Empat Otak Penculikan Kepala Cabang Bank BRI Ditetapkan Tersangka Polda Metro Jaya

Selasa, 26 Agustus 2025 - 09:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi mengamankan tersangka penculikan di Mapolda Metro Jaya. (Dok-Istimewa)

Polisi mengamankan tersangka penculikan di Mapolda Metro Jaya. (Dok-Istimewa)

JAKARTA – Subdit Jatanras Polda Metro Jaya menangkap empat pelaku intelektual penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu (KCP) Bank BRI di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Mohamad Ilham Pradipta (37). Polisi resmi menetapkan keempatnya sebagai tersangka.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menegaskan, empat otak penculikan itu sudah diamankan. β€œBenar, empat orang otak penculikan telah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Ade Ary, Selasa (26/8/2025).

Meskipun begitu, Ade Ary belum membeberkan detail peran masing-masing pelaku. Saat ini, penyidik masih memeriksa intensif keempat tersangka berinisial C, DH, YJ, dan AA.

Baca Juga :  Timnas Indonesia U-22 Diuntungkan Usai Kamboja Mundur dari SEA Games 2025 Thailand

Penangkapan berlangsung di dua lokasi berbeda. DH, YJ, dan AA diciduk di Solo, Jawa Tengah, pada 23 Agustus malam. Sementara C ditangkap sehari setelahnya di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.

Sebagai informasi, korban ditemukan tewas di Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Kamis (21/8/2025). Korban sebelumnya diculik usai menghadiri rapat dengan rekan kerja di sebuah supermarket Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (20/8/2025).

Baca Juga :  Polwan Mabes Polri Gelar Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Kalibata Peringati HUT ke-77

Rekaman CCTV berdurasi 38 detik memperlihatkan aksi penculikan di parkiran pusat belanja Ciracas, Jakarta Timur. Dalam rekaman itu, korban disekap sejumlah pria dari mobil putih saat hendak masuk ke mobil hitam miliknya.

Polisi memastikan kasus ini masih terus dikembangkan untuk mengungkap motif utama dan jaringan pelaku lainnya. (red)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Tembus 1,58 Juta, KAI Catat Okupansi 40,87 Persen
Cyber Goes To School, Ditressiber Metro Jaya Edukasi Anak Cegah Kejahatan Digital
Kapolri Pastikan Kasus Oknum Brimob Aniaya Pelajar di Maluku Diproses Transparan
Perampok Bersenpi Gasak Rp 800 Juta di Tubaba Ditangkap, Otak dan Eksekutor Dibekuk
Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks
Dilema Keamanan di Laut Natuna: Mengapa Modernisasi Alutsista Regional Tak Terelakkan?
Jaga Kekhusyukan: Cara Mengatur Screen Time Selama Bulan Suci
Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:59 WIB

Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Tembus 1,58 Juta, KAI Catat Okupansi 40,87 Persen

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:44 WIB

Cyber Goes To School, Ditressiber Metro Jaya Edukasi Anak Cegah Kejahatan Digital

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:27 WIB

Kapolri Pastikan Kasus Oknum Brimob Aniaya Pelajar di Maluku Diproses Transparan

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:11 WIB

Perampok Bersenpi Gasak Rp 800 Juta di Tubaba Ditangkap, Otak dan Eksekutor Dibekuk

Sabtu, 21 Februari 2026 - 20:05 WIB

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Berita Terbaru

Ilustrasi, Pedang bermata dua diplomasi. Melalui kacamata Liberalisme, sanksi ekonomi bukan lagi instrumen hukuman sederhana, melainkan penguji ketangguhan jaringan interdependensi global yang rumit. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Sabtu, 21 Feb 2026 - 20:05 WIB