Pelajar 16 Tahun Tak Sadarkan Diri Diduga Dianiaya Kades di Lampung

Senin, 28 September 2026 - 05:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, penganiayaan.(Posnews/Ist)

Ilustrasi, penganiayaan.(Posnews/Ist)

LAMPUNG SELATAN, POSNEWS.CO.ID – Persoalan senggolan kendaraan di sebuah SPBU di Kecamatan Natar, Lampung Selatan, berujung panjang.

Seorang pelajar berinisial DN (16) dilaporkan mengalami penganiayaan hingga tak sadarkan diri.

Terduga pelaku dalam kasus tersebut adalah Kepala Desa Rejo Sari, Kecamatan Natar, Teguh Maulana. Keluarga DN telah melaporkan perkara itu ke Polda Lampung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (24/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB di depan SPBU wilayah Kecamatan Natar.

Kasus ini kemudian menjadi perhatian setelah rekaman CCTV yang memperlihatkan kejadian tersebut beredar di media sosial. Dalam rekaman itu, korban terlihat dipukul hingga terjatuh dan kemudian tidak sadarkan diri.

Berawal dari Senggolan Kendaraan

Kapolsek Natar AKP Setyo Budi Howo mengatakan polisi telah mendatangi lokasi dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Dari keterangan awal tersebut, polisi mendapat informasi bahwa persoalan bermula dari kendaraan kedua pihak yang disebut bersenggolan di area SPBU.

Baca Juga :  Bus TNI AL Tabrakan dengan Truk Semen di Tol Belmera, Belasan Prajurit Luka

“Kasus ini ditangani oleh Polda Lampung, jadi kemarin memang kami mendatangi lokasi untuk mengetahui peristiwa tersebut dan dari keterangan saksi-saksi dikatakan ada salah paham di mana disebutkan kendaraan keduanya bersenggolan di SPBU,” kata Budi, Minggu (27/9/2026).

Setelah senggolan terjadi, keduanya disebut terlibat cekcok. Situasi kemudian memanas hingga terjadi pemukulan terhadap DN.

Namun, polisi belum menyimpulkan seluruh rangkaian kejadian tersebut. Polda Lampung masih menguji keterangan saksi dan bukti lain untuk memastikan kronologi sebenarnya.

Polisi Kumpulkan Bukti

Direktur Ditreskrimum Polda Lampung Kombes Indra Hermawan sebelumnya membenarkan laporan keluarga DN telah diterima.

Menurut Indra, penyidik masih bekerja mengumpulkan bukti, termasuk keterangan saksi, korban, dan hasil visum.

“Baru tadi malam laporannya, tim masih bekerja untuk mengumpulkan bukti-bukti baik keterangan saksi, korban hingga visumnya,” kata Indra.

Dengan demikian, status perkara masih berada pada tahap penyelidikan. Polisi belum menyampaikan penetapan tersangka maupun kesimpulan hukum terhadap Teguh.

Langkah tersebut penting untuk memastikan setiap tuduhan didukung bukti yang cukup dan memberikan ruang bagi seluruh pihak untuk menyampaikan keterangan.

Baca Juga :  Percepatan Reforma Agraria Banyuasin, GTRA Pastikan Sertifikat Tanah Tepat Sasaran

Korban Masih Jalani Perawatan

DN diketahui masih menjalani perawatan di rumah bersama keluarganya. Kapolsek Natar mengatakan kondisi korban saat ini ditangani oleh keluarga. “Sudah dirawat oleh keluarganya,” ujar Budi.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena korban masih berusia 16 tahun. Selain proses hukum, kondisi korban dan pemulihan setelah kejadian juga menjadi perhatian keluarga.

Jabatan Kades Bukan Penghalang Proses Hukum

Kasus tersebut kini sepenuhnya ditangani Polda Lampung. Polisi akan mencocokkan rekaman CCTV, keterangan saksi, keterangan korban, serta hasil visum untuk menyusun rangkaian kejadian secara utuh.

Jika nantinya ditemukan unsur pidana dan bukti yang memenuhi ketentuan hukum, proses selanjutnya akan mengikuti mekanisme penyidikan yang berlaku.

Sementara itu, masyarakat diminta tidak mengambil kesimpulan hanya berdasarkan potongan video yang beredar.

Rekaman tersebut menjadi salah satu bahan penyelidikan, sedangkan kepastian mengenai tindak pidana dan pertanggungjawaban hukum harus berdasarkan alat bukti serta proses hukum.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perselisihan kecil di ruang publik dapat berubah menjadi persoalan serius ketika tidak diselesaikan dengan kepala dingin. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Misteri Wakil Rektor IT&B Karo Tewas, Mobil XForce dan HP Hilang
Rafli Tewas Usai Bentrokan Tallo Makassar, Polisi Periksa Anggota dan CCTV
Fakta Baru Kematian Presenter TVRI Yanto Indorway, 2 Pria Jadi Tersangka
Mayat Pria Terkubur di Tanah Lapang Batanghari, Kaki Terikat
Sebulan Diburu, Pria yang Diduga Siram Istri Siri dengan Air Keras di Jambi Ditangkap
Baku Tembak Pecah di Papua Tengah, 4 Anggota OPM Dilaporkan Tewas
Kapolda Bengkulu Turun ke Lahan, Tanam Jagung untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Misteri Kematian Istri Dokter di Cirebon, Ditemukan Bersimbah Darah di Kamar

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 05:59 WIB

Pelajar 16 Tahun Tak Sadarkan Diri Diduga Dianiaya Kades di Lampung

Senin, 28 September 2026 - 05:48 WIB

Misteri Wakil Rektor IT&B Karo Tewas, Mobil XForce dan HP Hilang

Minggu, 27 September 2026 - 20:05 WIB

Rafli Tewas Usai Bentrokan Tallo Makassar, Polisi Periksa Anggota dan CCTV

Minggu, 27 September 2026 - 11:49 WIB

Fakta Baru Kematian Presenter TVRI Yanto Indorway, 2 Pria Jadi Tersangka

Minggu, 27 September 2026 - 06:19 WIB

Mayat Pria Terkubur di Tanah Lapang Batanghari, Kaki Terikat

Berita Terbaru