Gubernur Riau Abdul Wahid Kabur Saat OTT KPK, Ditangkap di Kafe Bersama Ajudan

Rabu, 5 November 2025 - 07:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (KPK)

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (KPK)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Korupsi yang dilakukan Gubernur Riau Abdul Wahid selama ini akhirnya terbongkar. Drama panas OTT pun pecah di Riau ketika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pengejaran.

KPK mengungkap bahwa Gubernur Riau Abdul Wahid (AW) sempat kabur sebelum akhirnya ditangkap tim antikorupsi pada Senin (3/11/2025).

Aksi pelarian itu langsung memicu pengejaran ketat oleh penyidik. “Terhadap Saudara AW, tim sempat melakukan pencarian dan pengejaran,” tegas Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Selasa (4/11/2025).

Setelah memantau pergerakannya, tim KPK berhasil membekuk Abdul Wahid di sebuah kafe di Riau. Selain itu, penyidik juga mengamankan orang kepercayaannya, Tata Maulana (TM). “Diamankan di salah satu kafe di Riau, termasuk Saudara TM,” ujar Budi.

Baca Juga :  KPK Sesuaikan Layanan Publik Saat Libur Akhir Tahun, Ini Jadwal Lengkapnya

Tak berhenti di situ, satu nama lain ikut menyerahkan diri ke KPK. Dani M. Nursalam (DN), tenaga ahli gubernur, datang pada petang hari dan langsung menjalani pemeriksaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kini, penyidik KPK memeriksa intensif total 10 orang terkait OTT tersebut. “Masih berlangsung pemeriksaan terhadap 10 orang,” kata Budi.

Baca Juga :  KPK Bongkar Mantan Sekjen Kemenaker Masih Makan Uang Rp12 Miliar Meski Pensiun

KPK memastikan sudah menetapkan tersangka, namun nama-nama belum diumumkan. Rinciannya akan disampaikan dalam konferensi pers resmi pada Rabu (5/11/2025).

Sehari setelah OTT, Abdul Wahid tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Selasa (4/11/2025) sekitar pukul 09.35 WIB. Mengenakan kaus putih, celana hitam, dan menenteng tas biru, ia memilih bungkam dan langsung digiring ke lantai dua untuk pemeriksaan lanjutan.

Kini publik menunggu siapa saja pejabat yang terseret kasus panas ini. KPK menegaskan proses hukum berjalan tanpa pandang bulu. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mendorong Ecocide ke Dalam Statuta Roma dan Memburu Korporasi Perusak Alam
Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?
Sekuritisasi Perubahan Iklim: Ketika Kerusakan Alam Menjadi Ancaman Militer
Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global
Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21
Mengapa Isu Perubahan Iklim Menjadi Alat Tawar Politik Baru?
Kematian Dunia Menurun, Namun Nigeria dan Kongo Catat Rekor Kelam
ICE Tahan Ibu dan Anak Autis Kanada Meski Dokumen Legal

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 15:11 WIB

Mendorong Ecocide ke Dalam Statuta Roma dan Memburu Korporasi Perusak Alam

Senin, 23 Maret 2026 - 14:22 WIB

Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?

Senin, 23 Maret 2026 - 13:23 WIB

Sekuritisasi Perubahan Iklim: Ketika Kerusakan Alam Menjadi Ancaman Militer

Senin, 23 Maret 2026 - 12:20 WIB

Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global

Senin, 23 Maret 2026 - 11:12 WIB

Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21

Berita Terbaru

Lebih dari sekadar emisi. Perspektif Teori Kritis memandang krisis iklim sebagai manifestasi ketidakadilan sejarah, di mana negara berkembang menanggung beban bencana atas kemakmuran yang dinikmati negara maju. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?

Senin, 23 Mar 2026 - 14:22 WIB

Ilustrasi, Wajah baru kolonialisme? Perspektif Marxisme memandang agenda lingkungan global sebagai alat tawar negara maju (Utara) untuk menghambat industrialisasi dan memperpanjang ketergantungan negara berkembang (Selatan). Dok: Istimerwa.

INTERNASIONAL

Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global

Senin, 23 Mar 2026 - 12:20 WIB

Perebutan urat nadi kehidupan. Geopolitik air kini menjadi medan tempur baru bagi negara-negara yang bersaing memperebutkan kedaulatan sumber daya di tengah ancaman kekeringan global 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21

Senin, 23 Mar 2026 - 11:12 WIB