India dan Pakistan Saling Buka Kartu Fasilitas Nuklir

Sabtu, 3 Januari 2026 - 09:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Demokrasi di bawah ancaman. Revisi daftar pemilih yang kontroversial di Benggala Barat mengakibatkan penghapusan masif hak pilih minoritas, memicu tuduhan manipulasi sistemik dan kegagalan algoritma AI dalam mengenali identitas warga tahun 2026. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Demokrasi di bawah ancaman. Revisi daftar pemilih yang kontroversial di Benggala Barat mengakibatkan penghapusan masif hak pilih minoritas, memicu tuduhan manipulasi sistemik dan kegagalan algoritma AI dalam mengenali identitas warga tahun 2026. Dok: Istimewa.

NEW DELHI, POSNEWS.CO.ID – India dan Pakistan kembali menjalankan ritual diplomatik krusial pada hari Kamis. Kedua negara tetangga yang berseteru ini saling bertukar daftar instalasi dan fasilitas nuklir masing-masing melalui saluran diplomatik.

Kementerian Luar Negeri India menyatakan bahwa proses pertukaran berlangsung secara serentak di New Delhi dan Islamabad. Di sisi lain perbatasan, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Tahir Hussain Andrabi, turut mengonfirmasi hal ini. Ia memastikan bahwa pertukaran data berjalan sesuai dengan kesepakatan yang berlaku.

Komitmen di Atas Konflik

Momen ini menjadi sorotan khusus karena konteks waktunya. Pertukaran tahunan ini tetap terlaksana meskipun bayang-bayang konflik militer singkat tahun 2025 masih menyelimuti hubungan kedua negara. Ketegangan bilateral sempat memuncak, namun protokol nuklir ini terbukti tahan banting.

Baca Juga :  Polri Ungkap Alasan Tunjuk Dirnarkoba Jabat Plh Kapolresta Sleman, Usai Kombes Edy Dicopot

Dasar dari tindakan ini adalah pakta bilateral yang melarang kedua negara menyerang fasilitas nuklir satu sama lain. Para pemimpin kedua negara menandatangani perjanjian bersejarah ini pada Desember 1988. Kemudian, aturan ini mulai berlaku efektif pada 27 Januari 1991.

Katup Pengaman Terakhir

Kelangsungan pertukaran daftar ini memiliki makna strategis yang mendalam, melampaui sekadar rutinitas birokrasi.

Pertama, ini adalah bukti ketahanan Confidence Building Measures (CBM) atau tindakan pembangunan kepercayaan. Fakta bahwa mekanisme ini tetap berjalan pasca-konflik 2025 menunjukkan adanya kedewasaan strategis. Baik New Delhi maupun Islamabad menyadari satu hal krusial: perang konvensional boleh terjadi, namun salah hitung terkait aset nuklir adalah garis merah yang haram mereka langgar.

Baca Juga :  Zohran Mamdani Dilantik Jadi Wali Kota Muslim Pertama

Kedua, transparansi ini berfungsi sebagai deterensi. Dengan mengetahui lokasi pasti fasilitas lawan, kedua pihak secara implisit saling mengingatkan tentang kerentanan masing-masing. Ini menciptakan keseimbangan teror yang paradoksnya justru menjaga perdamaian nuklir di Asia Selatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah retorika politik yang sering kali panas, pertukaran daftar ini adalah sinyal sunyi namun kuat. Sinyal itu menyatakan bahwa komunikasi antar-petinggi militer dan diplomat masih berfungsi demi mencegah bencana katastrofi.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

WNA China Ditangkap di Pademangan, Polisi Sita Happy Water dan Ketamine 3,2 Kg
Kasus Eksploitasi Anak di Benhil: Bocah Tewas, Polisi Tetapkan 3 Tersangka TPPO
Viral Kasus PHK, Polda Metro Jaya Bantu Pekerja Dapat Pesangon
Gerak-gerik Mencurigakan, Pemuda di Jaktim Diciduk Saat Ambil Paket Narkoba
Delapan Terduga Teroris JAD Diciduk Densus 88 di Sulawesi Tengah
Tabrakan Maut Bus ALS vs Truk Tangki di Muratara, 16 Tewas dan Bus Terbakar
Pemkab Bekasi Fokus Benahi Jalan Rusak di Babelan dan Tarumajaya Mulai Awal Juni 2026
Presiden Lai Ching-te Pulang ke Taiwan Usai Kunjungan Defian ke Eswatini

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:55 WIB

WNA China Ditangkap di Pademangan, Polisi Sita Happy Water dan Ketamine 3,2 Kg

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:15 WIB

Kasus Eksploitasi Anak di Benhil: Bocah Tewas, Polisi Tetapkan 3 Tersangka TPPO

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:02 WIB

Viral Kasus PHK, Polda Metro Jaya Bantu Pekerja Dapat Pesangon

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:50 WIB

Gerak-gerik Mencurigakan, Pemuda di Jaktim Diciduk Saat Ambil Paket Narkoba

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:30 WIB

Delapan Terduga Teroris JAD Diciduk Densus 88 di Sulawesi Tengah

Berita Terbaru