TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Kawasan hiburan Ikebukuro berubah menjadi mencekam pada Kamis malam. Seorang pria melakukan aksi penikaman fatal terhadap seorang karyawati di dalam toko souvenir populer sebelum akhirnya tewas akibat luka yang ia buat sendiri.
Kepolisian Tokyo mengidentifikasi pelaku sebagai Taiki Hirokawa, seorang pria berusia 26 tahun. Korban tewas adalah Moe Harukawa (21), warga Hachioji yang bekerja paruh waktu di gerai tersebut. Keduanya sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi tidak sadarkan diri sebelum akhirnya tim medis menyatakan mereka meninggal dunia.
Kronologi Kejadian di Lokasi Wisata Keluarga
Aksi kekerasan ini terjadi sekitar pukul 19.15 waktu setempat di Pokemon Center Mega Tokyo. Toko ini berada di dalam gedung komersial Sunshine City yang sangat luas. Rekaman kamera pengawas (CCTV) menunjukkan pelaku memasuki toko dan langsung menghampiri korban.
Hirokawa menikam leher Harukawa saat korban sedang berada di balik konter toko. Setelah itu, pelaku segera menikam lehernya sendiri di titik yang sama. Polisi menemukan senjata tajam yang berlumuran darah di dekat lokasi kejadian. Senjata tersebut terbungkus kain dengan bagian bilah yang masih terlihat jelas.
Latar Belakang Penguntitan yang Tragis
Pihak kepolisian mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai hubungan antara pelaku dan korban. Sumber investigasi menyebutkan bahwa Moe Harukawa sebelumnya sudah merasa terancam oleh perilaku Hirokawa. Bahkan, korban telah berkonsultasi dengan polisi terkait masalah penguntitan (stalking) yang pelaku lakukan.
Meskipun demikian, langkah pencegahan tersebut gagal menghindari terjadinya serangan mematikan ini. Kasus ini menambah daftar panjang kegagalan perlindungan hukum bagi korban penguntitan di Jepang. Oleh karena itu, publik kini mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap penanganan laporan ancaman kekerasan personal oleh kepolisian setempat.
Kepanikan di Tengah Hiruk Pikuk Kota
Insiden ini memicu kepanikan massal di Sunshine City yang berjarak sekitar 700 meter dari Stasiun Ikebukuro. Lokasi tersebut merupakan pusat perdagangan global yang menjual berbagai produk waralaba media Pokemon. Tempat ini sangat populer bagi keluarga dan penggemar gim dari seluruh dunia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya sangat terkejut hal seperti ini terjadi di tempat yang banyak dikunjungi keluarga,” ujar seorang saksi mata berusia 30-an. Ia melihat puluhan petugas polisi dan penjaga keamanan berlarian di dalam fasilitas tersebut sesaat setelah kejadian. Pada akhirnya, toko tersebut segera ditutup untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap motif detail di balik aksi nekat pelaku di tahun 2026 ini.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia



















