KYIV, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Ukraina berencana memperluas penggunaan drone otonom berbasis kecerdasan buatan untuk melawan pasukan militer Rusia.
Sebab, langkah taktis ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi serangan dan pertahanan di sepanjang garis depan pertempuran.
Dalam hal ini, perwakilan platform teknologi pertahanan Brave-1 menyampaikan rencana besar tersebut kepada media Kyodo News baru-baru ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan demikian, militer Ukraina berharap dapat merebut kembali inisiatif pertempuran dari pasukan Rusia yang berjumlah jauh lebih banyak.
Kendali Manusia dan Kepatuhan Hukum Internasional
Sementara itu, drone baru ini memiliki kemampuan navigasi mandiri secara penuh tanpa kendali manual dari operator.
Meskipun begitu, manusia tetap memegang kendali penuh untuk memberikan persetujuan akhir sebelum serangan mulai.
Hal ini penting demi mematuhi ketentuan hukum humaniter internasional mengenai perlindungan warga sipil di zona konflik.
Secara teknis, drone otonom ini sanggup lepas landas, terbang, mencari, mengidentifikasi, dan menyelesaikan misi tempur secara mandiri.
Keberhasilan Drone Pencegat di Kharkiv
Sebagai contoh, militer Ukraina sukses menguji coba drone pencegat otonom di wilayah Kharkiv beberapa waktu lalu.
Akibatnya, drone tersebut berhasil melumpuhkan drone tempur Rusia sekaligus menyelamatkan banyak nyawa warga sipil di sana.
Oleh karena itu, komando militer bersiap memperbanyak produksi drone penyerang dan pencegat otonom ini secepatnya.
Solusi Jarak Jauh dan Proteksi Jamming Rusia
Pada kenyataannya, keunggulan sistem otonom ini sangat membantu saat drone terbang melintasi jarak jauh.
Sebab, jarak yang sangat jauh kerap mengacaukan sinyal komunikasi dan kontrol akibat kelengkungan bumi hulu.
Selain itu, teknologi AI juga membuat drone kebal dari gangguan pemancar pengacak sinyal milik militer Rusia.
Dengan begitu, keberhasilan sistem pengenalan target ini juga meminimalkan risiko salah sasaran yang dapat membahayakan keselamatan penduduk sipil.
Target Perluasan Jangkauan Serang
Saat ini, area jangkauan serang drone militer Ukraina baru mencapai sekitar 20 kilometer melintasi perbatasan Rusia.
Namun, perwakilan Brave-1 menargetkan seluruh wilayah kedaulatan Rusia masuk dalam jangkauan serang mereka di masa depan.
Kolaborasi Global dan Transfer Data Tempur
Di sisi lain, Ukraina kini juga membuka peluang kerja sama bagi negara-negara sahabat untuk melatih model kecerdasan buatan mereka.
Selanjutnya, mereka dapat memanfaatkan data pertempuran riil dari medan perang Ukraina untuk meningkatkan keandalan sistem pertahanan udara.
Oleh sebab itu, Ukraina sangat berharap dapat mempererat kolaborasi teknologi militer ini bersama pemerintah Jepang segera.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa












