LONDON, POSNEWS.CO.ID – Perdana Menteri Keir Starmer menegaskan posisinya di hadapan anggota parlemen Partai Buruh. Ia menyatakan tidak siap mundur dan membiarkan negara jatuh ke dalam kekacauan. Pernyataan tegas ini muncul setelah 24 jam penuh ketegangan yang membawa kepemimpinannya ke ambang kehancuran.
Meskipun Starmer berhasil merangkul kabinetnya untuk bersatu, beberapa menteri memperingatkan bahwa bahaya belum berlalu. Seorang menteri bahkan menyebut kepemimpinan Starmer kini berada di “fase akhir”. Hal ini terlihat dari munculnya tanda-tanda persiapan suksesi dari tokoh seperti Angela Rayner dan Wes Streeting.
Pemberontakan Anas Sarwar dan Mundurnya Tim Inti
Kekacauan ini bermula saat Starmer berjuang mempertahankan kendali pasca-pengunduran diri ajudan kepercayaannya, Morgan McSweeney. Mundurnya McSweeney terjadi di tengah kemarahan publik atas penunjukan Peter Mandelson sebagai duta besar Inggris untuk AS. Publik menyoroti hubungan masa lalu Mandelson dengan Jeffrey Epstein.
Anas Sarwar, pemimpin Partai Buruh Skotlandia, secara terbuka mendesak Starmer untuk segera mundur. Ia menilai kesalahan di Downing Street telah merusak dukungan rakyat secara drastis. “Gangguan ini harus berakhir, dan kepemimpinan Downing Street harus berubah,” tegas Sarwar di Glasgow. Selain Sarwar, Direktur Komunikasi Tim Allan juga mengundurkan diri. Ia menjadi kepala komunikasi kelima yang meninggalkan Starmer dalam waktu singkat.
Situs “Angela for Leader” dan Isu Kudeta
Suasana semakin memanas saat situs web kampanye kepemimpinan milik Angela Rayner sempat terbit secara tidak sengaja. Meski Rayner segera membantah situs tersebut dan menyebutnya “palsu”, insiden ini memperkuat spekulasi publik. Banyak pihak menduga perlombaan untuk menggantikan Starmer sudah dimulai di belakang layar.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Wes Streeting secara mengejutkan mempublikasikan pesan WhatsApp pribadinya dengan Mandelson. Dalam pesan tersebut, Streeting mempertanyakan kemampuan komunikasi Starmer dan rencana pertumbuhan pemerintah. Banyak pengamat menilai langkah Streeting bertujuan menjaga jarak dari skandal Mandelson sekaligus mempersiapkan diri untuk kontestasi masa depan.
Janji Perubahan di Pertemuan PLP
Starmer memberikan pidato berapi-api dalam pertemuan dengan 400 anggota parlemen (PLP) pada Senin malam. Ia mengingatkan pengkritiknya bahwa ia telah memenangkan setiap pertempuran politik. Hal ini termasuk keberhasilannya mengubah Partai Buruh agar mampu memenangkan pemilu kembali.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya tidak siap meninggalkan mandat dan tanggung jawab terhadap negara ini,” ujar Starmer dengan nada keras. Ia berjanji akan memperbaiki hubungannya dengan para anggota parlemen serta mengakui kesalahan masa lalu. Sejumlah sumber melaporkan suasana pertemuan mulai membaik. Namun, banyak pihak masih meragukan kemampuan Starmer membalikkan tren penurunan popularitas partainya yang kini tertinggal dari Reform UK.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















