Kapolri Bongkar 87 Kontainer CPO Ilegal di Tanjung Priok, Kerugian Negara Nyaris Triliunan

Kamis, 6 November 2025 - 15:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat konferensi pers pengungkapan ekspor ilegal CPO di Tanjung Priok, Jakarta Utara. (Ist)

Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat konferensi pers pengungkapan ekspor ilegal CPO di Tanjung Priok, Jakarta Utara. (Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID Operasi gabungan Bea Cukai (DJBC), Pajak (DJP) Kemenkeu, dan Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara Polri bikin geger dunia ekspor.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan temuan 87 kontainer berisi produk turunan CPO (Crude Palm Oil) yang melanggar aturan ekspor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (6/11/2025).

Dikatakan, operasi ini adalah tindak lanjut dari instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto untuk menutup celah kebocoran penerimaan negara.

Baca Juga :  Kerja Bakti Massal Waduk Cincin, Jakarta Utara - 50 Ton Sampah Diangkut ke Bantar Gebang

Sesuai arahan Presiden Prabowo, Polri membentuk Satgassus guna memastikan setiap potensi kerugian negara segera ditindak,” ujar Sigit.

Analisis Ungkap Lonjakan Aneh

Setelah Satgassus dibentuk, Polri dan Bea Cukai langsung mengusut data ekspor perusahaan terkait.

“Tim menemukan lonjakan ekspor hingga 278 persen dibanding tahun sebelumnya. Ini anomali dan perlu diselidiki,” beber Kapolri.

Hasil uji laboratorium di tiga tempat menguak fakta mengejutkan.

Baca Juga :  Kemendikdasmen Tutup Data Baru Guru Honorer di Dapodik, Fokus 237 Ribu Guru

Kontainer berisi campuran produk turunan kelapa sawit, bukan murni CPO seperti dokumen ekspor,” ungkap Sigit.

Sebanyak 87 kontainer kini disita dan tengah diperiksa mendalam untuk memastikan nilai kerugian negara.

Kapolri menegaskan, Polri tak akan memberi ruang bagi mafia ekspor yang mengakali aturan demi keuntungan pribadi.

“Kami akan tindak siapa pun yang terlibat. Negara tak boleh dirugikan,” tegasnya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Karung di Petamburan Bikin Polisi Curiga, Isinya 62,5 Kg Ganja
Pelaku Penganiaya Satpam di Pluit Sudah Jadi Tersangka Tapi Kok Belum Ditahan, Korban Pertanyakan ke Polres Jakut
Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen
Korupsi Proyek Alat Konstruksi Rp37,35 Miliar, Polda Metro Tetapkan 6 Tersangka
Kapal Induk Garibaldi Tiba, TNI AL Siapkan Satuan Baru dan Pangkalan di Lampung
12 ECU Truk Dicuri, Mekanik Ditangkap Usai 2 Bulan Diburu Polisi
KPK Geledah Kantor Summarecon, Bongkar Jejak Dugaan Suap HGB Bogor
Kortastipidkor Usut Tanah Negara Rp4,8 Triliun di Bali, 9 Saksi Diperiksa

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 10:34 WIB

Tiga Karung di Petamburan Bikin Polisi Curiga, Isinya 62,5 Kg Ganja

Jumat, 18 September 2026 - 20:17 WIB

Pelaku Penganiaya Satpam di Pluit Sudah Jadi Tersangka Tapi Kok Belum Ditahan, Korban Pertanyakan ke Polres Jakut

Jumat, 18 September 2026 - 17:20 WIB

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 September 2026 - 15:56 WIB

Korupsi Proyek Alat Konstruksi Rp37,35 Miliar, Polda Metro Tetapkan 6 Tersangka

Jumat, 18 September 2026 - 15:46 WIB

Kapal Induk Garibaldi Tiba, TNI AL Siapkan Satuan Baru dan Pangkalan di Lampung

Berita Terbaru

AS setujui penjualan 48 jet tempur F-35 senilai US$24,3 miliar ke Arab Saudi. Simak dampak terhadap keseimbangan militer Timur Tengah. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Setujui Penjualan Jet Tempur F-35 ke Arab Saudi

Sabtu, 19 Sep 2026 - 11:04 WIB

Hakim AS perintahkan pemberitahuan 30 hari sebelum pembongkaran Kennedy Center. Simak kontroversi nama Donald Trump. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hakim AS Larang Pembongkaran Gedung Kennedy Center

Sabtu, 19 Sep 2026 - 10:00 WIB

Milisi Houthi kuasai Selat Bab el-Mandeb dan pelabuhan Mokha. Simak dampak eskalasi konflik Yaman terhadap harga minyak. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Milisi Houthi Kuasai Jalur Maritim Utama Yaman

Sabtu, 19 Sep 2026 - 09:03 WIB