Jejak Uang Narkoba Fredy Pratama Terbongkar, Frans Antony Bawa Rp1 Miliar per Pengiriman

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Frans Antony anak buah Fredy Pratama digiring ke Bareskrim Polri usai penangkapan dari Malaysia. Posnews/Ist)

Frans Antony anak buah Fredy Pratama digiring ke Bareskrim Polri usai penangkapan dari Malaysia. Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipid Narkoba) Bareskrim Polri membongkar peran besar Frans Antony dalam jaringan gembong narkoba internasional Fredy Pratama.

Penyidik mengungkap Frans berperan sebagai pengendali aliran uang hasil bisnis narkotika selama bertahun-tahun.

Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengungkapkan Frans menjalankan aktivitas pengiriman uang ilegal sejak 2017 hingga 2023.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Frans Antony melakukan pengangkutan uang hasil kejahatan dari Indonesia ke Thailand selama kurang lebih 7 tahun dengan nilai minimal Rp1 miliar setiap pengiriman,” ujar Eko, Jumat (19/6/2026).

Ratusan Kali Transaksi Gelap Terbongkar

Lebih jauh, polisi mengungkap frekuensi pengiriman uang mencapai 2–3 kali setiap bulan. Jika dihitung total, Frans diduga melakukan sekitar 168 kali pengiriman uang lintas negara.

Baca Juga :  Bentrok Geng Motor Allstar vs Neverdie di Sukabumi, Dua Warga Jadi Korban Bacok

Selain membawa uang tunai, Frans juga diduga menukarkan uang hasil narkotika melalui money changer ilegal di Indonesia sebelum dikirim ke Thailand.

Tak hanya itu, sindikat ini juga menggunakan aset digital untuk menyamarkan aliran dana.

“Penyidik menemukan penggunaan cryptocurrency untuk mempermudah pengiriman uang hasil kejahatan,” jelas Eko.

Diduga Jadi “Bendahara Utama” Sindikat

Dalam pengembangan kasus, Frans juga disebut menerima setoran langsung dari jaringan Fredy Pratama, termasuk dari Kosnadi Irwan alias Uncle.

Total dana yang diterima mencapai 1,2 juta dolar Singapura dalam dua kali transaksi besar:

  • 400.000 dolar Singapura (4 November 2019)
  • 800.000 dolar Singapura (31 Agustus 2020)

“Posisinya memperkuat dugaan bahwa Frans adalah bendahara utama jaringan,” tegas Eko.

Gunakan Rekening Keluarga untuk Sembunyikan Uang

Penyidik juga menemukan Frans menggunakan tiga rekening atas nama adiknya, Steven Antony, untuk menampung dana hasil narkotika.

Baca Juga :  Viral di Instagram, Polisi Ringkus 17 Remaja Penebar Teror Petasan

Rekening tersebut diduga menjadi jalur transit sebelum uang dikirim ke luar negeri.

Ditangkap di Malaysia, Istri Ikut Diamankan

Bareskrim Polri sebelumnya menangkap Frans Antony di Malaysia pada 18 Juni 2026. Ia kemudian dipulangkan ke Indonesia bersama istrinya, PN.

“Istrinya selama ini ikut mendampingi pelarian,” kata Eko.

Meski demikian, polisi belum menetapkan istri Frans sebagai tersangka dan masih mendalami keterlibatannya.

Jaringan Fredy Pratama Masih Diburu

Frans Antony diketahui merupakan teman satu SMA dengan Fredy Pratama di Kalimantan Selatan. Polisi menyebut Fredy memulai jaringan narkoba dari Malang sebelum berkembang menjadi sindikat internasional.

Saat ini, Fredy Pratama masih buron dan diduga mengendalikan jaringan dari luar negeri dengan operasi lintas 14 provinsi di Indonesia.

Polri menegaskan pengungkapan Frans Antony menjadi bagian penting untuk membongkar struktur keuangan jaringan narkoba terbesar yang pernah ditangani di Indonesia. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Akun TikTok Penyebar Hoaks Demo 17 Agustus 2026 Berhasil Dilacak dan Ditangkap
Lansia di Cakung Dirampok Tetangga Sendiri, Mulut Dilakban dan Diancam Golok
Isu Aksi Besar Agustus 2026 Ramai, Polda Metro Bentuk Tim Preventive Strike
Polisi Dalami Jejak Digital Sutrimo yang Tewas di Klinik Kebayoran Baru
769 Kasus Terungkap, Kriminalitas Jakarta Masih Mengkhawatirkan
Bea Cukai Bongkar Fakta Baru Pilot Malaysia Kurir Narkoba 25 Kg, Diupah Rp220 Juta
Suami Bunuh Istri di Kamar Kos Grogol, Polisi Sita Palu Berdarah
Modus Ganjal ATM Digagalkan di Pamulang, 3 Pelaku Ditangkap Warga

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Akun TikTok Penyebar Hoaks Demo 17 Agustus 2026 Berhasil Dilacak dan Ditangkap

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:49 WIB

Lansia di Cakung Dirampok Tetangga Sendiri, Mulut Dilakban dan Diancam Golok

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:08 WIB

Isu Aksi Besar Agustus 2026 Ramai, Polda Metro Bentuk Tim Preventive Strike

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:39 WIB

Polisi Dalami Jejak Digital Sutrimo yang Tewas di Klinik Kebayoran Baru

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:26 WIB

769 Kasus Terungkap, Kriminalitas Jakarta Masih Mengkhawatirkan

Berita Terbaru

Pemerintah Australia memperingatkan potensi lonjakan penyebaran wabah flu burung H5N1 setelah menemukan kasus kematian massal pertama. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Australia Waspadai Lonjakan Flu Burung H5N1

Selasa, 4 Agu 2026 - 13:24 WIB

Kepolisian Twin Falls mengonfirmasi insiden penembakan di restoran In-N-Out Burger, Idaho. Akibatnya, tiga orang tewas dan tujuh warga mengalami luka-luka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Penembakan Massal di In-N-Out Idaho: Pelaku Tewas

Selasa, 4 Agu 2026 - 11:49 WIB

Tom Holland mengonfirmasi pengetahuan tentang jadwal debut Miles Morales di MCU saat mempromosikan film Spider-Man: Brand New Day yang mencetak rekor pendapatan box office. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Tom Holland Tahu Jadwal Debut Miles Morales di MCU

Selasa, 4 Agu 2026 - 10:00 WIB