Ukraina Siap Perluas Penggunaan Drone AI Otonom

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pembakaran hulu energi Rusia. Pasukan Ukraina meluncurkan serangan drone jarak jauh yang membakar kilang minyak raksasa Ufa di Rusia. Dok: Istimewa.

Pembakaran hulu energi Rusia. Pasukan Ukraina meluncurkan serangan drone jarak jauh yang membakar kilang minyak raksasa Ufa di Rusia. Dok: Istimewa.

KYIV, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Ukraina berencana memperluas penggunaan drone otonom berbasis kecerdasan buatan untuk melawan pasukan militer Rusia.

Sebab, langkah taktis ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi serangan dan pertahanan di sepanjang garis depan pertempuran.

Dalam hal ini, perwakilan platform teknologi pertahanan Brave-1 menyampaikan rencana besar tersebut kepada media Kyodo News baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan demikian, militer Ukraina berharap dapat merebut kembali inisiatif pertempuran dari pasukan Rusia yang berjumlah jauh lebih banyak.

Kendali Manusia dan Kepatuhan Hukum Internasional

Sementara itu, drone baru ini memiliki kemampuan navigasi mandiri secara penuh tanpa kendali manual dari operator.

Baca Juga :  5 Kebiasaan Buruk yang Membuat Data Pribadi Anda Terancam

Meskipun begitu, manusia tetap memegang kendali penuh untuk memberikan persetujuan akhir sebelum serangan mulai.

Hal ini penting demi mematuhi ketentuan hukum humaniter internasional mengenai perlindungan warga sipil di zona konflik.

Secara teknis, drone otonom ini sanggup lepas landas, terbang, mencari, mengidentifikasi, dan menyelesaikan misi tempur secara mandiri.

Keberhasilan Drone Pencegat di Kharkiv

Sebagai contoh, militer Ukraina sukses menguji coba drone pencegat otonom di wilayah Kharkiv beberapa waktu lalu.

Akibatnya, drone tersebut berhasil melumpuhkan drone tempur Rusia sekaligus menyelamatkan banyak nyawa warga sipil di sana.

Oleh karena itu, komando militer bersiap memperbanyak produksi drone penyerang dan pencegat otonom ini secepatnya.

Solusi Jarak Jauh dan Proteksi Jamming Rusia

Pada kenyataannya, keunggulan sistem otonom ini sangat membantu saat drone terbang melintasi jarak jauh.

Sebab, jarak yang sangat jauh kerap mengacaukan sinyal komunikasi dan kontrol akibat kelengkungan bumi hulu.

Baca Juga :  Semeru Naik Level Awas, 300 Warga Lumajang Dievakuasi Akibat Awan Panas 13 Km

Selain itu, teknologi AI juga membuat drone kebal dari gangguan pemancar pengacak sinyal milik militer Rusia.

Dengan begitu, keberhasilan sistem pengenalan target ini juga meminimalkan risiko salah sasaran yang dapat membahayakan keselamatan penduduk sipil.

Target Perluasan Jangkauan Serang

Saat ini, area jangkauan serang drone militer Ukraina baru mencapai sekitar 20 kilometer melintasi perbatasan Rusia.

Namun, perwakilan Brave-1 menargetkan seluruh wilayah kedaulatan Rusia masuk dalam jangkauan serang mereka di masa depan.

Kolaborasi Global dan Transfer Data Tempur

Di sisi lain, Ukraina kini juga membuka peluang kerja sama bagi negara-negara sahabat untuk melatih model kecerdasan buatan mereka.

Selanjutnya, mereka dapat memanfaatkan data pertempuran riil dari medan perang Ukraina untuk meningkatkan keandalan sistem pertahanan udara.

Oleh sebab itu, Ukraina sangat berharap dapat mempererat kolaborasi teknologi militer ini bersama pemerintah Jepang segera.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Australia Waspadai Lonjakan Flu Burung H5N1
Penembakan Massal di In-N-Out Idaho: Pelaku Tewas
Interpol Terbitkan Red Notice untuk Syekh Ahmad Al Misry, Polisi Sebut Masih di Mesir
Dua Helikopter Pemadam Tabrakan di Yunani
Israel Gempur Gaza 2 Hari Berturut-turut, 18 Warga Tewas
Bom Bunuh Diri Guncang Unjuk Rasa Anti-Militan di Pakistan
Trump Tunda Serangan Militer dan Buka Perundingan dengan Iran
Plt Jaksa Agung AS Batalkan Dana Ganti Rugi Trump Rp29 Triliun

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Australia Waspadai Lonjakan Flu Burung H5N1

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Penembakan Massal di In-N-Out Idaho: Pelaku Tewas

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Interpol Terbitkan Red Notice untuk Syekh Ahmad Al Misry, Polisi Sebut Masih di Mesir

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Israel Gempur Gaza 2 Hari Berturut-turut, 18 Warga Tewas

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:34 WIB

Bom Bunuh Diri Guncang Unjuk Rasa Anti-Militan di Pakistan

Berita Terbaru

Pemerintah Australia memperingatkan potensi lonjakan penyebaran wabah flu burung H5N1 setelah menemukan kasus kematian massal pertama. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Australia Waspadai Lonjakan Flu Burung H5N1

Selasa, 4 Agu 2026 - 13:24 WIB

Kepolisian Twin Falls mengonfirmasi insiden penembakan di restoran In-N-Out Burger, Idaho. Akibatnya, tiga orang tewas dan tujuh warga mengalami luka-luka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Penembakan Massal di In-N-Out Idaho: Pelaku Tewas

Selasa, 4 Agu 2026 - 11:49 WIB

Tom Holland mengonfirmasi pengetahuan tentang jadwal debut Miles Morales di MCU saat mempromosikan film Spider-Man: Brand New Day yang mencetak rekor pendapatan box office. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Tom Holland Tahu Jadwal Debut Miles Morales di MCU

Selasa, 4 Agu 2026 - 10:00 WIB