Dua Basis OPM Kodap Yahukimo Direbut TNI, KKB Berguguran – Senjata dan Dokumen Disita

Sabtu, 24 Januari 2026 - 16:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TNI Habema Hantam OPM Yahukimo, Senjata dan Dokumen Disita. (Posnews/Ist)

TNI Habema Hantam OPM Yahukimo, Senjata dan Dokumen Disita. (Posnews/Ist)

PAPUA, POSNEWS.CO.ID – Satgas Komando Operasi (Koops) TNI Habema menggempur dua markas OPM Kodap XVI/Yahukimo di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Operasi senyap TNI menewaskan sejumlah anggota KKB dalam baku tembak yang terjadi di lokasi.

Panglima Koops Habema Mayjen TNI Lucky Avianto menegaskan, penindakan ini menjadi bukti ketegasan TNI menjaga kedaulatan NKRI dan melindungi warga dari ancaman kelompok bersenjata.

Baca Juga :  Prabowo Berkelakar: Grace Natalie Hampir Jadi Kader Gerindra

TNI menyasar Markas Sisibia dan Markas Yalenang, yang selama ini diduga menjadi pusat aktivitas OPM.

Saat melakukan infiltrasi, pasukan TNI terlibat kontak senjata dengan kelompok OPM yang sedang berpatroli.

Akibat baku tembak tersebut, beberapa anggota OPM tewas, termasuk salah satu komandan kelompok bersenjata.

TNI juga menyita senjata api, amunisi, alat komunikasi, dokumen, hingga bendera Bintang Kejora.

Baca Juga :  Prabowo Panggil Panglima TNI dan Kapolri, Instruksikan Tindak Tegas Demo Anarkis

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lucky menyebut penguasaan kawasan Jalan Gunung menjadi langkah strategis untuk memutus jalur logistik dan pergerakan OPM.

Wilayah itu kerap menjadi lokasi penembakan aparat, pembakaran sekolah, hingga teror terhadap warga sipil.

“TNI akan terus menekan kekuatan OPM demi menjamin keamanan masyarakat Yahukimo,” tegas Lucky. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?
Pengacara Pastikan Yaqut Cholil Qoumas Hadiri Pemeriksaan KPK Hari Ini
Rumah Mewah di Jaksel Terbakar, Lansia 60 Tahun Tewas Terjebak Api
Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?
Perlombaan Baru Miliarder Menuju Nol Gravitasi dan Koloni Mars
Kasus Kuota Haji Memanas, KPK Panggil Eks Menag Yaqut Hari Ini
Pembicaraan Teknis Greenland dengan AS Dimulai, Tensi Mereda
Hujan Deras Picu Banjir Jakarta, 39 RT Terendam hingga 350 Cm

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:17 WIB

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:58 WIB

Pengacara Pastikan Yaqut Cholil Qoumas Hadiri Pemeriksaan KPK Hari Ini

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:34 WIB

Rumah Mewah di Jaksel Terbakar, Lansia 60 Tahun Tewas Terjebak Api

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:11 WIB

Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:07 WIB

Perlombaan Baru Miliarder Menuju Nol Gravitasi dan Koloni Mars

Berita Terbaru

Ilustrasi, Australia pernah menjadi

INTERNASIONAL

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?

Jumat, 30 Jan 2026 - 13:17 WIB

Ilustrasi, Riset membuktikan: loyalitas pada merek masa kecil bertahan hingga 50 tahun. Migran di AS dan India lebih memilih produk mahal dari daerah asal daripada alternatif lokal yang murah. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?

Jumat, 30 Jan 2026 - 12:11 WIB