Dosen Cantik Untag Tewas Tanpa Busana, AKBP M Ditangkap Propam Polda Jateng

Kamis, 20 November 2025 - 07:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AKBP M Diamankan Propam Polda Jateng, Terkait Tewasnya Dosen UNTAG Semarang. (Posnews/Ist)

AKBP M Diamankan Propam Polda Jateng, Terkait Tewasnya Dosen UNTAG Semarang. (Posnews/Ist)

SEMARANG, POSNEWS.CO.ID – Polda Jawa Tengah terus mendalami kasus kematian tragis Dwinanda Linchia Levi (35), dosen Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang. Polisi mulai menguak siapa sebenarnya pelaku pembunuhnya.

Propam Polda Jawa Tengah kini menangkap seorang perwira polisi berpangkat AKBP berinisial M yang diduga terkait kematian dosen cantik tersebut.

Petugas mengamankan AKBP M di sebuah lokasi sebelum membawanya ke ruang pemeriksaan.

Sebelumnya, korban ditemukan tewas tanpa busana di lantai kamar Kostel Mimpi Inn, kawasan Gajahmungkur, Semarang. Penemuan jasad ini langsung memicu respons cepat polisi.

Baca Juga :  Dari Netizen untuk Dedi Sitorus PDIP : Jangan Sok Bicara HAM! Tanya Ibu Mega, Pak Andhika dan Om Hendro: Bagaimana ‘Munir dan Theys’?

Setelah itu, tim kepolisian melakukan olah TKP secara menyeluruh. Petugas kemudian mengirim jenazah ke RS Kariadi Semarang untuk diautopsi demi memastikan penyebab pasti kematian.

AKBP M Dibawa ke Propam untuk Pemeriksaan Intensif

Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Dwi Subagyo, menegaskan bahwa AKBP M langsung diamankan setelah penyidik menemukan indikasi keterkaitan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap kasus ini,” kata Kombes Dwi, Rabu (19/11/2025).

Baca Juga :  Krisis di Bawah Mistar: Cedera Kepala, M. Fahri Terancam Absen Lawan Deltras FC

Meskipun pemeriksaan awal tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuh korban, polisi tetap menjalankan autopsi lengkap.

Langkah ini diambil untuk mengungkap penyebab pasti kematian dosen Hukum Pidana tersebut.

Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan barang bukti tambahan dan memeriksa sejumlah saksi lainnya. Upaya ini dilakukan untuk membongkar tuntas misteri kematian yang sudah membuat heboh Semarang itu. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi
Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:54 WIB

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Berita Terbaru

Membalikkan keadaan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengklaim telah mengubah peta geopolitik Timur Tengah melalui ekspor teknologi pencegat drone ke negara-negara Teluk yang kini menjadi target serangan Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Mar 2026 - 21:54 WIB

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB