Antisipasi Ketidakpastian Hormuz: Jepang Kaji Tambahan Pelepasan Cadangan Minyak 20 Hari

Jumat, 10 April 2026 - 07:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menghadapi era turbulensi. Perdana Menteri Sanae Takaichi mempercepat penguatan militer Jepang melalui peninjauan ulang kebijakan keamanan guna mengantisipasi ancaman baru di kawasan Asia-Pasifik. Dok: Istimewa.

Menghadapi era turbulensi. Perdana Menteri Sanae Takaichi mempercepat penguatan militer Jepang melalui peninjauan ulang kebijakan keamanan guna mengantisipasi ancaman baru di kawasan Asia-Pasifik. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Jepang bersiap meluncurkan gelombang baru pelepasan cadangan minyak nasional pada bulan Mei mendatang. Langkah darurat ini bertujuan menjamin stabilitas pasokan energi di tengah situasi keamanan Timur Tengah yang masih sangat rapuh.

Dalam konteks ini, otoritas terkait berencana melepas volume minyak yang setara dengan 20 hari konsumsi domestik. Keputusan tersebut muncul karena Tokyo masih meragukan keamanan jalur pelayaran komersial melalui Selat Hormuz di tahun 2026 ini.

Gencatan Senjata AS-Iran dan Dilema Keamanan

Amerika Serikat dan Iran sebenarnya telah menyepakati gencatan senjata bersyarat selama dua pekan pada hari Selasa. Kesepakatan ini tercapai sesaat sebelum ultimatum Presiden Donald Trump untuk menghancurkan infrastruktur Iran berakhir. Namun, pengamat militer menilai situasi navigasi di Teluk belum sepenuhnya pulih.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, serangan udara Israel terhadap kelompok milisi Hezbollah di Lebanon terus berlanjut tanpa henti. Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa Iran mungkin akan mempertahankan blokade de facto di Selat Hormuz sebagai alat tawar-menawar. Oleh karena itu, Kementerian Industri Jepang memilih bersikap waspada dengan menyiapkan cadangan tambahan guna menghindari kelangkaan bahan bakar.

Baca Juga :  The Power of Silence: Mengapa Opini Minoritas Sering Kali Tenggelam di Ruang Publik?

Rekor Pelepasan Cadangan: 80 Juta Barel

Jepang telah memulai pelepasan stok minyak terbesar dalam sejarahnya sejak pertengahan Maret lalu. Pemerintah memiliki target ambisius untuk menyuntikkan total 80 juta barel minyak ke pasar domestik. Angka ini setara dengan kebutuhan konsumsi nasional selama kurang lebih 50 hari.

Penyediaan minyak tersebut berasal dari tiga sumber utama:

  1. Cadangan strategis milik negara.
  2. Cadangan wajib yang dikelola sektor swasta.
  3. Cadangan bersama dengan negara-negara penghasil minyak di Teluk.

Secara khusus, minyak milik negara untuk kebutuhan 30 hari akan mengalir dari 11 pangkalan nasional pada akhir April. Sebagai hasilnya, Jepang berharap dapat meredam lonjakan harga bensin yang telah mencekik daya beli masyarakat sejak serangan 28 Februari lalu.

Ketergantungan Energi dan Koordinasi IEA

Sebagai negara yang miskin sumber daya, Jepang sangat bergantung pada impor minyak mentah. Bahkan, lebih dari 90 persen pasokan energi nasional berasal dari wilayah Timur Tengah. Oleh sebab itu, stabilitas Selat Hormuz merupakan masalah kedaulatan ekonomi yang paling krusial bagi Tokyo.

Baca Juga :  Tragedi Bantargebang Berakhir, Operasi SAR Ditutup Setelah 13 Korban Ditemukan

Perdana Menteri Sanae Takaichi telah menegaskan dukungan penuh bagi pelepasan cadangan bersama International Energy Agency (IEA). Takaichi menyampaikan hal tersebut saat bertemu Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, di Tokyo bulan lalu. Negara-negara anggota IEA sendiri telah melepas lebih dari 400 juta barel minyak sejak Maret. Ini merupakan langkah koordinasi terbesar kedua setelah krisis Ukraina tahun 2022.

Menjaga Ketahanan Nasional

Masa depan ekonomi Jepang di sisa tahun 2026 sangat bergantung pada keberhasilan manajemen krisis energi ini. Pada akhirnya, pelepasan cadangan minyak merupakan benteng terakhir untuk mencegah kebangkrutan industri manufaktur nasional.

Dengan demikian, masyarakat internasional memantau apakah diplomasi Takaichi mampu menekan harga energi dunia yang volatil. Tanpa adanya jaminan keamanan navigasi yang permanen di Teluk, Jepang kemungkinan besar akan terus menguras cadangan strategisnya demi menjaga lampu tetap menyala dan roda ekonomi tetap berputar.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bassirou Diomaye Faye Meluncurkan Partai Baru Kiiraay
Brasil Tolak Visa Pejabat AS yang Ingin Awasi Pemilu
Pasangan Afrika Selatan Saksikan Kumpulan 299 Paus
Dua Pria Terjun Bebas dari Space Needle Seattle
Unggahan Medsos Soroti Budaya Kerja Ekstrem Jepang
Vietnam Siapkan Aturan Ketat Larang Anak di Bawah 16 Tahun
Warga al-Obeid Hadapi Serangan Drone dan Pemerkosaan
Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:30 WIB

Bassirou Diomaye Faye Meluncurkan Partai Baru Kiiraay

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:00 WIB

Brasil Tolak Visa Pejabat AS yang Ingin Awasi Pemilu

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:30 WIB

Pasangan Afrika Selatan Saksikan Kumpulan 299 Paus

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:00 WIB

Dua Pria Terjun Bebas dari Space Needle Seattle

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:51 WIB

Unggahan Medsos Soroti Budaya Kerja Ekstrem Jepang

Berita Terbaru