Kecelakaan Maut Fly Over Pesing, Polres Metro Jakarta Barat Imbau Motor Dilarang Melintas

Rabu, 24 September 2025 - 09:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi melakukan olah TKP kecelakaan maut di Fly Over Pesing Jakarta Barat. Dok: Polri

Polisi melakukan olah TKP kecelakaan maut di Fly Over Pesing Jakarta Barat. Dok: Polri

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polres Metro Jakarta Barat melalui Satuan Lalu Lintas mengimbau masyarakat, khususnya pengendara sepeda motor, untuk tidak melintasi Fly Over Pesing.

Jalur ini termasuk Jalan Layang Non Tol (JLNT) dan tidak diperuntukkan bagi kendaraan roda dua.

AKP Sudarmo, KBO Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, menegaskan bahwa Fly Over Pesing tergolong sempit dan memiliki hembusan angin kencang, sehingga rawan kecelakaan.

“Sudah ada rambu jelas, motor dilarang melintas di jalur ini. Imbauan ini demi keselamatan bersama, karena jalur ini sering memakan korban jiwa,” ujarnya dikutip, Rabu (24/9/2025).

Satlantas secara rutin melakukan sosialisasi melalui spanduk, flyer, dan pengeras suara mobil, serta menempatkan mobil ETLE untuk menindak pengendara yang nekat melintas.

Baca Juga :  Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Berawan Tebal, Hujan Mengintai, Warga Diminta Waspada

AKP Sudarmo menekankan, “Keselamatan adalah hal paling berharga. Mari bersama-sama menjaga diri, keluarga, dan pengguna jalan lain dengan menaati aturan.”

Kecelakaan Maut

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, sebuah kecelakaan tragis terjadi Selasa siang (23/9/2025) di Fly Over Pesing. Seorang pengendara motor bernama Kasiran (49) meninggal dunia setelah terjatuh dan terlindas truk Hino bak terbuka.

Menurut AKP Joko Siswanto, Kanit Gakkum Polres Metro Jakarta Barat, korban yang merupakan warga Kebumen, Jawa Tengah, melaju dari arah timur menuju barat.

Baca Juga :  Bayi Perempuan Ditemukan di Depan Rumah Yatim Kemanggisan, Warga Palmerah Haru

“Sesampainya di dekat tanjakan fly over, korban kehilangan kendali hingga menabrak pembatas jalan. Motor terpental ke arah berlawanan, dan korban terjatuh terlindas truk,” jelas Joko.

Selain terlibas truk, motor korban juga menabrak mobil Daihatsu boks bernopol B 9970 KCA yang dikemudikan Arif Setiantoko (36), warga Jakarta Selatan. Bagian depan dan samping kanan motor mengalami kerusakan parah.

“Jenazah pemotor sudah dievakuasi ke RSUD Tangerang untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tambah Joko.

Polres Metro Jakarta Barat kembali menekankan, pengendara sepeda motor wajib menghindari Fly Over Pesing. Pelanggaran dapat berakibat fatal, seperti yang terjadi pada Kasiran. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Banjir 2 Meter Kepung Kebon Pala, Ditpolairud Polda Metro Jaya Evakuasi Warga
Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?
Pengacara Pastikan Yaqut Cholil Qoumas Hadiri Pemeriksaan KPK Hari Ini
Rumah Mewah di Jaksel Terbakar, Lansia 60 Tahun Tewas Terjebak Api
Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?
Perlombaan Baru Miliarder Menuju Nol Gravitasi dan Koloni Mars
Kasus Kuota Haji Memanas, KPK Panggil Eks Menag Yaqut Hari Ini
Pembicaraan Teknis Greenland dengan AS Dimulai, Tensi Mereda

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:04 WIB

Banjir 2 Meter Kepung Kebon Pala, Ditpolairud Polda Metro Jaya Evakuasi Warga

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:17 WIB

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:58 WIB

Pengacara Pastikan Yaqut Cholil Qoumas Hadiri Pemeriksaan KPK Hari Ini

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:34 WIB

Rumah Mewah di Jaksel Terbakar, Lansia 60 Tahun Tewas Terjebak Api

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:11 WIB

Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?

Berita Terbaru

Ilustrasi, Australia pernah menjadi

INTERNASIONAL

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?

Jumat, 30 Jan 2026 - 13:17 WIB

Ilustrasi, Riset membuktikan: loyalitas pada merek masa kecil bertahan hingga 50 tahun. Migran di AS dan India lebih memilih produk mahal dari daerah asal daripada alternatif lokal yang murah. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?

Jumat, 30 Jan 2026 - 12:11 WIB