Diplomasi Telepon Trump-Putin: Usulan Gencatan Senjata

Kamis, 30 April 2026 - 16:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Retaknya kompromi Anchorage. Rusia menuduh Donald Trump melanggar kesepakatan puncak Alaska karena menghentikan mediasi damai demi fokus pada perang Iran. Dok: Istimewa.

Retaknya kompromi Anchorage. Rusia menuduh Donald Trump melanggar kesepakatan puncak Alaska karena menghentikan mediasi damai demi fokus pada perang Iran. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Donald Trump mengungkapkan langkah diplomatik terbaru dalam upayanya meredakan ketegangan global. Di hadapan para astronot misi Artemis II di Ruang Oval, Trump mengonfirmasi telah melakukan pembicaraan telepon yang “bersahabat dan produktif” dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Fokus utama pembicaraan tersebut adalah usulan gencatan senjata di Ukraina. “Kami melakukan pembicaraan yang baik. Saya sudah mengenalnya sejak lama,” ujar Trump kepada wartawan. Kremlin melaporkan bahwa kedua pemimpin membahas gencatan senjata sementara untuk menandai peringatan hari kemenangan atas Nazi Jerman bulan depan.

Gencatan Senjata Hari Kemenangan: 9 Mei

Ajudan Kremlin, Yuri Ushakov, menyatakan bahwa Putin mengusulkan gencatan senjata sementara di Ukraina untuk perayaan 9 Mei. Tanggal tersebut menandai peran Uni Soviet dalam mengalahkan Jerman pada Perang Dunia II. Trump dikabarkan bereaksi positif terhadap usulan ini.

Meskipun Putin pernah mengumumkan gencatan senjata serupa tahun lalu selama tiga hari tanpa kesepakatan dari Kyiv, Trump tetap optimis. “Saya pikir dia mungkin akan melakukannya,” kata Trump. Ia juga meyakini bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang Ukraina sudah semakin dekat.

Prioritas Trump: Ukraina Sebelum Masalah Iran

Dalam percakapan tersebut, isu nuklir Iran turut mencuat. Putin menawarkan bantuan Rusia untuk menangani masalah uranium Iran yang diperkaya, yang menjadi batu sandungan utama dalam perundingan damai perang Iran. Namun, Trump menolak tawaran tersebut sebagai prioritas utama.

“Saya katakan, sebelum Anda membantu saya (di Iran), saya ingin mengakhiri perang Anda (di Ukraina),” tegas Trump. Pernyataan ini menunjukkan pergeseran strategi di mana Trump lebih memprioritaskan stabilitas di Eropa sebelum menyelesaikan konflik di Timur Tengah yang saat ini sedang membebani anggaran militer Amerika Serikat.

Kritik Terhadap Zelenskyy dan Diplomasi Terbuka

Di sisi lain, Trump tetap melontarkan kritik tajam kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Trump mengkritik Zelenskyy karena dianggap tidak mau melakukan kesepakatan dengan Rusia untuk mengakhiri konflik. Trump lebih memilih jalur dialog langsung dengan Putin, yang menurutnya sering dilakukan secara rutin.

Baca Juga :  Membedah Realisme Geopolitik dalam Perebutan Arktik 2026

Ushakov menggambarkan pembicaraan tersebut berlangsung lebih dari 1,5 jam dan bersifat “seperti bisnis”. Trump menyampaikan keyakinannya kepada Putin bahwa solusi untuk perang Ukraina sudah dalam jangkauan. Hal ini kontras dengan situasi di Washington, di mana anggota parlemen dari Partai Demokrat masih meragukan efektivitas diplomasi Trump terhadap sekutu maupun lawan.

Taruhan Politik di Tengah Krisis Global

Langkah Trump untuk mendekati Putin di tengah kebuntuan perang Iran menunjukkan upaya untuk menciptakan kemenangan diplomatik besar. Namun, ketergantungan pada Rusia untuk menyelesaikan masalah nuklir Iran menimbulkan pertanyaan baru mengenai independensi kebijakan luar negeri AS.

Dunia kini menanti apakah usulan gencatan senjata 9 Mei ini akan benar-benar terwujud di lapangan. Jika berhasil, hal ini bisa menjadi modal politik besar bagi Trump di tengah menurunnya tingkat kepuasan publik terhadap penanganannya terhadap krisis ekonomi dan militer pada tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih
Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China
El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:12 WIB

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09 WIB

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Berita Terbaru

Langkah taktis amankan benteng udara. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menemui Donald Trump di Washington guna membahas produksi mandiri rudal Patriot. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:12 WIB

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB