Kesepakatan Oman soal Selat Hormuz Memasuki Tahap Akhir

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pasukan AS menyerang peluncur roket Iran di Selat Hormuz, memecah kebuntuan sebulan terakhir di tengah pergeseran strategi AS. Dok: Istimewa.

Pasukan AS menyerang peluncur roket Iran di Selat Hormuz, memecah kebuntuan sebulan terakhir di tengah pergeseran strategi AS. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, TEHERAN — Iran menyatakan kesepakatan dengan Oman terkait jalur pelayaran baru di Selat Hormuz kini memasuki tahap akhir. Teheran menegaskan selat strategis itu hanya akan dibuka setelah Amerika Serikat memenuhi sejumlah syarat.

Seorang pejabat AS menyampaikan hal ini kepada Reuters pada Jumat. Ia menyebut kesepakatan Iran-Oman sudah mendekati penyelesaian dan berpotensi segera membuka kembali jalur tersebut.

Selat Hormuz sebelumnya mengangkut seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia. Iran memblokirnya sebagai respons atas serangan AS dan Israel.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Syarat Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Araqchi menyebut kesepakatan mengenai selat yang membentang di antara kedua negara berada pada “tahap akhir”. Ia mengulangi pernyataannya pada Sabtu bahwa Iran tidak akan membuka selat tersebut kecuali syarat lain terpenuhi.

Kesepakatan itu akan menetapkan jalur pelayaran baru. Iran akan menerapkan jalur ini setelah AS memenuhi syarat dan selat resmi dibuka kembali. Kantor berita Mehr Iran mengutip pernyataan Araqchi tersebut.

Iran dan AS saat ini tidak terlibat perundingan langsung. Teheran menegaskan tidak akan memulai perundingan selama Washington melanggar kesepakatan sementara yang kedua negara tandatangani pada Juni lalu. Kedua pihak tetap bertukar pesan lewat perantara.

Presiden AS Donald Trump menyampaikan hal ini dalam wawancara dengan Axios. Ia menyebut Washington tengah “melunakkan” pendekatannya terhadap Iran dan hanya “setengah berunding” sambil mengamati inflasi tinggi serta minimnya dana yang Iran miliki.

Iran Tuntut Kompensasi dan Pencabutan Sanksi AS

Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke Iran sejak akhir Februari. Washington beralasan langkah ini mencegah Republik Islam itu memperoleh senjata nuklir atau mengancam kawasan lewat rudal maupun kelompok proksi.

Baca Juga :  Krisis Ganti Rugi $130 Miliar: Pengadilan AS Tolak Permohonan Trump

AS dan Iran menyepakati gencatan senjata pada Juni. Namun, Washington kembali memberlakukan blokade terhadap pelayaran Iran di Teluk pada Juli. Teheran menyebut langkah ini melanggar gencatan senjata yang sebelumnya sudah runtuh.

Seorang pejabat AS menyampaikan kepada Reuters secara anonim bahwa Washington akan mencabut blokade pelabuhan Iran begitu kedua pihak mengumumkan kesepakatan pemulihan pelayaran komersial. Pejabat itu menambahkan bahwa AS akan mengaitkan langkahnya langsung dengan implementasi komitmen Iran.

Sumber Reuters menyebut kesepakatan ini tampaknya akan memberi Iran kendali atas kapal yang memasuki Teluk lewat selat tersebut. Sejumlah perusahaan pelayaran menilai skema ini sulit mereka terapkan.

Status terbaru kesepakatan belum jelas. Respons Iran mengindikasikan faktor lain turut berperan. Araqchi menegaskan pembukaan kembali selat bergantung pada beberapa syarat, termasuk kompensasi AS atas serangan meluas terhadap Iran.

Sekretaris badan keamanan nasional tertinggi Iran, Mohammad Baqer Zolqadr, turut mencantumkan syarat lain. Ia menuntut penghentian ancaman AS terhadap Iran, penghentian agresi terhadap sekutu Iran di Lebanon, Palestina, Yaman, dan Irak. Ia juga menuntut pencabutan blokade dan sanksi serta pembebasan aset Iran.

Ketidakpastian soal Pemimpin Tertinggi Iran

Kewenangan pengambilan keputusan tertinggi di Iran berada di tangan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei. Ia belum tampil di depan publik sejak serangan udara menewaskan ayah sekaligus pendahulunya pada 28 Februari. Serangan itu terjadi pada hari pertama serangan udara AS-Israel terhadap Iran.

Media pemerintah melaporkan pada Minggu bahwa Presiden Masoud Pezeshkian bertemu Khamenei pada akhir Juli. Seorang pemimpin paramiliter turut menjanjikan rekaman video pemimpin tertinggi tersebut akan tampil di depan publik. Khamenei dilaporkan terluka dalam serangan yang menewaskan ayahnya.

Uni Emirat Arab menyatakan pada Sabtu bahwa Iran menyerang kapal yang berafiliasi dengan perusahaan minyak negara mereka. Iran belum memberikan komentar atas tuduhan tersebut. Garda Revolusi yang berpengaruh diketahui pernah menyerang kapal-kapal yang tidak mengoordinasikan pelintasan mereka di selat itu dengan Iran.

Baca Juga :  Putin Sebut Ada Peluang Capai Kesepakatan Akhiri Perang

Houthi Serang Kilang Minyak Arab Saudi

Serangan Iran terhadap pelayaran di Selat Hormuz berbarengan dengan meningkatnya serangan sekutunya di Yaman, kelompok Houthi. Kelompok ini menargetkan kapal-kapal di titik strategis minyak lain, yakni jalur antara Laut Merah dan Teluk Aden di sisi lain Semenanjung Arab.

Houthi juga mendeklarasikan blokade laut terhadap Arab Saudi di Laut Merah bulan lalu. Kelompok ini beralasan langkah tersebut merespons pengepungan Saudi terhadap mereka di Yaman. Riyadh membantah tuduhan itu dan tetap mendukung pemerintah Yaman yang dunia internasional akui.

Houthi mengklaim menyerang kilang Jazan milik Saudi Aramco pada Minggu. Serangan ini terjadi dua hari setelah kerajaan tersebut menandatangani pakta pertahanan dengan sekutu Muslim Sunni, Turki dan Pakistan. Kedua negara merespons meningkatnya ketidakstabilan kawasan akibat perang AS-Israel melawan Iran yang berhaluan Syiah.

Kementerian Energi Saudi menyatakan kebakaran sempat terjadi di kilang tersebut. Petugas berhasil memadamkan api tanpa korban jiwa. Otoritas setempat masih menangani insiden ini dan belum mengungkap penyebabnya.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengunggah pernyataan di X. Ia menyebut kelompoknya menggunakan drone untuk menyasar kilang tersebut. Houthi sebelumnya juga pernah menyerang fasilitas Aramco di Jazan, kilang yang mengolah 400.000 barel minyak mentah per hari di kawasan barat daya Arab Saudi.

Belum jelas apakah dan bagaimana Pakistan atau Turki akan terlibat dalam respons Saudi atas serangan terbaru ini. Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menegaskan aliansi baru tersebut tidak menyasar Iran atau negara lain. Ia menyebut aliansi ini sebagai komitmen umum mendukung keamanan kawasan. Para sekutu akan menentukan bentuk dan tingkat dukungan lewat konsultasi bila terjadi serangan.

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Los Angeles Dodgers Amankan Tiket Postseason MLB
Serangan Terhadap Pipa Minyak Arab Saudi dan Kapal Teluk
Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa
Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik
Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:24 WIB

Los Angeles Dodgers Amankan Tiket Postseason MLB

Selasa, 15 September 2026 - 07:24 WIB

Serangan Terhadap Pipa Minyak Arab Saudi dan Kapal Teluk

Selasa, 15 September 2026 - 06:19 WIB

Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa

Minggu, 13 September 2026 - 20:57 WIB

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Berita Terbaru

Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. (Posnews/Ist)

NASIONAL

OTT KPK BPN Bogor: Bos Summarecon dan 7 Orang Jadi Tersangka

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:16 WIB

Los Angeles Dodgers amankan tiket postseason MLB 14 musim beruntun usai tekuk Cincinnati Reds 4-1. Simak rincian rekor. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Los Angeles Dodgers Amankan Tiket Postseason MLB

Selasa, 15 Sep 2026 - 15:24 WIB

Glorious merilis keyboard gaming mekanik GMMK Eternal 96% berfitur numpad seharga $99.99. Simak spesifikasi lengkap, fitur hot-swap, dan peredam suaranya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Glorious GMMK Eternal Resmi Meluncur, Keyboard Gaming

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:29 WIB