Kapolda Metro Puji 6 Siswa SDN Setu 02 Cipayung, Teladan Kejujuran yang Bikin Haru

Kamis, 6 November 2025 - 16:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri memberikan penghargaan kepada enam siswa SDN Setu 02 Cipayung yang mengembalikan ponsel dan SIM warga. (Posnews)

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri memberikan penghargaan kepada enam siswa SDN Setu 02 Cipayung yang mengembalikan ponsel dan SIM warga. (Posnews)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Membanggakan. Tidak hanya dirasakan orangtua murid, sekolahnya tempat ia belajar menuntut ilmu juga ikut bangga mengangkat nama baik sekolah dan gurunya.

Suasana belajar di SDN Setu 02 Cipayung, Jakarta Timur, mendadak berubah haru dan penuh kebanggaan.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri turun langsung ke sekolah tersebut untuk memberikan penghargaan kepada enam siswa berprestasi yang menunjukkan sikap jujur dan bertanggung jawab.

Enam siswa itu sebelumnya menemukan ponsel dan SIM milik warga, lalu dengan sadar menyerahkannya ke Polsek Cipayung. Aksi sederhana tapi penuh makna ini menjadi bukti bahwa nilai kejujuran masih hidup di hati generasi muda.

Dalam kunjungannya, Irjen Pol Asep Edi Suheri memberikan semangat dan apresiasi langsung di hadapan para siswa dan guru. Ia menegaskan bahwa sikap jujur adalah pondasi moral utama bagi generasi penerus bangsa.

“Anak-anak ini luar biasa! Mereka menunjukkan karakter yang patut ditiru. Kejujuran adalah nilai tertinggi, dan Polri sangat bangga memiliki generasi seperti ini,” ujar Kapolda dengan penuh kebanggaan, Kamis (6/11/2025).

Baca Juga :  Rezim Putus Internet Saat Patung Jenderal Soleimani Robo

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Sekolah Bangga dan Terharu

Kepala Sekolah SDN Setu 02, Supriyadi, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas perhatian besar dari Kapolda Metro Jaya.

“Hari ini adalah kehormatan besar bagi kami. Kehadiran Bapak Kapolda menjadi motivasi agar anak-anak terus tumbuh menjadi pribadi jujur, berakhlak, dan tangguh,” ujarnya dengan nada haru.

Sementara itu, Guru Kelas 6, Lasmawati, yang mendampingi siswa penerima penghargaan, mengaku terharu menyaksikan momen langka tersebut.

“Saya sangat bersyukur kepada Allah karena hari ini saya melihat langsung anak-anak yang menjunjung tinggi nilai kejujuran. Terima kasih kepada Bapak Kapolda, Kabidhumas, Kapolres, dan Kapolsek atas apresiasi luar biasa ini,” ucap Lasmawati dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga :  Wanita Tewas di Kamar Terkunci di Jaktim, Leher Tersayat, Polisi Selidiki WNA Iran

Ia berharap momen ini menjadi inspirasi bagi seluruh murid untuk selalu berbuat jujur dalam kehidupan sehari-hari.

Tak hanya pihak sekolah, Lurah Setu, Dwi Widyastuti, juga hadir memberikan dukungan dan apresiasi. Menurutnya, tindakan Polri memberikan penghargaan kepada anak-anak adalah pendidikan moral nyata yang patut dicontoh.

“Langkah Bapak Kapolda dan pihak sekolah sangat inspiratif. Anak-anak ini telah menunjukkan integritas sejati dengan mengembalikan barang temuan. Ini contoh teladan yang harus ditanamkan sejak dini,” tegas Dwi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program Polri “Jaga Jakarta” yang menanamkan nilai moral dan kedisiplinan sejak usia dini. Kapolda Metro Jaya berharap, apa yang dilakukan enam siswa SDN Setu 02 bisa menginspirasi ribuan pelajar lainnya di Jakarta.

“Kami ingin menumbuhkan budaya kejujuran di setiap sekolah. Inilah pondasi bangsa yang kuat,” tutup Irjen Asep tegas. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mendorong Ecocide ke Dalam Statuta Roma dan Memburu Korporasi Perusak Alam
Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?
Sekuritisasi Perubahan Iklim: Ketika Kerusakan Alam Menjadi Ancaman Militer
Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global
Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21
Mengapa Isu Perubahan Iklim Menjadi Alat Tawar Politik Baru?
Kematian Dunia Menurun, Namun Nigeria dan Kongo Catat Rekor Kelam
ICE Tahan Ibu dan Anak Autis Kanada Meski Dokumen Legal

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 15:11 WIB

Mendorong Ecocide ke Dalam Statuta Roma dan Memburu Korporasi Perusak Alam

Senin, 23 Maret 2026 - 14:22 WIB

Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?

Senin, 23 Maret 2026 - 13:23 WIB

Sekuritisasi Perubahan Iklim: Ketika Kerusakan Alam Menjadi Ancaman Militer

Senin, 23 Maret 2026 - 12:20 WIB

Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global

Senin, 23 Maret 2026 - 11:12 WIB

Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21

Berita Terbaru

Lebih dari sekadar emisi. Perspektif Teori Kritis memandang krisis iklim sebagai manifestasi ketidakadilan sejarah, di mana negara berkembang menanggung beban bencana atas kemakmuran yang dinikmati negara maju. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?

Senin, 23 Mar 2026 - 14:22 WIB

Ilustrasi, Wajah baru kolonialisme? Perspektif Marxisme memandang agenda lingkungan global sebagai alat tawar negara maju (Utara) untuk menghambat industrialisasi dan memperpanjang ketergantungan negara berkembang (Selatan). Dok: Istimerwa.

INTERNASIONAL

Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global

Senin, 23 Mar 2026 - 12:20 WIB

Perebutan urat nadi kehidupan. Geopolitik air kini menjadi medan tempur baru bagi negara-negara yang bersaing memperebutkan kedaulatan sumber daya di tengah ancaman kekeringan global 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21

Senin, 23 Mar 2026 - 11:12 WIB