Wang Yi Optimistis Hubungan China-AS Miliki Prospek Cerah

Minggu, 15 Februari 2026 - 15:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BNavigasi hubungan dua raksasa. Menlu Tiongkok Wang Yi menegaskan bahwa meskipun sejarah penuh liku, kerja sama China-AS tetap menjadi pilihan terbaik bagi stabilitas dunia di masa depan. Dok: Istimewa.

BNavigasi hubungan dua raksasa. Menlu Tiongkok Wang Yi menegaskan bahwa meskipun sejarah penuh liku, kerja sama China-AS tetap menjadi pilihan terbaik bagi stabilitas dunia di masa depan. Dok: Istimewa.

MUNICH, POSNEWS.CO.ID – Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, menyampaikan pesan penting mengenai dinamika kekuatan global pada Sabtu. Ia menegaskan bahwa kemajuan sejarah selalu melewati tikungan dan tanjakan, namun prospek hubungan China-AS tetap menjanjikan.

Wang menyampaikan hal tersebut saat merespons pertanyaan wartawan dalam sesi “China in the World” di Konferensi Keamanan Munich. Menurutnya, cara kedua negara besar ini berinteraksi akan menentukan arah fundamental situasi internasional saat ini.

Visi Tiga Prinsip Xi Jinping

Tiongkok secara konsisten menangani hubungan dengan Amerika Serikat melalui sudut pandang sejarah yang luas. Wang mencatat bahwa Presiden Xi Jinping telah merangkum pelajaran dari interaksi kedua negara selama beberapa dekade terakhir.

Oleh karena itu, Xi mengajukan tiga prinsip utama: saling menghormati, hidup berdampingan secara damai, dan kerja sama yang saling menguntungkan (win-win cooperation). Wang menegaskan bahwa Tiongkok akan terus mengikuti arahan ini demi kepentingan rakyat kedua negara dan komunitas internasional. Namun demikian, keberhasilan visi ini sangat bergantung pada kemauan politik dari pihak Washington.

Baca Juga :  Sopir Pembunuh Bocah 11 Tahun di Pondok Pinang Meninggal Dunia di RS Polri

Sinyal Positif dari Donald Trump

Dalam pidatonya, Wang Yi memberikan apresiasi terhadap sikap personal Presiden AS Donald Trump. Ia menyebut fakta bahwa Presiden Trump menaruh rasa hormat yang besar kepada Presiden Xi Jinping dan rakyat Tiongkok sebagai hal yang membesarkan hati.

Trump secara terbuka menyatakan bahwa kedua negara dapat bekerja sama untuk mengatasi tantangan global utama. Meskipun demikian, Wang juga menyoroti adanya hambatan internal di Amerika Serikat. Ia menilai masih ada individu tertentu yang terus berupaya menekan Tiongkok melalui berbagai fitnah dan serangan politik.

Dua Skenario Masa Depan China-AS

Wang Yi memperingatkan bahwa hubungan bilateral saat ini menghadapi dua jalur yang sangat berbeda. Jalur pertama adalah jalur kerja sama, di mana AS mengembangkan pemahaman objektif dan rasional tentang Tiongkok. Jika hal ini terjadi, kedua negara dapat memperluas kepentingan bersama dan memberikan manfaat besar bagi stabilitas global.

Baca Juga :  China Jegal Ambisi Jepang di PBB: Negara Tanpa Penyesalan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, terdapat jalur konfrontasi yang sangat berbahaya. Jalur ini mencakup kebijakan decoupling (pemutusan hubungan ekonomi), pemutusan rantai pasok, dan pembentukan blok eksklusif untuk mengepung Tiongkok. Wang memberikan penekanan khusus pada isu kedaulatan. “Upaya untuk merencanakan kemerdekaan Taiwan atau melintasi garis merah Tiongkok hanya akan menyeret kedua negara ke dalam jurang konflik,” tegas Wang.

Kesiapan Tiongkok Terhadap Risiko

Meskipun berharap pada skenario kerja sama, Beijing menyatakan telah bersiap menghadapi berbagai risiko. Wang Yi menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa prinsip hidup berdampingan secara damai pada akhirnya akan menang.

Tiongkok menganggap kerja sama bukan sekadar pilihan, melainkan satu-satunya jalan keluar yang benar bagi kedua negara. Dunia kini menanti apakah Washington akan memilih jalur kemitraan pragmatis atau justru memperdalam isolasi ekonomi yang berisiko memicu ketegangan baru di kawasan Asia-Pasifik.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pesawat Dragon SpaceX Crew-12 Sukses Merapat di ISS
Cegah Tawuran di Tanjung Priok, Remaja Bawa Celurit Ditangkap Polisi Dini Hari
Wang Yi dan Anita Anand Resmikan Era Baru Kemitraan Strategis
Tawuran Maut di Jakarta Timur, Pelajar SMP Tewas Dibacok – 16 Remaja Diamankan
Zelenskyy Tuntut Jaminan Keamanan 20 Tahun dan Tolak Konsesi Wilayah
25 Anggota Parlemen dan Pemimpin Serikat Desak Starmer Akhiri Agenda
Kejutan FA Cup: Newcastle Singkirkan Villa, Mansfield Permalukan Burnley
Bukti Baru Pembunuhan Navalny: Lima Negara Ungkap Penggunaan Racun Katak Panah oleh Rusia

Berita Terkait

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:09 WIB

Pesawat Dragon SpaceX Crew-12 Sukses Merapat di ISS

Minggu, 15 Februari 2026 - 18:19 WIB

Cegah Tawuran di Tanjung Priok, Remaja Bawa Celurit Ditangkap Polisi Dini Hari

Minggu, 15 Februari 2026 - 16:10 WIB

Wang Yi dan Anita Anand Resmikan Era Baru Kemitraan Strategis

Minggu, 15 Februari 2026 - 16:00 WIB

Tawuran Maut di Jakarta Timur, Pelajar SMP Tewas Dibacok – 16 Remaja Diamankan

Minggu, 15 Februari 2026 - 15:01 WIB

Wang Yi Optimistis Hubungan China-AS Miliki Prospek Cerah

Berita Terbaru

Langkah menuju Mars. Empat astronot misi Crew-12 NASA resmi memulai misi sains delapan bulan di ISS guna menguji teknologi medis dan ketahanan pangan di luar angkasa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pesawat Dragon SpaceX Crew-12 Sukses Merapat di ISS

Minggu, 15 Feb 2026 - 21:09 WIB

Rekonsiliasi di Munich. Menlu Tiongkok Wang Yi dan Menlu Kanada Anita Anand menyepakati arah baru hubungan bilateral melalui kemitraan strategis yang lebih dalam dan kebijakan bebas visa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Wang Yi dan Anita Anand Resmikan Era Baru Kemitraan Strategis

Minggu, 15 Feb 2026 - 16:10 WIB

BNavigasi hubungan dua raksasa. Menlu Tiongkok Wang Yi menegaskan bahwa meskipun sejarah penuh liku, kerja sama China-AS tetap menjadi pilihan terbaik bagi stabilitas dunia di masa depan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Wang Yi Optimistis Hubungan China-AS Miliki Prospek Cerah

Minggu, 15 Feb 2026 - 15:01 WIB