Laut Natuna Jadi Jalur Maut, 800 Kg Ketamin Disergap BNN

Selasa, 1 September 2026 - 16:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas BNN menunjukkan barang bukti sekitar 800 kilogram ketamin hasil pengungkapan di perairan Natuna Utara. (Posnews/BNN)

Petugas BNN menunjukkan barang bukti sekitar 800 kilogram ketamin hasil pengungkapan di perairan Natuna Utara. (Posnews/BNN)

NATUNA, POSNEWS.CO.ID – Laut Natuna Utara kembali menjadi titik panas dalam perang melawan penyelundupan narkotika.

Tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN), Polda Kepulauan Riau, Bareskrim Polri, dan Bea Cukai menggagalkan dugaan penyelundupan sekitar 800 kilogram barang yang terindikasi mengandung Ketamine HCl.

Barang tersebut ditemukan di kapal Fuchangxing I pada 24 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Petugas menemukan barang itu di bagian buritan kapal. Sebanyak 40 karung berisi barang yang diduga mengandung Ketamine HCl langsung diamankan untuk pemeriksaan dan pengujian lebih lanjut.

Kepala BNN RI Komjen Suyudi Ario Seto mengatakan temuan tersebut menunjukkan sindikat narkotika terus mencari celah baru untuk memasukkan zat terlarang ke Indonesia.

Salah satu modus yang kini menjadi perhatian adalah pemanfaatan perangkat vape.

“Pengungkapan 800 kilogram ketamin di perairan Natuna Utara ini merupakan bukti nyata bahwa sindikat narkotika internasional terus mencari celah dan modus baru,” kata Suyudi, Selasa (1/9/2026).

Jejak Berlanjut ke Kapal MV Ashley

Pengungkapan tersebut tidak berhenti pada Fuchangxing I.

Baca Juga :  Operasi Wirawaspada Digelar, Imigrasi Sikat TKA Ilegal di Kawasan Industri dan Tambang

Tim gabungan kemudian mengamankan kapal MV Ashley pada 25 Agustus 2026. Kapal itu dibawa ke Dermaga Bea dan Cukai Batam, Tanjung Uncang, untuk menjalani pemeriksaan lebih mendalam.

Petugas memeriksa dokumen kapal, alat komunikasi, catatan perjalanan hingga bagian kapal yang diduga dapat digunakan untuk menyembunyikan barang terlarang.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengungkap kemungkinan hubungan antara kedua kapal dan jaringan peredaran narkotika internasional.

99 Persen Sampel Vape Positif Narkotika

Temuan 800 kilogram tersebut menjadi alarm serius bagi BNN.

Sepanjang 2026, BNN menyebut telah menguji 1.434 sampel cairan vape. Hasilnya mengejutkan. Sebanyak 1.420 sampel atau sekitar 99 persen dinyatakan positif mengandung narkotika, termasuk ketamin.

Temuan itu menunjukkan vape tidak selalu sekadar perangkat untuk mengonsumsi cairan nikotin.

Sejumlah sampel justru menunjukkan adanya ketamin dalam bentuk cair pada cartridge vape, termasuk campuran dengan zat narkotika lain.

Kondisi tersebut membuat penyalahgunaan vape menjadi perhatian serius aparat.

Bagi masyarakat, pesan terpentingnya jelas: jangan sembarangan menerima atau menggunakan cairan vape yang tidak jelas asal-usul dan kandungannya.

Kemasan yang terlihat biasa tidak menjamin isinya aman.

BNN Dorong Ketamin Masuk Golongan Narkotika

Maraknya temuan ketamin juga mendorong BNN meminta penguatan kebijakan hukum.

Baca Juga :  Dispora DKI Jakarta Gelar Lomba Karya Ilmiah Pemuda 2025, Perkuat Ekosistem Penelitian

BNN mendorong agar ketamin dapat masuk dalam penggolongan narkotika sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menurut Suyudi, pengaturan yang lebih tegas diperlukan agar aparat memiliki instrumen hukum yang kuat untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan serta peredaran gelap ketamin.

“Dengan penggolongan yang tegas sebagai narkotika, kita memiliki instrumen hukum yang lebih kuat untuk memberantas peredaran gelapnya,” ujar Suyudi.

Jaringan Internasional Masih Diburu

Penyidik belum berhenti setelah mengamankan barang bukti.

Tim gabungan masih mengembangkan kasus untuk mengungkap jalur distribusi, hubungan antar-kapal, serta pihak-pihak yang diduga terlibat.

Pemeriksaan terhadap Fuchangxing I dan MV Ashley menjadi bagian penting dari pengembangan tersebut.

Pengungkapan ini sekaligus menunjukkan bahwa perang melawan narkotika tidak lagi hanya menghadapi modus konvensional. Sindikat terus beradaptasi, sementara aparat harus bergerak lebih cepat.

Dari laut Natuna hingga cairan dalam cartridge vape, pola penyelundupan terus berubah.

Karena itu, kewaspadaan masyarakat juga menjadi bagian penting dari pertahanan.

Jangan mudah tergiur produk vape tanpa asal-usul jelas. Jika menemukan indikasi peredaran narkotika, segera laporkan kepada aparat berwenang. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Erupsi Anak Krakatau, BMKG Siaga 24 Jam Pantau Abu dan Tsunami
Abu Anak Krakatau Meluas, Kapolri Perintahkan Polisi Bergerak Cepat
Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Jakarta, Warga Diminta Waspada
Gunung Anak Krakatau Erupsi, 209 Penerbangan di Soetta Kena Dampak
Bansos Tunai Mulai Diuji 2027, Pemerintah Perketat Data Penerima
46 PMI di Malaysia Segera Pulang, Pemerintah Kejar Target 10 Hari
Prihatin! Andrie Yunus Tak Bisa Membaca, Hukuman 2 TNI Dipangkas
Penerima Bansos Transaksi Judol Rp2,6 Miliar, Gus Ipul: Aneh Sekali

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 20:24 WIB

Erupsi Anak Krakatau, BMKG Siaga 24 Jam Pantau Abu dan Tsunami

Minggu, 6 September 2026 - 20:14 WIB

Abu Anak Krakatau Meluas, Kapolri Perintahkan Polisi Bergerak Cepat

Minggu, 6 September 2026 - 08:55 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Jakarta, Warga Diminta Waspada

Minggu, 6 September 2026 - 08:23 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, 209 Penerbangan di Soetta Kena Dampak

Sabtu, 5 September 2026 - 20:38 WIB

Bansos Tunai Mulai Diuji 2027, Pemerintah Perketat Data Penerima

Berita Terbaru

Polisi mengungkap korban  Mozza Axillia dibunuh MDVA setelah cekcok akibat cemburu lalu jasadnya dibuang ke jurang Tol Jangli. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Misteri Mozza Terbongkar, Pelaku Ditangkap Saat Nonton Voli

Senin, 7 Sep 2026 - 06:05 WIB

Ilustrasi, Commuter Line tetap beroperasi di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
(Posnews/KAI)

JABODETABEK

Gunung Anak Krakatau Erupsi, KAI Commuter Merak Tetap Jalan

Senin, 7 Sep 2026 - 05:51 WIB

Ilustrasi, cuaca cerah mendominasi Jabodetabek Senin 7 September 2026 dengan suhu hingga 35 derajat Celsius.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Senin 7 September, Jabodetabek Cerah tapi Suhu Bisa Menyengat

Senin, 7 Sep 2026 - 05:41 WIB

Polisi membagikan masker kepada warga Bekasi untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Abu Anak Krakatau Menerpa Bekasi, Pengendara Dibagikan Masker

Minggu, 6 Sep 2026 - 21:17 WIB