandang sejarah yang luas. Wang mencatat bahwa Presiden Xi Jinping telah merangkum pelajaran dari interaksi kedua negara selama beberapa dekade terakhir.
Oleh karena itu, Xi mengajukan tiga prinsip utama: saling menghormati, hidup berdampingan secara damai, dan kerja sama yang saling menguntungkan (win-win cooperation). Wang menegaskan bahwa Tiongkok akan terus mengikuti arahan ini demi kepentingan rakyat kedua negara dan komunitas internasional. Namun demikian, keberhasilan visi ini sangat bergantung pada kemauan politik dari pihak Washington.
Sinyal Positif dari Donald Trump
Dalam pidatonya, Wang Yi memberikan apresiasi terhadap sikap personal Presiden AS Donald Trump. Ia menyebut fakta bahwa Presiden Trump menaruh rasa hormat yang besar kepada Presiden Xi Jinping dan rakyat Tiongkok sebagai hal yang membesarkan hati.
Trump secara terbuka menyatakan bahwa kedua negara dapat bekerja sama untuk mengatasi tantangan global utama. Meskipun demikian, Wang juga menyoroti adanya hambatan internal di Amerika Serikat. Ia menilai masih ada individu tertentu yang terus berupaya menekan Tiongkok melalui berbagai fitnah dan serangan politik.
Dua Skenario Masa Depan China-AS
Wang Yi memperingatkan bahwa hubungan bilateral saat ini menghadapi dua jalur yang sangat berbeda. Jalur pertama adalah jalur kerja sama, di mana AS mengembangkan pemahaman objektif dan rasional tentang Tiongkok. Jika hal ini terjadi, kedua negara dapat memperluas kepentingan bersama dan memberikan manfaat besar bagi stabilitas global.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di sisi lain, terdapat jalur konfrontasi yang sangat berbahaya. Jalur ini mencakup kebijakan decoupling (pemutusan hubungan ekonomi), pemutusan rantai pasok, dan pembentukan blok eksklusif untuk mengepung Tiongkok. Wang memberikan penekanan khusus pada isu kedaulatan. “Upaya untuk merencanakan kemerdekaan Taiwan atau melintasi garis merah Tiongkok hanya akan menyeret kedua negara ke dalam jurang konflik,” tegas Wang.
Kesiapan Tiongkok Terhadap Risiko
Meskipun berharap pada skenario kerja sama, Beijing menyatakan telah bersiap menghadapi berbagai risiko. Wang Yi menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa prinsip hidup berdampingan secara damai pada akhirnya akan menang.
Tiongkok menganggap kerja sama bukan sekadar pilihan, melainkan satu-satunya jalan keluar yang benar bagi kedua negara. Dunia kini menanti apakah Washington akan memilih jalur kemitraan pragmatis atau justru memperdalam isolasi ekonomi yang berisiko memicu ketegangan baru di kawasan Asia-Pasifik.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















