Kem Sokha Bebas: Raja Kamboja Berikan Pengampunan

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Akhir dari penahanan politik. Pemimpin oposisi Kamboja, Kem Sokha, akhirnya menghirup udara bebas setelah menerima pengampunan kerajaan. Meski demikian, pemerintah tetap melarangnya beraktivitas di dunia politik. Dok: (AP Photo/Heng Sinith, File)

Akhir dari penahanan politik. Pemimpin oposisi Kamboja, Kem Sokha, akhirnya menghirup udara bebas setelah menerima pengampunan kerajaan. Meski demikian, pemerintah tetap melarangnya beraktivitas di dunia politik. Dok: (AP Photo/Heng Sinith, File)

PHNOM PENH, POSNEWS.CO.ID – Kabar mengejutkan datang dari Kamboja. Pemimpin oposisi Kem Sokha mendapatkan pengampunan kerajaan pada Senin lalu. Dokumen tersebut membebaskan Sokha dari hukuman penjara 27 tahun atas dakwaan makar.

Keputusan ini hadir tepat sebulan setelah pengadilan banding menguatkan vonis dan hukuman penjara terhadap dirinya. Hun Sen, Presiden Senat yang bertindak sebagai kepala negara sementara, menandatangani surat pengampunan tersebut. Saat ini, Raja Norodom Sihamoni sedang berada di China untuk menjalani perawatan medis.

Langkah Strategis Hun Manet

Perdana Menteri Hun Manet mendukung penuh keputusan ini. Ia menyatakan bahwa pengampunan tersebut menjadi langkah nyata dalam memperkuat persatuan nasional. Di sisi lain, Kem Sokha belum memberikan komentar publik pasca-pembebasannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun demikian, pengacara Sokha menegaskan bahwa pengampunan ini memiliki batasan ketat. Pemerintah tetap melarang kliennya untuk terjun ke dunia politik atau meninggalkan negara selama lima tahun. Oleh karena itu, meskipun bebas secara fisik, hak-hak politik Sokha tetap terbelenggu.

Baca Juga :  Bulan Tertib Trotoar di Penjaringan: Trotoar Bebas Parkir dan Gerobak

Analisis Dampak Politik

Banyak pengamat menilai keputusan ini tidak akan mengubah iklim politik Kamboja secara drastis. Tokoh oposisi lainnya saat ini masih berada dalam pengasingan di luar negeri. Selain itu, aktivis politik dan sosial di Kamboja terus menghadapi pembatasan ketat terkait kebebasan berpendapat.

“Keputusan Hun Sen untuk mengampuni Kem Sokha sedikit memperbaiki ketidakadilan yang terjadi,” ujar Elaine Pearson, Direktur Regional Human Rights Watch. Namun, ia sangat menyayangkan status Sokha yang masih dilarang terlibat dalam politik. Lebih lanjut, Pearson menuntut pemerintah untuk segera menghormati hak-hak politik seluruh warga negaranya.

Akar Konflik: Tuduhan Konspirasi 2017

Kem Sokha menerima vonis bersalah pada tahun 2023 setelah melewati masa tahanan pra-sidang yang sangat panjang. Pemerintah menuduhnya bersekongkol dengan Amerika Serikat untuk menggulingkan pemerintah Kamboja. Hingga kini, Sokha konsisten membantah seluruh tuduhan tersebut.

Baca Juga :  Polisi Selidiki Motif Penembakan di Restoran In-N-Out Idaho

Bukti utama yang memberatkannya adalah sebuah video yang menunjukkan ia mendiskusikan nasihat politik dari kelompok pro-demokrasi berbasis di AS. Selanjutnya, pihak berwenang membubarkan partai populer Sokha, Cambodia National Rescue Party, tak lama setelah penangkapannya pada tahun 2017. Langkah ini memuluskan jalan bagi Partai Rakyat Kamboja untuk menyapu bersih kursi parlemen pada pemilu 2018.

Menatap Masa Depan Kamboja

Sebelum pengumuman pengampunan tersebut, Sokha sempat mengunjungi ibunya yang berusia 101 tahun dengan izin pengadilan. Sebuah video yang diunggah pengacaranya memperlihatkan momen haru saat ia memeluk ibunya. Dalam kesempatan itu, ia sempat berujar bahwa dirinya ingin menjadi biksu untuk menghormati sang ibu jika ia bebas.

Singkatnya, langkah pemerintah Kamboja ini merupakan upaya untuk menenangkan tekanan internasional tanpa harus melepaskan kendali politik sepenuhnya. Di tahun 2026 ini, masyarakat internasional tetap memantau apakah perubahan kepemimpinan dari Hun Sen ke putranya, Hun Manet, akan membawa demokrasi yang lebih inklusif bagi rakyat Kamboja.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis
Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar
Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati
Lonceng Perdamaian Cenderamata Jepang Ditemukan Kembali
Hiu Viral Bukang-i Kembali Menerobos Masuk ke Kanal Kota Busan
Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan
Tiongkok Tampil Sebagai Pemasok Utama Teknologi Air Global
Ancaman Ruyung dan Tabrakan Mobil Memicu Kekhawatiran

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:19 WIB

Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:14 WIB

Lonceng Perdamaian Cenderamata Jepang Ditemukan Kembali

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Hiu Viral Bukang-i Kembali Menerobos Masuk ke Kanal Kota Busan

Berita Terbaru

PM Jepang Sanae Takaichi dan Kanselir Jerman Friedrich Merz sepakat bekerja sama amankan pasokan mineral kritis. Simak detail strategi de-risking kedua negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis

Jumat, 30 Okt 2026 - 07:32 WIB