WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Donald Trump mengungkapkan langkah diplomatik terbaru dalam upayanya meredakan ketegangan global. Di hadapan para astronot misi Artemis II di Ruang Oval, Trump mengonfirmasi telah melakukan pembicaraan telepon yang “bersahabat dan produktif” dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Fokus utama pembicaraan tersebut adalah usulan gencatan senjata di Ukraina. “Kami melakukan pembicaraan yang baik. Saya sudah mengenalnya sejak lama,” ujar Trump kepada wartawan. Kremlin melaporkan bahwa kedua pemimpin membahas gencatan senjata sementara untuk menandai peringatan hari kemenangan atas Nazi Jerman bulan depan.
Gencatan Senjata Hari Kemenangan: 9 Mei
Ajudan Kremlin, Yuri Ushakov, menyatakan bahwa Putin mengusulkan gencatan senjata sementara di Ukraina untuk perayaan 9 Mei. Tanggal tersebut menandai peran Uni Soviet dalam mengalahkan Jerman pada Perang Dunia II. Trump dikabarkan bereaksi positif terhadap usulan ini.
Meskipun Putin pernah mengumumkan gencatan senjata serupa tahun lalu selama tiga hari tanpa kesepakatan dari Kyiv, Trump tetap optimis. “Saya pikir dia mungkin akan melakukannya,” kata Trump. Ia juga meyakini bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang Ukraina sudah semakin dekat.
Prioritas Trump: Ukraina Sebelum Masalah Iran
Dalam percakapan tersebut, isu nuklir Iran turut mencuat. Putin menawarkan bantuan Rusia untuk menangani masalah uranium Iran yang diperkaya, yang menjadi batu sandungan utama dalam perundingan damai perang Iran. Namun, Trump menolak tawaran tersebut sebagai prioritas utama.
“Saya katakan, sebelum Anda membantu saya (di Iran), saya ingin mengakhiri perang Anda (di Ukraina),” tegas Trump. Pernyataan ini menunjukkan pergeseran strategi di mana Trump lebih memprioritaskan stabilitas di Eropa sebelum menyelesaikan konflik di Timur Tengah yang saat ini sedang membebani anggaran militer Amerika Serikat.
Kritik Terhadap Zelenskyy dan Diplomasi Terbuka
Di sisi lain, Trump tetap melontarkan kritik tajam kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Trump mengkritik Zelenskyy karena dianggap tidak mau melakukan kesepakatan dengan Rusia untuk mengakhiri konflik. Trump lebih memilih jalur dialog langsung dengan Putin, yang menurutnya sering dilakukan secara rutin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ushakov menggambarkan pembicaraan tersebut berlangsung lebih dari 1,5 jam dan bersifat “seperti bisnis”. Trump menyampaikan keyakinannya kepada Putin bahwa solusi untuk perang Ukraina sudah dalam jangkauan. Hal ini kontras dengan situasi di Washington, di mana anggota parlemen dari Partai Demokrat masih meragukan efektivitas diplomasi Trump terhadap sekutu maupun lawan.
Taruhan Politik di Tengah Krisis Global
Langkah Trump untuk mendekati Putin di tengah kebuntuan perang Iran menunjukkan upaya untuk menciptakan kemenangan diplomatik besar. Namun, ketergantungan pada Rusia untuk menyelesaikan masalah nuklir Iran menimbulkan pertanyaan baru mengenai independensi kebijakan luar negeri AS.
Dunia kini menanti apakah usulan gencatan senjata 9 Mei ini akan benar-benar terwujud di lapangan. Jika berhasil, hal ini bisa menjadi modal politik besar bagi Trump di tengah menurunnya tingkat kepuasan publik terhadap penanganannya terhadap krisis ekonomi dan militer pada tahun 2026.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia


















