Amarah di Tengah Abu: Hong Kong Berduka, Beijing Bungkam Protes Pasca-Kebakaran Maut

Minggu, 30 November 2025 - 12:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hong Kong membara, 128 tewas. Warga tuntut keadilan, tapi Beijing ancam

Hong Kong membara, 128 tewas. Warga tuntut keadilan, tapi Beijing ancam "pengganggu". Dok: Istimewa.

HONG KONG, POSNEWS.CO.ID – Duka mendalam menyelimuti Hong Kong pada Minggu (30/11/2025). Asap sisa kebakaran hebat di kompleks apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, masih menyisakan pedih.

Skala tragedi ini sangat mengerikan. Tercatat, korban tewas kini melonjak menjadi lebih dari 128 orang. Selain itu, 150 orang lainnya masih dinyatakan hilang di balik reruntuhan gedung hangus tersebut.

Namun, suasana berkabung ini perlahan berubah menjadi kemarahan publik. Warga menuntut pertanggungjawaban pemerintah atas bencana kebakaran terburuk dalam hampir 80 tahun terakhir ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Petisi Keadilan Berujung Penangkapan

Sekelompok warga meluncurkan petisi daring pada Sabtu sore. Mereka menuntut penyelidikan independen terhadap dugaan korupsi dan pengawasan konstruksi yang buruk. Seketika, petisi itu meraup lebih dari 10.000 tanda tangan.

Sayangnya, aparat merespons aspirasi ini dengan tangan besi. Polisi menangkap Miles Kwan, seorang mahasiswa universitas berusia 24 tahun.

Baca Juga :  Kuasa Emansipasi: Menakar Ulang Keamanan Global Lewat Kacamata Feminisme HI

Pasalnya, polisi mencurigai Miles mencoba menghasut makar (sedition) terkait kebakaran tersebut. Ia adalah bagian dari kelompok yang menginisiasi petisi tuntutan akuntabilitas pemerintah.

Peringatan Keras Beijing

Situasi kian panas setelah Beijing angkat bicara. Otoritas keamanan nasional China mengeluarkan peringatan tegas pada hari Sabtu. Mereka melarang siapa pun menggunakan bencana ini untuk mengganggu stabilitas kota.

“Kami memperingatkan dengan tegas para pengganggu anti-China yang mencoba ‘mengacaukan Hong Kong melalui bencana’,” bunyi pernyataan resmi tersebut.

Lebih lanjut, Beijing menegaskan bahwa pelanggar akan menghadapi hukuman berat. Mereka akan menjerat pelaku menggunakan Undang-Undang Keamanan Nasional Hong Kong. Akibatnya, atmosfer ketakutan akan tindakan keras ala 2019 kembali menghantui warga.

11 Tersangka dan Bahan Ilegal

Di ranah investigasi teknis, polisi bergerak cepat. Mereka telah menangkap 11 orang yang terkait dengan renovasi gedung. Dugaannya, terdapat praktik korupsi dan penggunaan bahan bangunan yang tidak aman.

Fakta di lapangan sangat memprihatinkan. Api melahap tujuh dari delapan blok gedung dengan kecepatan kilat pada Rabu sore. Ternyata, gedung-gedung itu terbungkus perancah bambu dan jaring hijau (green mesh).

Baca Juga :  Loker Jabar 2025, Rekrutmen Tenaga Pendamping Koperasi Dibuka Usia Maksimal 45 Tahun

Parahnya lagi, kontraktor melapisinya dengan isolasi busa yang mudah terbakar. Padahal, warga sudah menyampaikan kekhawatiran tentang bahaya material tersebut sejak September 2024.

“Warga diberitahu bahwa mereka menghadapi ‘risiko kebakaran yang relatif rendah’,” ungkap juru bicara Departemen Tenaga Kerja, mengonfirmasi keluhan yang terabaikan itu.

Alarm Mati dan Evakuasi Kucing

Investigasi juga mengungkap fakta fatal lainnya. Alarm kebakaran di kompleks yang dihuni 4.600 orang itu ternyata tidak berfungsi dengan baik saat kejadian.

Sementara itu, ratusan petugas terus menyisir lokasi berbahaya tersebut. Mereka tidak menemukan jenazah baru pada hari Minggu, namun berhasil menyelamatkan tiga ekor kucing dan seekor kura-kura.

Kini, Hong Kong berada di persimpangan jalan. Warga menuntut kebenaran dan keadilan bagi para korban. Sebaliknya, pemerintah berupaya keras meredam potensi gejolak sosial di tengah masa berkabung yang kelam ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Reuters

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Waspada Begal Malam di Jawa Barat, Polda Catat 23 Kasus
381 Vape Etomidate Gagal Masuk Kampung Ambon, Bareskrim Tangkap 2 Tersangka
Meterai Palsu Beredar Lintas Pulau, Polda Metro Tangkap 16 Tersangka
Dijanjikan Hidup Layak di China, WNI Malah Jadi Korban Pengantin Pesanan
Jepang Bakal Uji Coba Rudal Hipersonik di Wilayah Australia
Kapal Tanzania Dicegat! 2,6 Ton Sabu Cair Dibongkar BNN di Perairan Bengkalis
Kasino Terselubung Batam Terbongkar, 9 Tersangka Digiring ke Bareskrim
Basri Lewaimang Jadi DPO! Bos Planet Batam Diburu, 40 Ribu Ekstasi Beredar Tiap Bulan

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:28 WIB

Waspada Begal Malam di Jawa Barat, Polda Catat 23 Kasus

Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:08 WIB

381 Vape Etomidate Gagal Masuk Kampung Ambon, Bareskrim Tangkap 2 Tersangka

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Dijanjikan Hidup Layak di China, WNI Malah Jadi Korban Pengantin Pesanan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:27 WIB

Jepang Bakal Uji Coba Rudal Hipersonik di Wilayah Australia

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:27 WIB

Kapal Tanzania Dicegat! 2,6 Ton Sabu Cair Dibongkar BNN di Perairan Bengkalis

Berita Terbaru

Rasa waswas menyelimuti warga Jawa Barat yang berkendara malam hingga dini hari, seiring maraknya aksi begal dalam sebulan terakhir di berbagai wilayah. Dok: Istimewa.

HUKRIM

Waspada Begal Malam di Jawa Barat, Polda Catat 23 Kasus

Rabu, 19 Agu 2026 - 21:28 WIB