Diplomasi di Bawah Bayang-Bayang Iran: AS Tunda Pertemuan Damai Ukraina

Selasa, 10 Maret 2026 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zelensky sedang memberikan pidato pada konferensi beberapa bulan yang lalu. Dok: Istimewa.

Zelensky sedang memberikan pidato pada konferensi beberapa bulan yang lalu. Dok: Istimewa.

KYIV, POSNEWS.CO.ID – Ukraina menyatakan kesiapan penuh guna kembali ke meja perundingan dengan Rusia. Presiden Volodymyr Zelenskyy menegaskan bahwa negaranya dapat memulai pembicaraan “kapan saja” melalui dukungan Amerika Serikat.

Meskipun begitu, prioritas para mitra internasional saat ini tampak sedang bergeser secara drastis. Zelenskyy mengonfirmasi bahwa pertemuan diplomatik yang pemerintah rencanakan pekan ini harus tertunda atas usul pihak Amerika Serikat. Washington kini mengalokasikan seluruh perhatiannya guna menangani eskalasi militer di wilayah Iran.

Rusia dan Strategi “Front Kedua”

Zelenskyy melontarkan kritik keras terhadap manuver politik Kremlin di panggung global. Ia menuduh Rusia secara sengaja memanipulasi konflik di Timur Tengah dan kawasan Teluk demi kepentingan agresi mereka di Ukraina.

“Rusia mencoba mengubah serangan rezim Iran menjadi ‘front kedua’ dalam perang melawan Ukraina dan Barat,” tulis Zelenskyy melalui platform X pada Senin (9/3/2026). Menurutnya, komunitas internasional tidak boleh membiarkan pengalihan isu ini mengendurkan dukungan terhadap kedaulatan Ukraina yang sudah memasuki tahun kelima peperangan.

Baca Juga :  Malam Tahun Baru 2026, Transportasi LRT Jakarta Layani Warga hingga 02.00 WIB

Ekspor Teknologi Intersep Drone ke Yordania

Di tengah tantangan diplomasi, Ukraina justru meningkatkan peran strategisnya sebagai penyedia solusi pertahanan. Kyiv kini memanfaatkan pengalaman tempur mereka dalam menghadapi drone Shahed buatan Iran untuk membantu para sekutunya.

Sebagai bukti nyata, Ukraina telah mengirimkan tim ahli serta sejumlah drone intersep ke pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania. Langkah ini merupakan respon atas permintaan langsung dari Washington pekan lalu guna melindungi fasilitas militer mereka dari serangan udara Teheran. Drone intersep Ukraina petugas nilai sangat efisien karena biaya produksinya hanya mencapai beberapa ribu dolar per unit, namun sangat efektif melumpuhkan ancaman udara yang mahal.

Baca Juga :  Suara Global South: Perang AS-Israel di Iran Dikecam Sebagai Agresi Ilegal dan Imperialis

Minat Global pada Sistem Perang Elektronik

Keberhasilan Ukraina dalam mengembangkan sistem perang elektronik (electronic warfare) memicu minat besar dari negara-negara tetangga Iran. Zelenskyy melaporkan telah menerima sedikitnya 11 permintaan bantuan teknis dari negara-negara di kawasan Timur Tengah dan Eropa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, laporan intelijen menyebutkan bahwa Qatar sedang dalam tahap pembicaraan serius guna membeli unit intersep drone dari perusahaan pertahanan Ukraina. Ukraina menyambut baik ketertarikan ini sebagai bentuk kemandirian industri dan kontribusi nyata bagi keamanan global. “Kami siap merespons positif setiap pihak yang membantu kami menjaga kemerdekaan bangsa,” tegas Zelenskyy. Dunia kini menanti apakah terobosan teknologi ini mampu menjadi daya tawar baru bagi Ukraina di tengah kelesuan meja perundingan damai.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pagar Digital Australia: Larangan Konten Dewasa Picu Lonjakan Penggunaan VPN
Krisis Kemanusiaan Lebanon: 700 Ribu Warga Mengungsi di Tengah Eskalasi Perang Israel-Hezbollah
Pengukuhan Mojtaba Khamenei: Trump Prediksi Perang Usai di Tengah Gejolak Minyak Dunia
KPK Tangkap 12 Orang dalam OTT Bengkulu, Bupati Rejang Lebong Turut Diamankan
Krisis Energi Timur Tengah: PM Sanae Takaichi Siapkan Subsidi BBM dan Listrik guna Lindungi Warga Jepang
Reformasi Hukum Tiongkok: NPC Sahkan 6 Undang-Undang Baru dan Revisi 14 Aturan Strategis
Kejam! Wanita Curi Perhiasan Sahabat Rp 300 Juta di Jakarta Barat karena Terlilit Pinjol
Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Berawan hingga Hujan, Ini Wilayah yang Perlu Waspada

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:46 WIB

Pagar Digital Australia: Larangan Konten Dewasa Picu Lonjakan Penggunaan VPN

Selasa, 10 Maret 2026 - 10:24 WIB

Diplomasi di Bawah Bayang-Bayang Iran: AS Tunda Pertemuan Damai Ukraina

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:21 WIB

Krisis Kemanusiaan Lebanon: 700 Ribu Warga Mengungsi di Tengah Eskalasi Perang Israel-Hezbollah

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:18 WIB

Pengukuhan Mojtaba Khamenei: Trump Prediksi Perang Usai di Tengah Gejolak Minyak Dunia

Selasa, 10 Maret 2026 - 07:29 WIB

KPK Tangkap 12 Orang dalam OTT Bengkulu, Bupati Rejang Lebong Turut Diamankan

Berita Terbaru