Disdik DKI Cabut KJP 60 Siswa Terlibat Tawuran, Ini Data Terbaru 2025–2026

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Disdik DKI Jakarta, Nahdiana. (Posnews/Ist)

Kepala Disdik DKI Jakarta, Nahdiana. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta kembali mencabut bantuan Kartu Jakarta Pintar (KJP) terhadap total 60 pelajar yang terlibat aksi tawuran.

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah tegas sekaligus upaya pembinaan terhadap pelajar yang melanggar aturan kedisiplinan di sekolah.

Kepala Disdik DKI Jakarta, Nahdiana, mengungkapkan sepanjang 2025 terdapat 20 siswa yang dicabut KJP karena terlibat tawuran. Sementara pada 2026, jumlahnya kembali bertambah sebanyak 40 siswa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

β€œDalam data kami tahun 2025 sudah 20 orang itu kami batalkan KJP-nya karena tawuran. Di 2026 pun 40 siswa sudah dibatalkan KJP-nya,” kata Nahdiana, Selasa (26/6/2026).

Baca Juga :  Cuaca Jabodetabek Hari Ini 6 Maret 2026, Siang Diprediksi Hujan Petir

Meski demikian, Disdik DKI menegaskan bahwa pencabutan bantuan tidak semata-mata dimaksudkan sebagai hukuman.

Pemerintah tetap mengedepankan pendekatan pembinaan agar para siswa tidak kehilangan akses pendidikan.

Nahdiana menjelaskan, meskipun bantuan KJP dicabut, siswa yang terlibat tawuran tetap akan mendapatkan pendampingan agar tidak putus sekolah.

β€œKalau terlibat tawuran, sesuai aturan KJP bisa dicabut. Tapi ini tetap anak-anak kita yang harus dibina,” ujarnya.

Disdik DKI menegaskan komitmennya agar seluruh siswa tetap melanjutkan pendidikan sesuai kondisi masing-masing.

Baca Juga :  Ribuan Aksi ICE Out for Good Siap Lumpuhkan AS

Mulai dari sekolah formal, pendidikan vokasi, hingga jalur nonformal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Menurut Nahdiana, setiap anak memiliki karakter dan kebutuhan pendidikan yang berbeda, sehingga pendekatan yang diberikan juga harus disesuaikan.

β€œAnak tetap harus sekolah, bisa formal atau nonformal, yang penting tidak putus sekolah,” tegasnya.

Dengan kebijakan ini, Disdik DKI menegaskan fokus bukan hanya pada sanksi, tetapi juga pada keberlanjutan pendidikan agar siswa kembali ke jalur belajar yang positif. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan
Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai
Puluhan Negara Desak Solusi Dua Negara demi Akhiri Konflik
Pentagon Rilis 72 Dokumen Rahasia UFO Era Trump
Uni Eropa Sepakat Memulai Negosiasi Keanggotaan
AOC Resmi Luncurkan Monitor Gaming AGP277QKP
Tanah Longsor Sapu Tujuh Persen Populasi Orangutan
Putri Bajrakitiyabha Wafat pada Usia 47 Tahun

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:15 WIB

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:00 WIB

Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:05 WIB

Pentagon Rilis 72 Dokumen Rahasia UFO Era Trump

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:02 WIB

Uni Eropa Sepakat Memulai Negosiasi Keanggotaan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:21 WIB

AOC Resmi Luncurkan Monitor Gaming AGP277QKP

Berita Terbaru

Gebrakan besar di perbatasan. Otoritas Hong Kong menyita ratusan ribu barang palsu termasuk jersi Piala Dunia siap ekspor senilai dua puluh juta dolar AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan

Sabtu, 13 Jun 2026 - 18:15 WIB

Terobosan besar diplomasi global. Amerika Serikat dan Iran mendekati kesepakatan damai akhir untuk mengakhiri perang tiga bulan dan memulihkan pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai

Sabtu, 13 Jun 2026 - 16:00 WIB