Prabowo Ultimatum Koruptor: Kembalikan Uang Rakyat atau Hadapi Penegakan Hukum

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Jakarta.
(Posnews/Kemenkop)

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Jakarta. (Posnews/Kemenkop)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto kembali melontarkan peringatan keras kepada para pelaku korupsi.

Dalam pidatonya pada peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Jakarta, Minggu (12/7/2026), Prabowo meminta koruptor segera menghentikan praktik korupsi dan mengembalikan kekayaan negara yang telah diambil.

Menurut Prabowo, rakyat menginginkan pemerintahan yang bersih dan penggunaan anggaran negara yang benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prabowo: Koruptor Harus Sadar Diri

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menutup mata terhadap praktik korupsi yang merugikan negara. Karena itu, ia meminta para koruptor segera menghentikan perbuatannya.

“Saya memperingatkan lagi, sekali lagi, untuk sekian kali lagi. Hei para koruptor, sadar diri. Hentikan praktik-praktik kau. Hentikan. Rakyat tidak bodoh. Hentikan,” tegas Prabowo.

Baca Juga :  6 Jabatan Bintang Tiga Polri Berganti, Ini Daftar Pejabat Barunya

Selanjutnya, Prabowo meminta para pelaku korupsi mengembalikan uang dan aset milik negara. Menurutnya, bangsa Indonesia menjunjung tinggi sikap pemaaf, tetapi keadilan tetap harus ditegakkan.

“Kembalikan kekayaan rakyat, kembalikan dengan baik. Kita bangsa pemaaf, tapi rakyat butuh keadilan,” ujarnya.

Anggaran Negara Harus Kembali untuk Rakyat

Prabowo menegaskan bahwa setiap rupiah uang negara harus kembali kepada masyarakat melalui pembangunan yang nyata.

Ia menilai anggaran negara semestinya digunakan untuk membangun sekolah yang layak, memperbaiki layanan kesehatan, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Selain itu, pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan guru, tenaga kesehatan, prajurit TNI, anggota Polri, serta aparatur sipil negara agar mereka dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Rakyat butuh sekolah yang baik, guru-guru butuh gaji yang baik. Dokter, perawat, tentara, polisi, dan pegawai negeri juga butuh penghasilan yang layak,” kata Prabowo.

Baca Juga :  Polisi Dalami Penemuan Mayat di atas Plafon Gudang Gegerkan Pabrik di Pulomas

Pemerintah Siapkan Pembenahan BUMN

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti tata kelola badan usaha milik negara (BUMN).

Ia menegaskan pemerintah akan melakukan pembenahan dan memperkuat pengawasan terhadap BUMN guna mencegah penyimpangan serta meningkatkan akuntabilitas.

“BUMN-BUMN itu akan kita tertibkan. Selama ini BUMN-BUMN itu sumber korupsi,” ujar Prabowo.

Pemerintah menargetkan pembenahan tata kelola, penguatan sistem pengawasan, dan peningkatan transparansi agar BUMN mampu menjalankan fungsi bisnis sekaligus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

Komitmen Perkuat Tata Kelola Pemerintahan

Pernyataan Presiden menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk memperkuat pemberantasan korupsi, meningkatkan tata kelola pemerintahan yang bersih, serta memastikan anggaran negara dimanfaatkan bagi pembangunan, pendidikan, layanan kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah juga menekankan bahwa upaya pemberantasan korupsi harus berjalan seiring dengan penegakan hukum yang adil, transparan, dan sesuai ketentuan perundang-undangan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Calon Mitra MBG Waspada, Ada Modus Penipuan Berkedok Percepatan Dapur SPPG
63.789 Pekerja Laporkan Kena PHK hingga September 2026, Ini Provinsi Tertinggi
Mengenal Brigjen Aries Syahbudin, Rekam Jejaknya di Korlantas Polri
Mutasi Polri Oktober 2026, Kakorlantas dan Sejumlah Kapolda Berganti
Kapolda Metro Buka Pintu Kritik, Kini Publik Menunggu Ketegasan Kasus Firli Bahuri
Lapas Penuh Dua Kali Kapasitas, Pemerintah Siapkan Rehabilitasi Korban Narkotika
32 Komputer Ditemukan di Rumah Dinas TNI Cijantung, Seorang Letkol Ditahan
Operasi Narkoba Serentak, Kampung Ambon dan Boncos Digerebek Polisi

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Calon Mitra MBG Waspada, Ada Modus Penipuan Berkedok Percepatan Dapur SPPG

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Mengenal Brigjen Aries Syahbudin, Rekam Jejaknya di Korlantas Polri

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Mutasi Polri Oktober 2026, Kakorlantas dan Sejumlah Kapolda Berganti

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:29 WIB

Kapolda Metro Buka Pintu Kritik, Kini Publik Menunggu Ketegasan Kasus Firli Bahuri

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Lapas Penuh Dua Kali Kapasitas, Pemerintah Siapkan Rehabilitasi Korban Narkotika

Berita Terbaru

Sopir Kontainer Jadi Sasaran Tawaran Kopi Plus-Plus, Pengawasan KBN Marunda Disorot. (Posnews/MR)

JABODETABEK

Penawaran Kopi Berujung Tawaran Layanan Seksual di KBN Marunda?

Senin, 12 Okt 2026 - 11:33 WIB