Satgas Bongkar Jaringan KKB Yahukimo, Tersangka Terancam Hukuman Mati

Senin, 4 Mei 2026 - 19:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi Ungkap Dugaan Keterlibatan KKB dalam Pembunuhan Pendulang Emas di Yahukimo. (Posnews/Ist)

Polisi Ungkap Dugaan Keterlibatan KKB dalam Pembunuhan Pendulang Emas di Yahukimo. (Posnews/Ist)

PAPUA, POSNEWS.CO.ID – Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama Polres Yahukimo terus memburu jaringan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Yahukimo, Papua Pegunungan.

Penyidik memperdalam kasus ini pada Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 06.00 WIT yang dipimpin Muhammad Mirwan.

Polisi memeriksa dua pria berinisial YH (25) dan MS alias BS alias MS (23) yang lebih dulu diamankan pada Jumat (1/5/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari hasil pemeriksaan, YH mengaku tidak tergabung sebagai anggota aktif KKB.

Namun, dia mengakui pernah mengantar logistik kepada anggota KKB berinisial AH.

Penyidik masih mendalami pengakuan tersebut untuk memastikan tingkat keterlibatannya.

MS Diduga Terlibat Pembunuhan Pendulang Emas

Sementara itu, pemeriksaan terhadap MS mengungkap fakta lebih serius.

Baca Juga :  Prediksi Cuaca Jabodetabek Hari Ini: BMKG Waspadai Hujan, Petir, dan Angin Kencang

Polisi menduga MS bergabung dengan KKB Kodap XVI Yahukimo Batalyon Yamue sejak akhir 2024.

MS juga diduga terlibat dalam pembunuhan pendulang emas berinisial SH pada 7 April 2025.

Dugaan itu diperkuat dari keterangan saksi serta tersangka lain yang lebih dulu diproses hukum, yakni MH alias H dan KB alias KG.

Berdasarkan hasil gelar perkara dan alat bukti, penyidik resmi menetapkan MS sebagai tersangka.

Polisi menjeratnya dengan Pasal 459 KUHP juncto Pasal 20 huruf C KUHP subsider Pasal 458 KUHP dengan ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara.

Polisi Siapkan DPO Baru

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menegaskan polisi akan menuntaskan kasus tersebut.

Baca Juga :  Uang Palsu Rp620 Juta Digerebek di Hotel Kemang Bogor, Satu Pelaku Ditangkap

โ€œSetiap proses penyidikan dilakukan secara profesional dan berbasis alat bukti kuat agar memberi kepastian hukum,โ€ ujar Yusuf, Senin (4/5/2026).

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz, Irjen Pol Faizal Ramadhani, memastikan polisi terus memburu pelaku lain.

Polisi juga menyiapkan daftar pencarian orang (DPO) terhadap pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan KKB tersebut.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Adarma Sinaga, menegaskan pengembangan kasus akan terus dilakukan untuk membongkar jaringan secara menyeluruh.

Satgas Damai Cartenz memastikan penegakan hukum terhadap jaringan KKB di Yahukimo terus berjalan demi menjaga stabilitas keamanan di Papua. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jejak Uang Narkoba Fredy Pratama Terbongkar, Frans Antony Bawa Rp1 Miliar per Pengiriman
Presiden Lai Ching-te Tegaskan Pertahanan Taiwan
Polda Metro Periksa Kertas, Tinta hingga Watermark dalam Kasus Ijazah Jokowi
Anthropic Resmi Buka Kantor di Seoul Pascaboikot Model AI
Frans Antony Tumbang, Polri Selangkah Lagi Bongkar Kerajaan Narkoba Fredy Pratama
Polda Metro: Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa untuk Pelimpahan ke Jaksa
Viral Dikira Begal, Polisi Ungkap Pelajar Tewas Akibat Pengeroyokan Brutal di Grogol
Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako Mulai Kunjungan Sejarah

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:36 WIB

Jejak Uang Narkoba Fredy Pratama Terbongkar, Frans Antony Bawa Rp1 Miliar per Pengiriman

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:19 WIB

Presiden Lai Ching-te Tegaskan Pertahanan Taiwan

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:15 WIB

Anthropic Resmi Buka Kantor di Seoul Pascaboikot Model AI

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:14 WIB

Frans Antony Tumbang, Polri Selangkah Lagi Bongkar Kerajaan Narkoba Fredy Pratama

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:58 WIB

Polda Metro: Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa untuk Pelimpahan ke Jaksa

Berita Terbaru

Menjaga kedaulatan demokrasi. Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan hak pertahanan negara dan mendesak persetujuan pembelian senjata baru dari AS. Dok: Britannica.

INTERNASIONAL

Presiden Lai Ching-te Tegaskan Pertahanan Taiwan

Jumat, 19 Jun 2026 - 17:19 WIB