Dua Bulan Mengendap, Rekomendasi Reformasi Polri Belum Dibahas Presiden

Minggu, 26 April 2026 - 11:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahfud MD menyampaikan keterangan terkait rekomendasi reformasi Polri yang masih menunggu jadwal pembahasan oleh Presiden Prabowo Subianto.
(Posnews/Ist)

Mahfud MD menyampaikan keterangan terkait rekomendasi reformasi Polri yang masih menunggu jadwal pembahasan oleh Presiden Prabowo Subianto. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Mahfud MD mengungkap Komisi Percepatan Reformasi Polri masih menunggu jadwal dari Prabowo Subianto untuk membahas hasil rekomendasi reformasi institusi kepolisian.

Meski laporan sudah rampung, pembahasan resmi di tingkat presiden hingga kini belum digelar.

Mahfud menegaskan timnya sebenarnya sudah siap memaparkan seluruh hasil kajian. Namun, agenda tersebut masih menunggu waktu dari Presiden.

“Kami sudah menyerahkan laporan kesiapan. Sekarang tinggal menunggu jadwal dari Presiden karena beliau memiliki agenda yang sangat padat,” ujar Mahfud di Jakarta, Minggu (26/4/2026).

Rekomendasi Sudah Rampung, Tunggu Keputusan Presiden

Selanjutnya, Mahfud menolak membeberkan isi rekomendasi ke publik. Ia menegaskan komisi berkomitmen menjaga kerahasiaan hingga laporan disampaikan langsung kepada Presiden.

Baca Juga :  Balita Terjatuh dari Balkon di Jakarta Timur, Polisi Selidiki Diduga Ditelantarkan Orang Tua

Meski begitu, Mahfud memastikan hasil kajian tersebut membawa arah positif bagi pembenahan Polri.

“Isinya belum bisa kami sampaikan sekarang, tetapi rekomendasinya sangat baik untuk reformasi Polri,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Ketua Komisi Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie, menyebut rekomendasi tersebut sebenarnya telah selesai sejak dua bulan lalu.

Namun hingga kini, Presiden belum memiliki waktu untuk menerima paparan resmi.

“Kami ingin segera membahas karena ada hal-hal yang perlu diputuskan, tetapi jadwal Presiden masih sangat padat,” kata Jimly.

Diisi Jenderal dan Tokoh Sipil

Lebih lanjut, Jimly menjelaskan komisi ini beranggotakan sepuluh orang, termasuk lima jenderal polisi bintang empat serta sejumlah tokoh sipil.

Baca Juga :  China Perbarui Sistem Eagle Eye untuk Amankan 9,5 Miliar

Komposisi tersebut sempat membuat dinamika diskusi berjalan hati-hati, terutama dari unsur sipil.

Namun demikian, komisi tetap merampungkan rekomendasi yang diharapkan menjadi pijakan penting dalam reformasi Polri ke depan.

Dengan kondisi ini, nasib reformasi Polri kini bergantung pada momentum pertemuan dengan Presiden.

Jika pembahasan segera dilakukan, rekomendasi tersebut berpotensi menjadi langkah strategis untuk memperkuat profesionalisme dan akuntabilitas kepolisian.

Singkatnya, bola kini berada di tangan Presiden. Publik pun menanti kapan arah baru reformasi Polri benar-benar diputuskan. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepergok Curi Motor, Pria Diikat dan Dihajar Warga Hingga Bonyok di Jakbar
Pengadilan Banding AS Blokir Perintah Eksekutif Donald Trump
Buronan KKB TJ Dibekuk, Sempat Dilumpuhkan Saat Melawan Petugas
Raja Charles Kunjungi Washington di Tengah Krisis Hubungan AS-Inggris
20 Remaja Hendak Tawuran di Cilangkap Depok Diciduk Polisi, 10 Celurit Disita
Peltu TNI Dikeroyok di Depok Usai Tegur Ibu Kasar ke Anak – 2 Pelaku Ditangkap
386 Tawanan Ukraina dan Rusia Kembali ke Rumah Lewat Mediasi AS-UEA
Trump Undang Putin ke KTT G20 Miami guna Akhiri Isolasi Rusia

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 19:50 WIB

Kepergok Curi Motor, Pria Diikat dan Dihajar Warga Hingga Bonyok di Jakbar

Minggu, 26 April 2026 - 17:13 WIB

Pengadilan Banding AS Blokir Perintah Eksekutif Donald Trump

Minggu, 26 April 2026 - 16:32 WIB

Buronan KKB TJ Dibekuk, Sempat Dilumpuhkan Saat Melawan Petugas

Minggu, 26 April 2026 - 16:05 WIB

Raja Charles Kunjungi Washington di Tengah Krisis Hubungan AS-Inggris

Minggu, 26 April 2026 - 15:42 WIB

20 Remaja Hendak Tawuran di Cilangkap Depok Diciduk Polisi, 10 Celurit Disita

Berita Terbaru

Supremasi hukum di perbatasan. Pengadilan banding federal membatalkan penangguhan akses suaka oleh Presiden Donald Trump, menegaskan bahwa kekuasaan eksekutif tidak dapat melampaui undang-undang imigrasi yang ditetapkan oleh Kongres di tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pengadilan Banding AS Blokir Perintah Eksekutif Donald Trump

Minggu, 26 Apr 2026 - 17:13 WIB