Gempa NTT M7,7: Korban Tewas Tembus 103 Orang, 1.666 Warga Terluka

Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas dan warga melakukan penanganan korban serta evakuasi pascagempa M7,7 di Nusa Tenggara Timur.
(Posnews/REUTRES)

Petugas dan warga melakukan penanganan korban serta evakuasi pascagempa M7,7 di Nusa Tenggara Timur. (Posnews/REUTRES)

NTT, POSNEWS.CO.ID — Duka akibat gempa bumi berkekuatan M7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), belum berakhir.

Memasuki hari ke-11 penanganan, BNPB mencatat korban meninggal dunia mencapai 103 orang.

Angka tersebut bertambah tiga orang dari data sebelumnya. BNPB menyampaikan pembaruan itu pada Selasa (25/8/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan tiga korban tambahan membuat total korban meninggal menjadi 103 orang.

“Ada ketambahan tiga jiwa meninggal menjadi 103 untuk hari ini,” kata Berton dalam konferensi pers virtual, Selasa (25/8/2026).

Kenaikan angka korban juga menunjukkan bahwa dampak gempa masih terasa setelah fase awal bencana berlalu.

Sebagian korban sebelumnya mengalami luka dan menjalani perawatan sebelum akhirnya meninggal dunia. Sehari sebelumnya, BNPB mencatat jumlah korban meninggal mencapai 100 orang.

Manggarai Paling Banyak Kehilangan Warga

Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal terbanyak, yakni 41 orang. Berikutnya, Manggarai Timur mencatat 34 korban meninggal.

Korban lainnya tersebar di sejumlah kabupaten yang terdampak gempa.

Baca Juga :  Kapolda Bengkulu Turun ke Lahan, Tanam Jagung untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Berdasarkan komposisi demografi, 55 persen korban meninggal merupakan perempuan, sedangkan laki-laki mencapai 45 persen.

Kelompok lanjut usia menjadi kelompok yang paling banyak meninggal dengan proporsi 45 persen. Selanjutnya, kelompok dewasa mencapai 37 persen.

Data tersebut menjadi pengingat bahwa kelompok rentan membutuhkan perhatian khusus dalam setiap penanganan bencana, mulai dari evakuasi hingga layanan kesehatan.

Korban Luka Capai 1.666 Orang

Tidak hanya korban meninggal, jumlah warga yang terluka juga meningkat.

BNPB mencatat 1.666 orang mengalami luka, bertambah 63 orang dibandingkan data sebelumnya.

Manggarai Timur menjadi daerah dengan jumlah korban luka yang menonjol. BNPB mencatat 239 orang mengalami luka berat dan 404 orang luka ringan di wilayah tersebut.

Karena itu, layanan kesehatan dan pendampingan korban tetap menjadi bagian penting dalam masa tanggap darurat.

Pemulihan Mulai Bergerak

Meski angka korban masih bertambah, proses pemulihan perlahan mulai berjalan.

BNPB melaporkan 84 kepala keluarga atau 237 penyintas yang sebelumnya tinggal di GOR Samador, Maumere, mulai kembali ke rumah pada 24 Agustus setelah hunian mereka dipastikan aman.

Sebelumnya, sebanyak 1.290 orang sempat mengungsi di lokasi tersebut.

Pemerintah juga terus memverifikasi tingkat kerusakan rumah untuk menentukan bentuk bantuan.

Baca Juga :  Industri Musik Berduka, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia di Usia 35 Tahun

Rumah rusak ringan dan sedang mendapat dukungan perbaikan, sedangkan rumah rusak berat diarahkan pada pembangunan hunian tetap.

Bantuan Harus Menjangkau Semua Penyintas

Penanganan gempa tidak boleh berhenti ketika jumlah korban mulai stabil. Penyintas masih membutuhkan makanan, air bersih, layanan kesehatan, tempat tinggal, pendidikan, hingga dukungan psikososial.

BNPB sebelumnya mencatat bantuan logistik terus dikirim melalui jalur udara dan laut. Hingga 18 Agustus, sebanyak 398 ton bantuan telah disalurkan.

Bahkan, pemerintah terus menjangkau wilayah kepulauan dan daerah yang sulit diakses agar penyintas tidak tertinggal dalam proses pemulihan.

Tragedi yang Harus Menjadi Pelajaran

Gempa M7,7 Flores menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak cukup hanya mengandalkan respons setelah kejadian.

Kesiapsiagaan keluarga, kekuatan bangunan, jalur evakuasi, komunikasi darurat, serta kemampuan masyarakat memahami informasi kebencanaan harus terus diperkuat.

Di tengah duka yang belum usai, semangat untuk bangkit juga mulai terlihat. Sebagian penyintas sudah kembali ke rumah. Bantuan terus bergerak. Pemerintah dan relawan masih bekerja di lapangan.

103 nyawa telah menjadi kehilangan besar bagi NTT. Karena itu, angka tersebut harus menjadi pengingat bahwa keselamatan warga bukan sekadar urusan saat bencana datang, tetapi tanggung jawab yang harus dipersiapkan jauh sebelum gempa kembali mengguncang. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maut Mengintai di Balik Kabut Asap Sampit, 2 Pemotor Tewas Tabrakan dengan Truk
Dua Pegawai Dapur MBG Sumenep Ditangkap, Ini Barang Bukti yang Disita Polisi
Ruko di Pidie Jadi Pabrik Sabu 1,2 Ton, Jejak Jaringan Lintas Negara Terkuak
Kapal Diduga Matikan AIS Selama 3 Hari, 1,16 Ton Ketamin Disita di Sumut
Demi Anak Masuk Sekolah Kedinasan, Ayah 69 Tahun Kehilangan Rp150 Juta
Demi Menyelamatkan Ibu, Anak Ini Berjalan 2 Kilometer ke Kantor Polisi
Subsidi Gas Diduga Diselewengkan, Bareskrim Bongkar Gudang LPG di Sidoarjo
Tubuh Penuh Luka Tusuk, Muhammad Imran Tewas di Parit Kebun Sawit

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Maut Mengintai di Balik Kabut Asap Sampit, 2 Pemotor Tewas Tabrakan dengan Truk

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Dua Pegawai Dapur MBG Sumenep Ditangkap, Ini Barang Bukti yang Disita Polisi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21 WIB

Ruko di Pidie Jadi Pabrik Sabu 1,2 Ton, Jejak Jaringan Lintas Negara Terkuak

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Kapal Diduga Matikan AIS Selama 3 Hari, 1,16 Ton Ketamin Disita di Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Demi Anak Masuk Sekolah Kedinasan, Ayah 69 Tahun Kehilangan Rp150 Juta

Berita Terbaru

Ilustrasi, Serangan ruyung di kantor Hannah Beazley dan insiden mobil terhadap Helen Haines memicu kekhawatiran keselamatan politisi perempuan Australia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ancaman Ruyung dan Tabrakan Mobil Memicu Kekhawatiran

Sabtu, 24 Okt 2026 - 11:25 WIB

BYD meluncurkan mobil listrik ultra-ringkas Racco di Makau dan Sri Lanka. Simak strategi BYD mengekspansi EV spesifikasi kei car Jepang ke Asia. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

BYD Ekspansi Mobil Listrik Ultra-Ringkas Racco ke Makau

Sabtu, 24 Okt 2026 - 10:31 WIB

Ribuan pelajar dan guru menggelar demonstrasi di Athena Yunani untuk menuntut hunian murah dan kenaikan anggaran pendidikan di tengah inflasi Eropa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pelajar dan Guru Turun ke Jalanan Athena Menuntut Hunian Murah

Sabtu, 24 Okt 2026 - 08:21 WIB