Dua Brimob Yon C Nabire Tewas Ditembak KKB Aibon Kogoya, Senjata Dirampas

Jumat, 15 Agustus 2025 - 06:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Personel Satgas Operasi Damai Cartenz melakukan olah TKP penyerangan KKB pimpinan Aibon Kogoya yang menewaskan dua anggota Brimob Yon C Nabire di Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Rabu (13/8/2025). (Dok-Polri)

Personel Satgas Operasi Damai Cartenz melakukan olah TKP penyerangan KKB pimpinan Aibon Kogoya yang menewaskan dua anggota Brimob Yon C Nabire di Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Rabu (13/8/2025). (Dok-Polri)

PAPUA, ONLINEWS.CO.ID – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya menembak mati dua personel Brimobda Yon C Nabire di Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Rabu (13/8/2025) pukul 10.50 WIT. Kedua korban saat itu sedang menjalankan tugas dalam Operasi Damai Cartenz 2025.

Olah TKP mengungkap pelaku menembak Brigpol Muhammad Arif Maulana (34) dan Bripda Nelson Runaki (26) dari jarak dekat. Tembakan langsung menewaskan Bripda Nelson di lokasi, sementara Brigpol Arif gugur setelah sempat bertahan.

Baca Juga :  Perlombaan Baru Miliarder Menuju Nol Gravitasi dan Koloni Mars

Saksi mata melihat dua pria berambut gimbal bersenjata laras panjang turun dari bukit, lalu melarikan diri sambil membawa dua senjata AK-101, enam magazen, dan satu body vest korban.

Polisi mengamankan sembilan selongsong peluru kaliber 7,62 mm, sembilan selongsong kaliber 5,56 mm, dua ponsel korban, satu headset, dan proyektil dari tubuh Brigpol Arif.

Penyerangan KKB di Nabire Papua Tengah
Penyerangan KKB di Nabire Papua Tengah

Kedua korban dikenal ramah dan dekat dengan masyarakat. Kepergian mereka meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga yang pernah mereka layani di daerah terpencil.

Baca Juga :  Matinya Museum, Kebangkitan Seni Imersif dan Instagrammable

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, menegaskan pengejaran terhadap KKB Aibon Kogoya. “Langkah tegas dan terukur akan kami lakukan untuk menangkap pelaku serta menjaga keamanan wilayah,” ujarnya, Kamis (14/8/2025).

Keluarga telah menerima jenazah kedua korban untuk dimakamkan. Aparat memperketat pengamanan di jalur strategis Trans Nabire–Paniai untuk mencegah serangan serupa. (red)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mendorong Ecocide ke Dalam Statuta Roma dan Memburu Korporasi Perusak Alam
Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?
Sekuritisasi Perubahan Iklim: Ketika Kerusakan Alam Menjadi Ancaman Militer
Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global
Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21
Mengapa Isu Perubahan Iklim Menjadi Alat Tawar Politik Baru?
Kematian Dunia Menurun, Namun Nigeria dan Kongo Catat Rekor Kelam
ICE Tahan Ibu dan Anak Autis Kanada Meski Dokumen Legal

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 15:11 WIB

Mendorong Ecocide ke Dalam Statuta Roma dan Memburu Korporasi Perusak Alam

Senin, 23 Maret 2026 - 14:22 WIB

Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?

Senin, 23 Maret 2026 - 13:23 WIB

Sekuritisasi Perubahan Iklim: Ketika Kerusakan Alam Menjadi Ancaman Militer

Senin, 23 Maret 2026 - 12:20 WIB

Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global

Senin, 23 Maret 2026 - 11:12 WIB

Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21

Berita Terbaru

Lebih dari sekadar emisi. Perspektif Teori Kritis memandang krisis iklim sebagai manifestasi ketidakadilan sejarah, di mana negara berkembang menanggung beban bencana atas kemakmuran yang dinikmati negara maju. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?

Senin, 23 Mar 2026 - 14:22 WIB

Ilustrasi, Wajah baru kolonialisme? Perspektif Marxisme memandang agenda lingkungan global sebagai alat tawar negara maju (Utara) untuk menghambat industrialisasi dan memperpanjang ketergantungan negara berkembang (Selatan). Dok: Istimerwa.

INTERNASIONAL

Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global

Senin, 23 Mar 2026 - 12:20 WIB

Perebutan urat nadi kehidupan. Geopolitik air kini menjadi medan tempur baru bagi negara-negara yang bersaing memperebutkan kedaulatan sumber daya di tengah ancaman kekeringan global 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21

Senin, 23 Mar 2026 - 11:12 WIB