JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kemacetan parah yang membuat Jalan Raya Bekasi hingga Cakung-Cilincing nyaris lumpuh akhirnya memaksa Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta turun tangan.
Dishub memanggil 19 pengelola depo kontainer di kawasan Cakung dan Cilincing, Jakarta Utara. Pemerintah ingin segera menemukan solusi agar antrean truk tidak kembali menutup badan jalan.
Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan, pihaknya menggelar rapat bersama para pengelola depo pada Kamis (23/7/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebanyak 19 depo masuk dalam pembahasan. Rinciannya, tujuh depo berada di wilayah timur dan 12 depo berada di wilayah utara.
“Kita panggil seluruh depo yang ada di sekitar sini. Totalnya 19, tujuh di timur dan 12 di utara,” kata Budi di kawasan Cakung-Cilincing.
Truk Menunggu di Terminal Tanah Merdeka
Dalam pertemuan tersebut, Dishub meminta pengelola depo ikut mengatur antrean truk.
Pemprov DKI mengarahkan truk kontainer yang belum mendapat giliran masuk depo untuk menunggu di Terminal Tanah Merdeka.
Terminal tersebut mampu menampung sekitar 200 truk. Dengan begitu, sopir tidak perlu memarkir kendaraan di badan jalan.
Dishub juga menutup satu putaran balik (U-turn) yang menjadi titik penumpukan kendaraan.
Setelah itu, petugas mengarahkan truk menuju Terminal Tanah Merdeka. Langkah tersebut mulai membuat arus lalu lintas kembali bergerak.
“Daripada menunggu di sini dengan antrean panjang, lebih baik mereka ke Terminal Tanah Merdeka. Di sana bisa menampung sekitar 200 truk,” ujar Budi.
Impor Tinggi, Ekspor Turun
Budi menjelaskan, kemacetan terjadi karena arus peti kemas impor meningkat. Sebaliknya, arus ekspor menurun.
Akibatnya, jumlah peti kemas yang masuk lebih banyak dibandingkan yang keluar. Depo pun mengalami penumpukan hingga memicu antrean panjang truk kontainer.
“Peti kemas yang datang banyak, sedangkan yang diangkut lebih sedikit. Akhirnya terjadi penumpukan dan overload di depo-depo,” jelasnya.
Karena itu, Dishub akan meminta Pelindo mengevaluasi batas kapasitas penumpukan peti kemas.
Pemprov DKI berharap pengelola dapat menyesuaikan kapasitas agar depo tidak kembali penuh dan memicu kemacetan.
“Kalau sekarang batasnya 65 persen, ke depan bisa ditingkatkan menjadi 75 atau 85 persen,” kata Budi.
Kemacetan Sempat Viral
Sebelumnya, kemacetan parah terjadi di jalur Cakung menuju Cilincing pada Selasa (21/7/2026).
Antrean panjang truk trailer membuat kendaraan lain nyaris tidak bergerak. Video kemacetan tersebut kemudian menyebar luas di media sosial.
Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Timur Kompol Harnas Prihandito mengatakan, kemacetan dipicu aktivitas bongkar-muat truk di sejumlah titik.
“Betul, penyebabnya karena bongkar-muat truk,” kata Harnas.
Petugas langsung turun ke lapangan untuk mengurai antrean dan mengatur truk yang melakukan bongkar-muat di beberapa depo kawasan Cakung.
Kini, pemerintah berupaya mencegah kemacetan serupa kembali terjadi.
Sebab, jalan raya bukan tempat untuk menunggu antrean tanpa ujung. Dengan penataan depo, pengaturan truk, dan kerja sama semua pihak, lalu lintas harus kembali menjadi ruang bergerak bagi masyarakat. **
Editor : Hadwan













